Bikin Geger! Chery Klaim Portofolio Tiggo Series Siap Tenggak Bensin E100, Murni Etanol!
Senin, 27 Oktober 2025 - 14:00 WIB
loading...
A
A
A
"Jadi sebenernya sih gini, yang namanya E itu merujuk pada yang diberikan sama pemerintah.
Saat ini kan memang untuk spesifikasi etanol memang memberikan E30. Tapi secara pengujian dari kami memang ada sampai E100," ujar Yusuf.
Yusuf menambahkan, strategi ini merupakan langkah proaktif perusahaan untuk menyelaraskan diri dengan berbagai regulasi. Menurutnya, Chery juga mengadopsi standar produksi global yang menyasar negara-negara dengan regulasi emisi ketat, sehingga teknologi tersebut kini tersedia untuk pasar Indonesia.
"Tapi gini maksud kami sebenarnya bahwa kita juga sambil memonitor dengan kondisi yang ada di pasar. Khawatirnya sekarang ya apalagi dengan kondisi saat ini, ada beberapa pihak yang akhirnya menolak bahan bakar tercampur dengan material lain," tutur Yusuf.
Menanggapi potensi keraguan konsumen tersebut, CSI telah menyiapkan langkah mitigasi sebagai bagian dari strategi layanan purnajual (after-sales). Yusuf menegaskan bahwa jaringan diler resmi akan proaktif memeriksa kondisi kendaraan konsumen saat melakukan perawatan berkala.
"Kita pastikan saat customer melakukan perawatan berkala, teknisi kita langsung memastikan dengan kondisi dari kendaraan pengguna menggunakan scanner. Supaya pada saat memang ada masalah muncul, dari temen-temen diler mengantisipasi terhadap hal yang berpotensi menjadi perusak atau penyebab kerusakan," tegasnya.
Saat ini kan memang untuk spesifikasi etanol memang memberikan E30. Tapi secara pengujian dari kami memang ada sampai E100," ujar Yusuf.
Yusuf menambahkan, strategi ini merupakan langkah proaktif perusahaan untuk menyelaraskan diri dengan berbagai regulasi. Menurutnya, Chery juga mengadopsi standar produksi global yang menyasar negara-negara dengan regulasi emisi ketat, sehingga teknologi tersebut kini tersedia untuk pasar Indonesia.
Mitigasi Risiko dan Sentimen Pasar
Meskipun secara teknis siap, Perseroan tetap memonitor sentimen pasar di Indonesia. CSI menyadari adanya kekhawatiran di sebagian kalangan publik terhadap penggunaan bahan bakar yang dicampur dengan material lain seperti etanol."Tapi gini maksud kami sebenarnya bahwa kita juga sambil memonitor dengan kondisi yang ada di pasar. Khawatirnya sekarang ya apalagi dengan kondisi saat ini, ada beberapa pihak yang akhirnya menolak bahan bakar tercampur dengan material lain," tutur Yusuf.
Menanggapi potensi keraguan konsumen tersebut, CSI telah menyiapkan langkah mitigasi sebagai bagian dari strategi layanan purnajual (after-sales). Yusuf menegaskan bahwa jaringan diler resmi akan proaktif memeriksa kondisi kendaraan konsumen saat melakukan perawatan berkala.
"Kita pastikan saat customer melakukan perawatan berkala, teknisi kita langsung memastikan dengan kondisi dari kendaraan pengguna menggunakan scanner. Supaya pada saat memang ada masalah muncul, dari temen-temen diler mengantisipasi terhadap hal yang berpotensi menjadi perusak atau penyebab kerusakan," tegasnya.
Lihat Juga :