Dari Karawang Mendunia: Ini Strategi Pemerintah Jadikan Indonesia Pemain Utama Otomotif Global

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 20:02 WIB
loading...
Dari Karawang Mendunia:...
Menko Airlangga sebut aksesi ke blok dagang CPTPP dan OECD jadi kunci membuka pasar baru seperti Meksiko dan memperluas akses ke Australia. Foto: TMMIN
A A A
KARAWANG - Di tengah perayaan pencapaian ekspor 3 juta unit kendaraan oleh PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Pemerintah Indonesia menegaskan langkah strategis berikutnya untuk memperkokoh posisi industri manufaktur nasional di panggung global.

Pemerintah kini secara agresif mengincar aksesi ke blok-blok perdagangan internasional sebagai 'jurus' baru membongkar hambatan dagang dan melipatgandakan volume ekspor.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan bahwa negosiasi dagang yang intensif jadi prioritas utama. Tujuannya untuk mendobrak sistem kuota yang selama ini membatasi produk Indonesia, khususnya di pasar-pasar potensial seperti Amerika Latin.

“Indonesia sedang bernegosiasi dengan multi blok luar negeri, termasuk yang terus didorong oleh Pak Menteri Luar Negeri (Sugiono) untuk CPTPP (Perjanjian Kemitraan Trans-Pasifik), OECD (Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi), dan yang lain. Itu diharapkan market-nya (ekspor) semakin terbuka,” ujar Airlangga di Karawang, Kamis (9/10), seperti dilansir Antara.

Dari Harapan ke Realita Perdagangan
Dari Karawang Mendunia: Ini Strategi Pemerintah Jadikan Indonesia Pemain Utama Otomotif Global

Secara spesifik, Airlangga menyoroti pasar Meksiko sebagai target utama yang bisa dibuka melalui keanggotaan CPTPP.

“Salah satunya adalah dengan Indonesia masuk dalam aksesi blok perdagangan CPTPP, di mana ini ada kesempatan untuk membuka pasar Meksiko yang selama ini mereka mengenakan trade in quota,” jelasnya.

Pernyataan ini secara objektif menyoroti salah satu tantangan terbesar ekspor Indonesia: proteksionisme dalam bentuk kuota impor.

Selama ini, seberapa pun kompetitifnya produk otomotif buatan Indonesia, volumenya dibatasi oleh kebijakan negara tujuan.

Langkah pemerintah untuk masuk ke dalam blok dagang seperti CPTPP dan menjalin Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) adalah pertaruhan strategis.

Namun, kritik yang muncul adalah pada realisasi dan waktu. Proses aksesi ke dalam blok dagang internasional adalah maraton diplomatik yang bisa memakan waktu bertahun-tahun.

Meskipun optimisme pemerintah tinggi, tantangan sesungguhnya adalah mengubah negosiasi di atas kertas menjadi kontrak ekspor nyata yang mengalirkan devisa bagi negara.

“Dengan nantinya Free Trade Agreement, CEPA, dan juga CPTPP, itu kuota bisa dibuka,” tegas Airlangga.

Fondasi Industri Kokoh
Dari Karawang Mendunia: Ini Strategi Pemerintah Jadikan Indonesia Pemain Utama Otomotif Global

Optimisme pemerintah ini bukan tanpa dasar. Keberhasilan TMMIN yang secara akumulatif telah mengekspor 3 juta unit kendaraan ke lebih dari 100 negara sejak 1987 menjadi bukti bahwa industri dalam negeri memiliki kapasitas dan kualitas yang diakui dunia.

Fondasi ini ditopang oleh ekosistem rantai pasok yang solid dan berlapis, yang melibatkan 240 pemasok Tier-1 dan 540 pemasok Tier-2, termasuk industri kecil dan menengah di sektor baja, plastik, ban, hingga kaca.

Keberhasilan awal dari strategi ini sudah terlihat di pasar Australia. “Dan Indonesia sekarang juga terbuka untuk mengekspor otomotif ke Australia yang kita sudah punya perjanjian perdagangannya,” tambah Airlangga, menunjukkan bahwa perjanjian dagang yang sudah berjalan efektif terbukti mampu membuka keran ekspor.

Secara keseluruhan, pemerintah sedang memainkan permainan catur ekonomi di tingkat global. Dengan fondasi industri manufaktur yang kuat di dalam negeri, langkah selanjutnya adalah membongkar tembok-tembok penghalang di luar.

Keberhasilan strategi ini akan menjadi penentu apakah target Indonesia untuk menjadi pemain utama dalam rantai pasok otomotif globaldapatterwujud.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Mitsubishi Pajero Targetkan...
Mitsubishi Pajero Targetkan Segmen yang Sama dengan Toyota Land Cruiser
Didukung TGRI, Eric...
Didukung TGRI, Eric Saputra Juara OMR Agya Mandalika
Lawan Toyota Yaris Cross,...
Lawan Toyota Yaris Cross, Hyundai i20 Berubah Ukuran
Toyota Fortuner Generasi...
Toyota Fortuner Generasi Terbaru Resmi Diperkenalkan, Ini Tampangnya
Lagi-lagi Akio Toyoda...
Lagi-lagi Akio Toyoda Serang Mobil Listrik, Kali Ini Berikut Penyebabnya
Konflik Iran Lumpuhkan...
Konflik Iran Lumpuhkan Ekspor Mobil Miliaran Dolar dari Asia ke Timur Tengah
Program Magang Toyota...
Program Magang Toyota 2026 Resmi Dibuka, Mahasiswa dan Fresh Graduate Merapat!
Ekspor Mobil Indonesia...
Ekspor Mobil Indonesia Diproyeksikan Tembus 500.000 Unit
Rekomendasi
Sujud Syukur, Amalan...
Sujud Syukur, Amalan Sunnah saat Mendapat Nikmat: Ini Dalil dan Bacaannya
Prabowo Ingatkan Gaji...
Prabowo Ingatkan Gaji Polisi Berasal dari Uang Rakyat: Jangan Justru Menyusahkan
Tarif Listrik Juli-September...
Tarif Listrik Juli-September Tak Naik, Cek Harga per kWh Semua Golongan
Berita Terkini
Volkswagen Group Disinyalir...
Volkswagen Group Disinyalir Akan Menjual Ducati?
Ber-DNA Lancer, Mitsubishi...
Ber-DNA Lancer, Mitsubishi Attrage 2026 Dipastikan Siap Diluncurkan
Mau Beli Mobil Baru...
Mau Beli Mobil Baru atau Bekas? OLX Kini Sediakan Keduanya dalam Satu Platform
Bawa SIMC ke PRJ 2026...
Bawa SIMC ke PRJ 2026 Bisa Dapat Subsidi Harga Kendaraan Listrik
Persoalan Dana Talangan...
Persoalan Dana Talangan Membebani Industri Otomotif China
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Infografis
Perusahaan dari 5 Negara...
Perusahaan dari 5 Negara Ini Siap Bangun Smelter Nikel di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved