Menguji DNA Honda di Era Elektrifikasi: Review Eksklusif Honda Super One & Honda Prelude Hybrid
Rabu, 12 November 2025 - 18:40 WIB
loading...
A
A
A
Senjata ketiga, dan ini menurut SindoNews yang paling 'gila' dan paling Honda: Virtual Multi-Gear Shift Control.
Mobil ini, punya transmisi virtual!
Saat SindoNews masuk tikungan, langsung turunkan gigi (down shift). Dan saat keluar tikungan dia mensimulasikan sensasi perpindahan gigi transmisi manual atau konvensional!
Ini jenius! Ini benar-benar mengubah permainan!
![Menguji DNA Honda di Era Elektrifikasi: Review Eksklusif Honda Super One & Honda Prelude Hybrid]()
Rasa 'kosong' saat mengendarai EV langsung hilang. Kita jadi terlibat aktif. Kita harus 'memindahkan gigi' di waktu yang tepat untuk dapat tenaga maksimal keluar tikungan.
DNA Honda-nya keluar banget di sini. Mereka tidak hanya cuma jual "transportasi", tapi menjual "pengalaman berkendara".
Dan karena ini EV, baterainya di bawah. Pusat gravitasinya (center of gravity) rendah. Diajak menikung tajam? Nempel di aspal! Presisi setirnya juga terasa 'Honda' banget.
Ini mobil listrik pertama yang SindoNews coba, yang sukses bikin tertawa saking serunya!
Super One. Ini adalah bukti. Bukti bahwa Toshihiro Mibe, sang CEO, tidak main-main saat bilang "Fun to Drive tetap menjadi DNA kami."
Oke, jujur, mobil ini melampaui ekspektasi SindoNews. Tapi, petualangan belum selesai.
Jika Super One adalah masa depan murni listrik, mobil berikutnya adalah jembatan sempurna antara masa lalu dan masa depan.
Saatnya kita hidupkan kembali sang legenda: Honda Prelude!
Honda Prelude, Kembalinya Sang Legenda
Nama "Prelude" punya tempat spesial di hati para penggemar Honda. Ini adalah ikon coupe 90-an. Dan sekarang, dia kembali.
Lihat desainnya. Ini adalah coupe 2 pintu yang dewasa. Siluetnya klasik, tapi modern. Lampu LED-nya tipis dan tajam, grill-nya minimalis. Dia tidak berteriak, "lihat saya!"... tapi Anda pasti akan menoleh.
Ini adalah Prelude e:HEV. Ya, sebuah mobil sport hybrid.
![Menguji DNA Honda di Era Elektrifikasi: Review Eksklusif Honda Super One & Honda Prelude Hybrid]()
Tapi ini bagian yang menarik. Meski Honda Prelude adalah coupe 2 pintu, mobil itu praktis! Bagasinya punya model liftback, jadi bukaan belakangnya besar dan sangat luas.
Dan di dalam, konfigurasinya 2+2. Artinya ada kursi belakang. Oke, mungkin sempit untuk orang dewasa dalam perjalanan jauh, tapi cukup untuk tas atau anak-anak. Dan kursinya bisa dilipat. Ini membuatnya jauh lebih praktis untuk dipakai harian.
Di balik kap mesin ini, ada sistem hybrid e:HEV yang menggabungkan mesin bensin 2.0 liter dengan motor listrik ganda. Tenaga gabungannya? Sekitar 200 tenaga kuda.
![Menguji DNA Honda di Era Elektrifikasi: Review Eksklusif Honda Super One & Honda Prelude Hybrid]()
Tapi, 200 tenaga kuda itu biasa saja kan? Tunggu dulu. Rahasia Prelude bukan di tenaganya, tapi di kaki-kaki-nya.
Honda membocorkan rahasia terbesarnya: Prelude ini mengadopsi sasis dan komponen suspensi dari: Civic Type R! Ini termasuk suspensi depan dual-axis yang super canggih (untuk mengurangi torque steer) dan damper aktif. Ini gila.
Seperti memasang kaki-kaki atlet profesional ke tubuh seorang eksekutif muda.
Ekspektasi SindoNews langsung meroket. Apakah Prelude ini hanyalah coupe cantik, atau benar-benar 'Type R' yang menyamar?
Mobil ini, punya transmisi virtual!
Saat SindoNews masuk tikungan, langsung turunkan gigi (down shift). Dan saat keluar tikungan dia mensimulasikan sensasi perpindahan gigi transmisi manual atau konvensional!
Ini jenius! Ini benar-benar mengubah permainan!

