GJAW 2025 Dibajak Roda Dua! Jajal Liarnya Tuareg hingga Senyapnya Tyranno EV di ICE BSD
Selasa, 25 November 2025 - 15:13 WIB
loading...
Berbagai merek motor, mulai legenda Italia hingga inovator listrik lokal, menantang pengunjung GJAW 2025 untuk memutar gas di area test ride ICE BSD City hingga 30 November mendatang. Foto: Sindonews/Muhamad Fadli Ramadan
A
A
A
ICE BSD - Tangerang bukan sekadar panggung bagi kemewahan roda empat yang angkuh. Di tengah hiruk-pikuk Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025 yang digelar di ICE BSD City, terselip pemberontakan kecil dari sembilan merek roda dua yang menolak sekadar menjadi pelengkap.
Dari gahar mesin Italia hingga senyap mematikan motor listrik, aspal ICE BSD City menantang nyali pengunjung untuk tak sekadar menonton, melainkan memutar selongsong gas dan merasakan sensasi berkendara yang nyata.
Perhelatan yang berlangsung sejak 21 hingga 30 November 2025 ini sejatinya adalah pesta akhir tahun bagi industri otomotif.
Meski didominasi oleh lebih dari 80 merek kendaraan, kehadiran segmen roda dua memberikan warna tersendiri dalam peta persaingan mobilitas.
Ini bukan sekadar pameran, melainkan arena pembuktian performa bagi Aprilia, DIBAO, Indomobil E-Motor, Moto Guzzi, Polytron, Piaggio, Royal Enfield, Scomadi, dan sang ikon skuter, Vespa.
Anton Kumonty, Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara GJAW, menegaskan bahwa pameran ini adalah tentang pengalaman empiris, bukan sekadar visual.
"Kami mengundang para pengunjung untuk datang ke GJAW 2025 dan menikmati secara langsung sensasi mencoba kendaraan impian di area test ride. Ini adalah kesempatan terbaik untuk merasakan performa, teknologi, dan kenyamanan kendaraan terbaru sebelum menentukan pilihan," ujar Anton.
Pergeseran Gaya Hidup dan Elektrifikasi
Kehadiran merek-merek ini mengindikasikan pergeseran strategi pasar yang menarik. GJAW yang lazimnya menjadi lumbung penjualan mobil akhir tahun, kini dibidik sebagai etalase gaya hidup bagi pengendara motor premium dan early adopter kendaraan listrik.
Di segmen gaya hidup dan petualangan, Aprilia menurunkan unit Tuareg, sinyal kuat bahwa pasar motor petualang kelas menengah masih sangat seksi di mata konsumen Indonesia.
Sementara itu, Royal Enfield mencoba mempertahankan dominasinya di segmen klasik dengan menghadirkan Shotgun 650 dan Classic 350. Scomadi, pemain niche skuter Inggris, tak mau kalah dengan menyodorkan Technica 200i Adventure, menantang Vespa yang tetap setia dengan pesona Primavera-nya. Tak ketinggalan, Moto Guzzi membawa seri Moto Guzzi 7 untuk para penikmat mesin V-twin transversal yang eksentrik.
Namun, sorotan tajam justru tertuju pada gempuran motor listrik. Polytron tampil agresif dengan FOX 200 dan FOX 350, mencoba membuktikan bahwa motor listrik lokal mampu bersaing secara performa, bukan hanya harga.
Indomobil E-Motor bahkan menurunkan tiga amunisi sekaligus: Tyranno EV, Sprinto, dan Adora EV. Di sisi lain, DIBAO memperkenalkan Dolpin dan Nitros.
Banyaknya varian listrik di area test ride ini menjadi indikator bahwa pasar roda dua sedang dalam fase transisi serius. Para pabrikan tak lagi sekadar menjual janji hemat energi, tetapi menuntut konsumen merasakan torsi instan yang menjadi karakter utama motor listrik.
Syarat dan Harga Tiket
Bagi pengunjung yang ingin menjajal deretan kuda besi tersebut, prosedurnya dirancang ketat demi keamanan.
Pengunjung wajib melakukan registrasi data diri, menunjukkan Surat Izin Mengemudi (SIM C) yang masih aktif, serta mengenakan perlengkapan berkendara lengkap. Kedisiplinan menjaga batas kecepatan dan mematuhi arahan petugas di area uji coba menjadi harga mati yang tak bisa ditawar.
Untuk menikmati seluruh sajian otomotif ini, panitia mematok harga tiket yang variatif namun tetap terjangkau.
Pembelian secara daring (online) dibanderol Rp 35.000 untuk hari kerja (weekdays) dan Rp 70.000 untuk akhir pekan (weekend). Sementara bagi pengunjung yang membeli tiket di lokasi (on the spot), harga dipatok sedikit lebih tinggi, yakni Rp 50.000 untuk hari kerja dan Rp 80.000 untuk akhir pekan.
