Toraja Roadster Debut di IMX 2025, Perkawinan Kultur Lokal dan Teknik Modifikasi Global
Sabtu, 11 Oktober 2025 - 20:29 WIB
loading...
Kolaborasi Plan Paint dan Freeflow Kustom ini menjadi barometer baru industri modifikasi, melanjutkan jejak ikon global seperti Wataru Kato dalam mempromosikan identitas Indonesia di panggung dunia. Foto: NMAA
A
A
A
ICE BSD - Panggung Indonesia Modification & Lifestyle Expo (IMX) 2025 kembali menegaskan posisinya sebagai barometer utama industri modifikasi dan gaya hidup otomotif Asia Tenggara.
Momen puncaknya adalah peluncuran perdana Mazda MX-5 “Toraja Roadster”, proyek monumental yang merepresentasikan sinergi antara proposisi nilai teknologi cat dari Plan Paint Indonesia, keahlian artistik Freeflow Kustom, dan presisi teknis dari DeVilbiss.
Aksi korporasi Plan Paint untuk tampil sebagai exhibitor resmi tahun ini, setelah bertahun-tahun berperan di balik layar, menandai langkah strategis yang disambut positif oleh pasar.
Peluncuran ini bukan sekadar pameran produk, melainkan deklarasi kapabilitas teknis dan visi artistik.
“Mazda MX-5 kami pilih karena karakternya ringan, lincah, dan menyenangkan—kanvas yang sempurna untuk mengekspresikan filosofi Toraja Roadster,” ujar Fahmi Freeflow, custom painter yang menjadi nahkoda proyek ini.
“Kami ingin menghadirkan karya yang tidak hanya indah, tapi juga memiliki jiwa budaya dan teknik tinggi.”
Proyek ini menggunakan kombinasi warna kompleks seperti Candy Blackgold, Turquoise, dan Silver Hyper untuk memvisualisasikan semangat budaya Toraja dalam sebuah medium modern.
Jejak Wataru Kato dan Kebangkitan Identitas Lokal
![Toraja Roadster Debut di IMX 2025, Perkawinan Kultur Lokal dan Teknik Modifikasi Global]()
Watoru Kato menandatangani Toraja Roadster. Foto: NMAA
Peluncuran “Toraja Roadster” ini bukan fenomena yang berdiri sendiri. Ia adalah puncak dari tren yang telah berkembang selama bertahun-tahun di skena modifikasi Indonesia: perpaduan antara basis mobil Jepang (Japanese Domestic Market / JDM) dengan motif budaya asli Indonesia.
Tren ini tidak bisa dilepaskan dari pengaruh ikon otomotif global seperti Wataru Kato, pendiri Liberty Walk.
Kehadiran dan kolaborasi Kato dalam gelaran IMX di tahun-tahun sebelumnya secara efektif memberikan validasi dan inspirasi bagi para modifikator lokal. Kato membuktikan bahwa identitas lokal yang kuat, jika dieksekusi dengan standar global, justru menjadi nilai jual yang unik dan disegani di panggung internasional.
“Toraja Roadster” dapat dilihat sebagai manifestasi dari filosofi tersebut. Para kreatornya mengambil "tongkat estafet" dari semangat yang dipopulerkan oleh figur seperti Kato, menerjemahkannya dengan cita rasa yang khas Indonesia.
Sementara sektor livery dan pengecatan telah mencapai tingkat dunia, tantangan berikutnya bagi industri modifikasi nasional adalah mengimbangi kemajuan estetika ini dengan inovasi di sektor rekayasa performa (performance engineering) yang lebih mendalam.
“Proyek ini menjadi wadah eksplorasi seluruh teknologi terbaik dari lini produk Plan Paint,” ujar Anisa Andayani dari Plan Paint Indonesia. “Melalui IMX, kami ingin menunjukkan bahwa teknologi pengecatan asal Thailand ini bisa bersaing, sambil mendukung kreativitas seniman otomotif lokal.”
“Toraja Roadster ini bukan sekadar karya modifikasi, tapi simbol bagaimana sinergi antara produk berkualitas, ide kreatif, dan ketelitian teknis bisa menghasilkan sesuatu yang membanggakan,” ujar Andre Mulyadi, Project Director IMX 2025.
Untuk mengakses pameran, tiket On The Spot dijual seharga Rp 125.000 (Sabtu & Minggu), sudah termasuk kupon supergiveaway mobil Chery J6 dan Daihatsu Ayla. Sementara tiket premium Fastlane dengan akses lebih awal ditawarkan seharga Rp 1.000.000.
Secara keseluruhan, “Toraja Roadster” adalah cerminan dari ekosistem industri modifikasi Indonesia yang semakin matang: percaya diri dengan identitas budayanya, terinspirasi oleh standar global, dan didukung oleh platform komersial yang kuatsepertiIMX.