Rasa 'kosong' saat mengendarai EV langsung hilang. Kita jadi terlibat aktif. Kita harus 'memindahkan gigi' di waktu yang tepat untuk dapat tenaga maksimal keluar tikungan.
DNA Honda-nya keluar banget di sini. Mereka tidak hanya cuma jual "transportasi", tapi menjual "pengalaman berkendara".
Dan karena ini EV, baterainya di bawah. Pusat gravitasinya (center of gravity) rendah. Diajak menikung tajam? Nempel di aspal! Presisi setirnya juga terasa 'Honda' banget.
Ini mobil listrik pertama yang SindoNews coba, yang sukses bikin tertawa saking serunya!
Super One. Ini adalah bukti. Bukti bahwa Toshihiro Mibe, sang CEO, tidak main-main saat bilang "Fun to Drive tetap menjadi DNA kami."
Oke, jujur, mobil ini melampaui ekspektasi SindoNews. Tapi, petualangan belum selesai.
Jika Super One adalah masa depan murni listrik, mobil berikutnya adalah jembatan sempurna antara masa lalu dan masa depan.
Saatnya kita hidupkan kembali sang legenda: Honda Prelude!
Honda Prelude, Kembalinya Sang Legenda
![Menguji DNA Honda di Era Elektrifikasi: Review Eksklusif Honda Super One & Honda Prelude Hybrid]()
Nama "Prelude" punya tempat spesial di hati para penggemar Honda. Ini adalah ikon coupe 90-an. Dan sekarang, dia kembali.
Lihat desainnya. Ini adalah coupe 2 pintu yang dewasa. Siluetnya klasik, tapi modern. Lampu LED-nya tipis dan tajam, grill-nya minimalis. Dia tidak berteriak, "lihat saya!"... tapi Anda pasti akan menoleh.
Ini adalah Prelude e:HEV. Ya, sebuah mobil sport hybrid.

Tapi ini bagian yang menarik. Meski Honda Prelude adalah coupe 2 pintu, mobil itu praktis! Bagasinya punya model liftback, jadi bukaan belakangnya besar dan sangat luas.
Dan di dalam, konfigurasinya 2+2. Artinya ada kursi belakang. Oke, mungkin sempit untuk orang dewasa dalam perjalanan jauh, tapi cukup untuk tas atau anak-anak. Dan kursinya bisa dilipat. Ini membuatnya jauh lebih praktis untuk dipakai harian.
Di balik kap mesin ini, ada sistem hybrid e:HEV yang menggabungkan mesin bensin 2.0 liter dengan motor listrik ganda. Tenaga gabungannya? Sekitar 200 tenaga kuda.

Tapi, 200 tenaga kuda itu biasa saja kan? Tunggu dulu. Rahasia Prelude bukan di tenaganya, tapi di kaki-kaki-nya.
Honda membocorkan rahasia terbesarnya: Prelude ini mengadopsi sasis dan komponen suspensi dari: Civic Type R! Ini termasuk suspensi depan dual-axis yang super canggih (untuk mengurangi torque steer) dan damper aktif. Ini gila.
Seperti memasang kaki-kaki atlet profesional ke tubuh seorang eksekutif muda.
Ekspektasi SindoNews langsung meroket. Apakah Prelude ini hanyalah coupe cantik, atau benar-benar 'Type R' yang menyamar?
Lihat Juga :