GJAW 2025 membuktikan bahwa panggung otomotif bukan melulu soal mobil. Di lintasan uji coba, motor-motor ini siap membuktikan siapa yang paling layak dipinang untuk menemani mobilitastahundepan.
Dari gahar mesin Italia hingga senyap mematikan motor listrik, aspal ICE BSD City menantang nyali pengunjung untuk tak sekadar menonton, melainkan memutar selongsong gas dan merasakan sensasi berkendara yang nyata.
Perhelatan yang berlangsung sejak 21 hingga 30 November 2025 ini sejatinya adalah pesta akhir tahun bagi industri otomotif.
Meski didominasi oleh lebih dari 80 merek kendaraan, kehadiran segmen roda dua memberikan warna tersendiri dalam peta persaingan mobilitas.
Ini bukan sekadar pameran, melainkan arena pembuktian performa bagi Aprilia, DIBAO, Indomobil E-Motor, Moto Guzzi, Polytron, Piaggio, Royal Enfield, Scomadi, dan sang ikon skuter, Vespa.
Anton Kumonty, Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara GJAW, menegaskan bahwa pameran ini adalah tentang pengalaman empiris, bukan sekadar visual.
"Kami mengundang para pengunjung untuk datang ke GJAW 2025 dan menikmati secara langsung sensasi mencoba kendaraan impian di area test ride. Ini adalah kesempatan terbaik untuk merasakan performa, teknologi, dan kenyamanan kendaraan terbaru sebelum menentukan pilihan," ujar Anton.
Pergeseran Gaya Hidup dan Elektrifikasi
![GJAW 2025 Dibajak Roda Dua! Jajal Liarnya Tuareg hingga Senyapnya Tyranno EV di ICE BSD]()
Kehadiran merek-merek ini mengindikasikan pergeseran strategi pasar yang menarik. GJAW yang lazimnya menjadi lumbung penjualan mobil akhir tahun, kini dibidik sebagai etalase gaya hidup bagi pengendara motor premium dan early adopter kendaraan listrik.
Di segmen gaya hidup dan petualangan, Aprilia menurunkan unit Tuareg, sinyal kuat bahwa pasar motor petualang kelas menengah masih sangat seksi di mata konsumen Indonesia.
Sementara itu, Royal Enfield mencoba mempertahankan dominasinya di segmen klasik dengan menghadirkan Shotgun 650 dan Classic 350. Scomadi, pemain niche skuter Inggris, tak mau kalah dengan menyodorkan Technica 200i Adventure, menantang Vespa yang tetap setia dengan pesona Primavera-nya. Tak ketinggalan, Moto Guzzi membawa seri Moto Guzzi 7 untuk para penikmat mesin V-twin transversal yang eksentrik.
Namun, sorotan tajam justru tertuju pada gempuran motor listrik. Polytron tampil agresif dengan FOX 200 dan FOX 350, mencoba membuktikan bahwa motor listrik lokal mampu bersaing secara performa, bukan hanya harga.
Indomobil E-Motor bahkan menurunkan tiga amunisi sekaligus: Tyranno EV, Sprinto, dan Adora EV. Di sisi lain, DIBAO memperkenalkan Dolpin dan Nitros.
Banyaknya varian listrik di area test ride ini menjadi indikator bahwa pasar roda dua sedang dalam fase transisi serius. Para pabrikan tak lagi sekadar menjual janji hemat energi, tetapi menuntut konsumen merasakan torsi instan yang menjadi karakter utama motor listrik.
Syarat dan Harga Tiket
![GJAW 2025 Dibajak Roda Dua! Jajal Liarnya Tuareg hingga Senyapnya Tyranno EV di ICE BSD]()
Bagi pengunjung yang ingin menjajal deretan kuda besi tersebut, prosedurnya dirancang ketat demi keamanan.
Pengunjung wajib melakukan registrasi data diri, menunjukkan Surat Izin Mengemudi (SIM C) yang masih aktif, serta mengenakan perlengkapan berkendara lengkap. Kedisiplinan menjaga batas kecepatan dan mematuhi arahan petugas di area uji coba menjadi harga mati yang tak bisa ditawar.
Untuk menikmati seluruh sajian otomotif ini, panitia mematok harga tiket yang variatif namun tetap terjangkau.
Pembelian secara daring (online) dibanderol Rp 35.000 untuk hari kerja (weekdays) dan Rp 70.000 untuk akhir pekan (weekend). Sementara bagi pengunjung yang membeli tiket di lokasi (on the spot), harga dipatok sedikit lebih tinggi, yakni Rp 50.000 untuk hari kerja dan Rp 80.000 untuk akhir pekan.
GJAW 2025 membuktikan bahwa panggung otomotif bukan melulu soal mobil. Di lintasan uji coba, motor-motor ini siap membuktikan siapa yang paling layak dipinang untuk menemani mobilitastahundepan.
(dan)
Lihat Juga :