Terungkap Alasan Honda Terjun ke Bisnis Roket, Ternyata Ini Harta Karun yang Diincar di 2030

Minggu, 02 November 2025 - 05:54 WIB
loading...
Terungkap Alasan Honda...
Program penelitian dan pengembangan roket reusable (RLV) Honda ternyata sudah dimulai sejak 2019, dengan target peluncuran suborbital pada 2029. Foto: Sindonews/Danang Arradian
A A A
TOKYO - Ada pemandangan unik di booth Honda Motor Co., Ltd. di pameran Japan Mobility Show 2025. Honda Motor, tidak hanya memamerkan mobil listrik, hidrogen, hingga motor konsep. Tapi juga pesawat jet dan kapal boat. Bahkan, sebuah roket!

Di tengah pameran, Honda menegaskan langkah diversifikasi strategisnya yang paling ambisius: pengembangan roket yang dapat digunakan kembali. Sebuah roket eksperimental setinggi 6,3 meter yang ditenagai oleh metana cair dipamerkan, menandai langkah serius perusahaan otomotif ini untuk masuk ke industri luar angkasa.

Perusahaan melihat peluncuran satelit sebagai langkah logis berikutnya dalam evolusinya sebagai "perusahaan mobilitas," yang tidak hanya mencakup mobil, sepeda motor, dan pesawat, tetapi juga mobilitas data.

Validasi Teknologi: Analisis Data Uji Coba 17 Juni
Terungkap Alasan Honda Terjun ke Bisnis Roket, Ternyata Ini Harta Karun yang Diincar di 2030

Langkah Honda ini didukung oleh data uji coba yang sukses. Pada 17 Juni 2025, pukul 16:15 waktu setempat, Honda R&D berhasil melakukan tes peluncuran dan pendaratan di fasilitasnya di Taiki Town, Hokkaido, Jepang.

Spesifikasi dan hasil tes adalah sebagai berikut:

Roket Eksperimental: Panjang 6,3 m, diameter 85 cm.

Bobot: 900 kg (kering) / 1.312 kg (basah).

Durasi Penerbangan: 56,6 detik.

Kinerja: Mencapai ketinggian 271,4 meter.

Akurasi Pendaratan: Mendarat dalam 37 cm dari titik target.

Keberhasilan pendaratan vertikal dengan akurasi 37 cm adalah metrik kunci. Ini memvalidasi teknologi stabilitas penerbangan, kontrol pendaratan, dan sistem powertrain metana cair Honda.

Meskipun skala (271,4m) masih terbilang kecil, keberhasilan ini adalah bukti konsep vital sebelum mengembangkan roket orbital yang "jauh lebih besar" yang mampu membawa muatan satelit seberat satu ton.

Dari Otomotif ke Infrastruktur Data

Investasi Honda di bidang roket, yang dimulai sekitar tahun 2019, adalah taruhan jangka panjang pada ekonomi data.

Manajemen Honda memproyeksikan peningkatan eksponensial dalam penggunaan layanan berbasis satelit, yang krusial untuk teknologi Honda di masa depan, seperti advanced driver
Honda menargetkan peluncuran suborbital pada 2029 dan peluncuran satelit ke orbit sekitar tahun 2030.

Ini adalah bagian dari strategi R&D yang lebih luas pasca-era ASIMO, yang kini juga berfokus pada robot kolaboratif untuk manufaktur.

Toshihiro Mibe, CEO Global Honda, menegaskan komitmen ini. "Terkait roket, sejak 5 tahun lalu kami melakukan penelitian, membuat roket-roket terbaru yang bisa menekan biaya. Bahkan membuat roket yang bisa diluncurkan dan bisa mendarat lagi," kata Mibe kepada media di Indonesia di kantor pusat Honda di Toranomon Alcea Office, Tokyo, Jepang.

"Kami memproyeksikan membuat roket lebih besar lagi yang bisa diluncurkan hingga 2030. Semua terkait bisnis Honda yang terkait mobilitas."

Mibe mengatakan, penelitian roket adalah upaya yang berarti yang memanfaatkan kekuatan teknologi Honda. “Batas berikutnya adalah ruang angkasa dengan roket yang berkelanjutan."
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kiamat Kecil di Markas...
Kiamat Kecil di Markas Honda: Proyek EV Batal, Kerugian Pertama dalam 70 Tahun di Depan Mata
Dibalik Kalimat Jujur...
Dibalik Kalimat Jujur Bos Honda: Kita Nggak Punya Kesempatan Menang dengan China
Tahan Dihantam Roket...
Tahan Dihantam Roket RPG, Toyota Land Cruiser Ini Selamatkan Nyawa Wali Kota dari Maut
Menguji DNA Honda di...
Menguji DNA Honda di Era Elektrifikasi: Review Eksklusif Honda Super One & Honda Prelude Hybrid
Melihat Langsung Laboratorium...
Melihat Langsung Laboratorium Penelitian Etanol raBit di Fukushima
6 Generasi Honda CR-V!...
6 Generasi Honda CR-V! Terjual 15 Juta Unit, Dulu Punya Meja Lipat Kini Jadi Mobil Hidrogen!
PT GLI Bantah Giorgio...
PT GLI Bantah Giorgio Antonio CEO dan Pemilik Perusahaan, Ini Klarifikasi Lengkapnya!
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
Roket Blue Origin Meledak...
Roket Blue Origin Meledak saat Uji Coba, Kemunduran Terbaru bagi Miliarder Jeff Bezos
Rekomendasi
Warga Jakarta Bangun...
Warga Jakarta Bangun Gerakan Bersama Perangi Polusi Udara
Kajari Serdang Bedagai...
Kajari Serdang Bedagai Diamankan Kejagung, Diduga Tak Profesional
Purbaya Buka Suara Soal...
Purbaya Buka Suara Soal Penolakan Rencana Tambah Layer Cukai Rokok
Berita Terkini
Motor Listrik Rp32 Juta...
Motor Listrik Rp32 Juta yang Tak Takut Jalan Rusak: Tyranno X Hadir di Jakarta Fair
Digas Wapres Gibran...
Digas Wapres Gibran di Papua, Ini Spesifikasi Yadea Velax H
Mobil Jepang Lawas Tetap...
Mobil Jepang Lawas Tetap Rebut Perhatian Penggemar Modifikasi, Ini Alasannya!
Mengapa Batmobile Tumbler...
Mengapa Batmobile Tumbler Seharga Rp 53,5 Miliar Menjadi Mobil Terlangka di Dunia?
KTM 790 Duke 2027 Diperkenalkan...
KTM 790 Duke 2027 Diperkenalkan Kini Lebih Agresif
Kawin Silang JLR dan...
Kawin Silang JLR dan Chery: Freelander 8 Lahir, Eropa Ketar-ketir!
Infografis
Ini Alasan Mengapa Tanaman...
Ini Alasan Mengapa Tanaman Ganja Harus Ditanam di Ketinggian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved