Ini Alasan BYD Gempur Pasar Jepang dengan Racco
Minggu, 16 November 2025 - 17:38 WIB
loading...
A
A
A
Namun, pasar mobil listrik Jepang didominasi oleh merek-merek domestik. Suzuki menguasai sekitar 38%, Daihatsu 22%, dan Honda 19%. Produsen mobil asing lainnya kurang berhasil. Untuk bersaing, BYD harus merancang Racco dari awal agar memenuhi peraturan mobil listrik Jepang yang ketat terkait ukuran, tenaga, dan kapasitas penumpang.
Ada pula alasan strategis yang kuat: Suzuki telah secara terbuka menandai BYD sebagaiancaman signifikandi sektor K-Car, yang menggarisbawahi keseriusan BYD di segmen ini.
Racco ditampilkan dengan dimensi yang berfokus pada kota yang disesuaikan untuk jalan perkotaan Jepang.
Dari sisi biaya, K-Cars diuntungkan oleh harga beli yang lebih rendah, konsumsi energi yang lebih rendah, biaya perawatan yang lebih rendah, dan insentif pajak yang menguntungkan. Model listrik khususnya dapat menerima subsidi hingga 550.000 yen, atau sekitar USD3.570.
Sementara itu, karena Racco eksklusif untuk Jepang dan harganya lebih rendah daripada kendaraan listrik penumpang pada umumnya, BYD harus menjalankan operasinya secara efisien. Menurut JP Morgan, kontribusi Racco terhadap pendapatan BYD pada tahun 2026 kemungkinan hanya 1-2%.
Ada pula alasan strategis yang kuat: Suzuki telah secara terbuka menandai BYD sebagaiancaman signifikandi sektor K-Car, yang menggarisbawahi keseriusan BYD di segmen ini.
Racco ditampilkan dengan dimensi yang berfokus pada kota yang disesuaikan untuk jalan perkotaan Jepang.
Dari sisi biaya, K-Cars diuntungkan oleh harga beli yang lebih rendah, konsumsi energi yang lebih rendah, biaya perawatan yang lebih rendah, dan insentif pajak yang menguntungkan. Model listrik khususnya dapat menerima subsidi hingga 550.000 yen, atau sekitar USD3.570.
Sementara itu, karena Racco eksklusif untuk Jepang dan harganya lebih rendah daripada kendaraan listrik penumpang pada umumnya, BYD harus menjalankan operasinya secara efisien. Menurut JP Morgan, kontribusi Racco terhadap pendapatan BYD pada tahun 2026 kemungkinan hanya 1-2%.
Lihat Juga :