Toyota Hadirkan Mesin V8 Baru untuk Gazoo Racing di JMS 2025
Senin, 03 November 2025 - 09:28 WIB
loading...
Toyota kenalkan jajaran mesin baru. FOTO/ DOK SindoNews
A
A
A
TOKYO - Toyota akhirnya memperkenalkan mesin V8 baru yang akan menggerakkan mobil andalannya yang berperforma tinggi di bawah divisi Gazoo Racing (GR).
Hal tersebut dikonfirmasi oleh Presiden Divisi Powertrain Toyota, Takashi Uehara, di Japan Mobility Show 2025.
Menurut Uehara, mesin V8 ini didasarkan pada keluarga mesin bensin modular baru Toyota yang terdiri dari unit 1.5L dan 2.0L, dengan desain yang lebih ringan dan ringkas.
Pada model konsep GR Yaris M bermesin tengah, unit 2.0L "G20E" menargetkan tenaga lebih dari 400hp, dan Uehara menjelaskan bahwa mesin V8 baru ini "sangat mirip" dengan unit empat silinder, tetapi dengan tenaga yang jauh lebih besar berkat tambahan empat silinder dan dua turbocharger.
Menariknya, Uehara juga mengonfirmasi bahwa mesin V8 baru ini akan menjadi bagian dari sistem hibrida, bukan hibrida plug-in (PHEV). Ini berarti sistem ini dirancang untuk meningkatkan performa dan efisiensi tanpa perlu pengisian daya eksternal.
Sumber industri memperkirakan mesin ini akan digunakan pada supercar berbasis GT3 Toyota, yang akan diperkenalkan sekitar bulan Desember. Mesin ini diharapkan menjadi jantung dari model unggulan GR baru yang menggabungkan teknologi balap dan jalan raya.
Dalam sesi yang sama, Uehara juga mengisyaratkan bahwa mesin ini tidak eksklusif untuk Toyota. Lexus juga akan menggunakan versi V8 dalam versi produksi Lexus Sport Concept yang baru-baru ini dipamerkan.
"Anda bisa berharap—Anda melihat mobil sport baru Lexus? Itu dia..." katanya, menambahkan bahwa penyetelan mesin untuk Lexus akan berbeda dari versi Toyota.
"Mungkin Lexus akan mendapatkan versi yang lebih 'lembut', sementara Toyota akan menggunakan konfigurasi yang lebih 'berotot' dan bertenaga," ujarnya.
Pengembangan mesin V8 baru ini juga masuk akal dari sudut pandang ekonomi. Memproduksi mesin yang benar-benar baru untuk model eksklusif sulit dibenarkan dari segi biaya, tetapi jika juga digunakan pada model Lexus dan mobil balap GT3, investasinya akan lebih berharga dan memperkuat skala ekonomis.
Toyota bukan satu-satunya produsen yang masih berkomitmen pada V8. Mercedes-AMG juga sedang mengembangkan V8 generasi baru, sementara BMW telah mengonfirmasi bahwa mereka akan menyesuaikan mesin V8 yang ada dengan standar emisi di masa mendatang.
Porsche (di bawah grup Volkswagen) juga berniat mempertahankan mesin V8 hingga tahun 2030-an.
Dengan konfirmasi resmi ini, jelas bahwa mesin V8 belum menuju liang lahat. Toyota membuktikan bahwa meskipun era elektrifikasi semakin menguat, mesin pembakaran internal yang bertenaga masih memiliki tempat, terutama di dunia performa tinggi dan olahraga bermotor.
Hal tersebut dikonfirmasi oleh Presiden Divisi Powertrain Toyota, Takashi Uehara, di Japan Mobility Show 2025.
Menurut Uehara, mesin V8 ini didasarkan pada keluarga mesin bensin modular baru Toyota yang terdiri dari unit 1.5L dan 2.0L, dengan desain yang lebih ringan dan ringkas.
Pada model konsep GR Yaris M bermesin tengah, unit 2.0L "G20E" menargetkan tenaga lebih dari 400hp, dan Uehara menjelaskan bahwa mesin V8 baru ini "sangat mirip" dengan unit empat silinder, tetapi dengan tenaga yang jauh lebih besar berkat tambahan empat silinder dan dua turbocharger.
Menariknya, Uehara juga mengonfirmasi bahwa mesin V8 baru ini akan menjadi bagian dari sistem hibrida, bukan hibrida plug-in (PHEV). Ini berarti sistem ini dirancang untuk meningkatkan performa dan efisiensi tanpa perlu pengisian daya eksternal.
Sumber industri memperkirakan mesin ini akan digunakan pada supercar berbasis GT3 Toyota, yang akan diperkenalkan sekitar bulan Desember. Mesin ini diharapkan menjadi jantung dari model unggulan GR baru yang menggabungkan teknologi balap dan jalan raya.
Dalam sesi yang sama, Uehara juga mengisyaratkan bahwa mesin ini tidak eksklusif untuk Toyota. Lexus juga akan menggunakan versi V8 dalam versi produksi Lexus Sport Concept yang baru-baru ini dipamerkan.
"Anda bisa berharap—Anda melihat mobil sport baru Lexus? Itu dia..." katanya, menambahkan bahwa penyetelan mesin untuk Lexus akan berbeda dari versi Toyota.
"Mungkin Lexus akan mendapatkan versi yang lebih 'lembut', sementara Toyota akan menggunakan konfigurasi yang lebih 'berotot' dan bertenaga," ujarnya.
Pengembangan mesin V8 baru ini juga masuk akal dari sudut pandang ekonomi. Memproduksi mesin yang benar-benar baru untuk model eksklusif sulit dibenarkan dari segi biaya, tetapi jika juga digunakan pada model Lexus dan mobil balap GT3, investasinya akan lebih berharga dan memperkuat skala ekonomis.
Toyota bukan satu-satunya produsen yang masih berkomitmen pada V8. Mercedes-AMG juga sedang mengembangkan V8 generasi baru, sementara BMW telah mengonfirmasi bahwa mereka akan menyesuaikan mesin V8 yang ada dengan standar emisi di masa mendatang.
Porsche (di bawah grup Volkswagen) juga berniat mempertahankan mesin V8 hingga tahun 2030-an.
Dengan konfirmasi resmi ini, jelas bahwa mesin V8 belum menuju liang lahat. Toyota membuktikan bahwa meskipun era elektrifikasi semakin menguat, mesin pembakaran internal yang bertenaga masih memiliki tempat, terutama di dunia performa tinggi dan olahraga bermotor.
(wbs)
Lihat Juga :