Momen puncaknya adalah peluncuran perdana Mazda MX-5 “Toraja Roadster”, proyek monumental yang merepresentasikan sinergi antara proposisi nilai teknologi cat dari Plan Paint Indonesia, keahlian artistik Freeflow Kustom, dan presisi teknis dari DeVilbiss.
Aksi korporasi Plan Paint untuk tampil sebagai exhibitor resmi tahun ini, setelah bertahun-tahun berperan di balik layar, menandai langkah strategis yang disambut positif oleh pasar.
Peluncuran ini bukan sekadar pameran produk, melainkan deklarasi kapabilitas teknis dan visi artistik.
“Mazda MX-5 kami pilih karena karakternya ringan, lincah, dan menyenangkan—kanvas yang sempurna untuk mengekspresikan filosofi Toraja Roadster,” ujar Fahmi Freeflow, custom painter yang menjadi nahkoda proyek ini.
“Kami ingin menghadirkan karya yang tidak hanya indah, tapi juga memiliki jiwa budaya dan teknik tinggi.”
Proyek ini menggunakan kombinasi warna kompleks seperti Candy Blackgold, Turquoise, dan Silver Hyper untuk memvisualisasikan semangat budaya Toraja dalam sebuah medium modern.
Jejak Wataru Kato dan Kebangkitan Identitas Lokal

Watoru Kato menandatangani Toraja Roadster. Foto: NMAA
Peluncuran “Toraja Roadster” ini bukan fenomena yang berdiri sendiri. Ia adalah puncak dari tren yang telah berkembang selama bertahun-tahun di skena modifikasi Indonesia: perpaduan antara basis mobil Jepang (Japanese Domestic Market / JDM) dengan motif budaya asli Indonesia.
Tren ini tidak bisa dilepaskan dari pengaruh ikon otomotif global seperti Wataru Kato, pendiri Liberty Walk.
Kehadiran dan kolaborasi Kato dalam gelaran IMX di tahun-tahun sebelumnya secara efektif memberikan validasi dan inspirasi bagi para modifikator lokal. Kato membuktikan bahwa identitas lokal yang kuat, jika dieksekusi dengan standar global, justru menjadi nilai jual yang unik dan disegani di panggung internasional.
“Toraja Roadster” dapat dilihat sebagai manifestasi dari filosofi tersebut. Para kreatornya mengambil "tongkat estafet" dari semangat yang dipopulerkan oleh figur seperti Kato, menerjemahkannya dengan cita rasa yang khas Indonesia.
Sementara sektor livery dan pengecatan telah mencapai tingkat dunia, tantangan berikutnya bagi industri modifikasi nasional adalah mengimbangi kemajuan estetika ini dengan inovasi di sektor rekayasa performa (performance engineering) yang lebih mendalam.
“Proyek ini menjadi wadah eksplorasi seluruh teknologi terbaik dari lini produk Plan Paint,” ujar Anisa Andayani dari Plan Paint Indonesia. “Melalui IMX, kami ingin menunjukkan bahwa teknologi pengecatan asal Thailand ini bisa bersaing, sambil mendukung kreativitas seniman otomotif lokal.”
IMX 2025: Platform Bisnis dan Barometer Kultur
Dengan tema “8VOLUTION”, IMX 2025 menegaskan perannya sebagai platform bisnis strategis. Gelaran tahun ini mempertemukan berbagai pilar industri, mulai dari kompetisi drift profesional D1 Grand Prix South East Asia Series, hingga penawaran produk eksklusif dengan diskon hingga 80% dan promo dari Banking Partner BCA (diskon tiket 50%, cashback hingga Rp 500 ribu, dan cicilan 0%).“Toraja Roadster ini bukan sekadar karya modifikasi, tapi simbol bagaimana sinergi antara produk berkualitas, ide kreatif, dan ketelitian teknis bisa menghasilkan sesuatu yang membanggakan,” ujar Andre Mulyadi, Project Director IMX 2025.
Untuk mengakses pameran, tiket On The Spot dijual seharga Rp 125.000 (Sabtu & Minggu), sudah termasuk kupon supergiveaway mobil Chery J6 dan Daihatsu Ayla. Sementara tiket premium Fastlane dengan akses lebih awal ditawarkan seharga Rp 1.000.000.
Secara keseluruhan, “Toraja Roadster” adalah cerminan dari ekosistem industri modifikasi Indonesia yang semakin matang: percaya diri dengan identitas budayanya, terinspirasi oleh standar global, dan didukung oleh platform komersial yang kuatsepertiIMX.
(dan)
Lihat Juga :