Hasil Riset: Mobil Listrik hanya Hemat di Perkotaan Bukan di Jalan Tol
Senin, 01 Desember 2025 - 09:20 WIB
loading...
Mobil listrik Xiaomi. FOTO/ CNC
A
A
A
BEIJING - Kendaraan listrik atau EV lebih hemat energi saat berkendara di perkotaan (di dalam kota) dibandingkan dengan kendaraan bermesin bensin atau diesel (ICE).
Di antara studi yang dilakukan adalah studi yang dilakukan oleh Mamarikas, Doulgeris, dan rekan-rekan pada tahun 2022 yang menunjukkan bahwa konsumsi energi terendah untuk EV adalah saat berkendara berhenti-jalan seperti di perkotaan.
EV juga mampu menghasilkan energi saat pengereman dan menggunakan energi minimal saat berhenti.
Studi ini selanjutnya membuktikan bahwa kendaraan ICE menggunakan lebih banyak energi saat berkendara di perkotaan, sementara saat berhenti-jalan akan menggunakan lebih banyak energi saat berakselerasi kembali.
Kendaraan ICE juga menggunakan lebih banyak energi (dibandingkan dengan EV) saat berhenti dan tidak memiliki kemampuan untuk menghasilkan energi.
Namun, situasinya terbalik ketika kecepatan meningkat dan kondisi lalu lintas menjadi lancar, seperti di jalan tol.
Kendaraan ICE menjadi lebih hemat bahan bakar di jalan tol dibandingkan dengan EV.
Salah satu alasan yang dapat diinterpretasikan adalah bahwa mesin dan transmisi pada mesin pembakaran internal (ICE) lebih cocok untuk kecepatan tinggi dan stabil. Keduanya berada dalam kondisi paling "santai" saat dikendarai pada kecepatan jalan raya dan kondisi lalu lintas lancar.
Di sisi lain, kendaraan listrik (EV) menggunakan lebih banyak energi pada kecepatan tinggi karena harus terus-menerus melawan hambatan udara.
Selain itu, kondisi lalu lintas lancar secara terus-menerus mengurangi kemampuan EV untuk menghasilkan energi.
Di antara studi yang dilakukan adalah studi yang dilakukan oleh Mamarikas, Doulgeris, dan rekan-rekan pada tahun 2022 yang menunjukkan bahwa konsumsi energi terendah untuk EV adalah saat berkendara berhenti-jalan seperti di perkotaan.
EV juga mampu menghasilkan energi saat pengereman dan menggunakan energi minimal saat berhenti.
Studi ini selanjutnya membuktikan bahwa kendaraan ICE menggunakan lebih banyak energi saat berkendara di perkotaan, sementara saat berhenti-jalan akan menggunakan lebih banyak energi saat berakselerasi kembali.
Kendaraan ICE juga menggunakan lebih banyak energi (dibandingkan dengan EV) saat berhenti dan tidak memiliki kemampuan untuk menghasilkan energi.
Namun, situasinya terbalik ketika kecepatan meningkat dan kondisi lalu lintas menjadi lancar, seperti di jalan tol.
Kendaraan ICE menjadi lebih hemat bahan bakar di jalan tol dibandingkan dengan EV.
Salah satu alasan yang dapat diinterpretasikan adalah bahwa mesin dan transmisi pada mesin pembakaran internal (ICE) lebih cocok untuk kecepatan tinggi dan stabil. Keduanya berada dalam kondisi paling "santai" saat dikendarai pada kecepatan jalan raya dan kondisi lalu lintas lancar.
Di sisi lain, kendaraan listrik (EV) menggunakan lebih banyak energi pada kecepatan tinggi karena harus terus-menerus melawan hambatan udara.
Selain itu, kondisi lalu lintas lancar secara terus-menerus mengurangi kemampuan EV untuk menghasilkan energi.
(wbs)
Lihat Juga :