Aeon Akan Menjual Kendaraan Listrik BYD di Jepang
Selasa, 21 Oktober 2025 - 23:23 WIB
loading...
Aeon Akan Menjual Kendaraan Listrik BYD di Jepang. FOTO/ BYD
A
A
A
LONDON - Produsen kendaraan listrik (EV) China, BYD, akan menjalin kemitraan strategis dengan raksasa ritel Jepang, Aeon, pada akhir tahun ini. Langkah ini berpotensi mengubah struktur penjualan otomotif tradisional di Jepang, yang selama ini didominasi oleh jaringan dealer resmi Aeon.
Melalui perjanjian ini, Aeon akan bertindak sebagai perantara atas nama BYD dalam pemesanan dan kontrak penjualan kendaraan. Awalnya, sekitar 30 kompleks komersial dan supermarket Aeon di seluruh Jepang akan menyediakan ruang khusus untuk promosi dan pemesanan EV BYD.
Dalam jangka panjang, Aeon juga berencana untuk mengimpor kendaraan langsung dari BYD, sekaligus bekerja sama dengan dealer resmi yang ada untuk memamerkan model EV di lokasi mereka. BYD, sementara itu, menargetkan untuk menambah jumlah dealernya di Jepang menjadi 100 pada akhir tahun ini.
Salah satu daya tarik utama kemitraan ini adalah struktur harga baru yang lebih terjangkau. Aeon akan menetapkan harga sendiri dan menjalankan kampanye promosi eksklusif.
Sebagai contoh, BYD Dolphin, model EV kompak andalan perusahaan, dapat dibeli dengan harga sekitar ¥2 juta dibandingkan dengan harga awal ¥2,99 juta.
BYD kini memperkuat kehadirannya di Jepang, dengan pangsa pasar sekitar 20% dari total impor EV negara tersebut pada bulan September, menurut Asosiasi Importir Mobil Jepang (JAIA).
Dengan 164 gerai Aeon di seluruh Jepang, kemitraan ini berpotensi mengubah lanskap distribusi otomotif Jepang, yang selama ini bergantung pada jaringan dealer tradisional.
Langkah ini juga dipandang sebagai strategi global BYD dalam menghadapi pasar domestik Tiongkok yang semakin jenuh dan kompetitif.
Perusahaan ini dilaporkan memiliki inventaris senilai 150 miliar yuan (USD21 miliar) pada akhir Maret, dan kini berekspansi ke pasar internasional untuk menstabilkan penjualan.
Menariknya, BYD juga berencana meluncurkan mini-EV khusus untuk pasar Jepang pada tahun 2026, yang menandakan komitmen jangka panjang perusahaan terhadap pasar tersebut.
Meskipun penjualan EV di Jepang tumbuh sebesar 3% dalam periode April hingga September 2025, totalnya masih kecil, hanya 1% dari total penjualan kendaraan baru.
Salah satu faktor utamanya adalah lambatnya perkembangan infrastruktur pengisian daya, dibandingkan dengan negara lain yang tingkat penetrasi EV-nya sekitar 20%.
Melalui perjanjian ini, Aeon akan bertindak sebagai perantara atas nama BYD dalam pemesanan dan kontrak penjualan kendaraan. Awalnya, sekitar 30 kompleks komersial dan supermarket Aeon di seluruh Jepang akan menyediakan ruang khusus untuk promosi dan pemesanan EV BYD.
Dalam jangka panjang, Aeon juga berencana untuk mengimpor kendaraan langsung dari BYD, sekaligus bekerja sama dengan dealer resmi yang ada untuk memamerkan model EV di lokasi mereka. BYD, sementara itu, menargetkan untuk menambah jumlah dealernya di Jepang menjadi 100 pada akhir tahun ini.
Salah satu daya tarik utama kemitraan ini adalah struktur harga baru yang lebih terjangkau. Aeon akan menetapkan harga sendiri dan menjalankan kampanye promosi eksklusif.
Sebagai contoh, BYD Dolphin, model EV kompak andalan perusahaan, dapat dibeli dengan harga sekitar ¥2 juta dibandingkan dengan harga awal ¥2,99 juta.
BYD kini memperkuat kehadirannya di Jepang, dengan pangsa pasar sekitar 20% dari total impor EV negara tersebut pada bulan September, menurut Asosiasi Importir Mobil Jepang (JAIA).
Dengan 164 gerai Aeon di seluruh Jepang, kemitraan ini berpotensi mengubah lanskap distribusi otomotif Jepang, yang selama ini bergantung pada jaringan dealer tradisional.
Langkah ini juga dipandang sebagai strategi global BYD dalam menghadapi pasar domestik Tiongkok yang semakin jenuh dan kompetitif.
Perusahaan ini dilaporkan memiliki inventaris senilai 150 miliar yuan (USD21 miliar) pada akhir Maret, dan kini berekspansi ke pasar internasional untuk menstabilkan penjualan.
Menariknya, BYD juga berencana meluncurkan mini-EV khusus untuk pasar Jepang pada tahun 2026, yang menandakan komitmen jangka panjang perusahaan terhadap pasar tersebut.
Meskipun penjualan EV di Jepang tumbuh sebesar 3% dalam periode April hingga September 2025, totalnya masih kecil, hanya 1% dari total penjualan kendaraan baru.
Salah satu faktor utamanya adalah lambatnya perkembangan infrastruktur pengisian daya, dibandingkan dengan negara lain yang tingkat penetrasi EV-nya sekitar 20%.
(wbs)
Lihat Juga :