Melibas Tanjakan Lombok dengan Senyap: Pembuktian Nakal Armada Hybrid Toyota
Jum'at, 05 Desember 2025 - 08:54 WIB
loading...
Menyaksikan ketangguhan lini Hybrid Toyota melibas tanjakan ekstrem Lombok dan mengunjungi dealer seluas 55 hektar, bukti bahwa masa depan elektrifikasi sudah siap. Foto: TAM
A
A
A
LOMBOK - Jalanan aspal Lombok yang membelah perbukitan bukan sekadar jalur transportasi, melainkan kanvas pembuktian bagi teknologi masa depan.
Di bawah terik matahari Nusa Tenggara Barat (NTB), PT Toyota-Astra Motor (TAM) menggelar hajatan besar bertajuk Toyota Eco Journey & GR Trackday, sebuah ekspedisi yang menantang nalar: bisakah kendaraan elektrifikasi yang identik dengan jalanan kota mulus, bertahan di topografi liar yang naik-turun?
Selasa (1/12/2025), sebanyak 48 jurnalis nasional ditantang untuk "menyiksa" seluruh lini kendaraan Hybrid Electric Vehicle (HEV) Toyota.
![Melibas Tanjakan Lombok dengan Senyap: Pembuktian Nakal Armada Hybrid Toyota]()
Armada yang dikerahkan lengkap. Merepresentasikan seluruh segmen pasar. Mulai kelas entry model seperti Veloz HEV dan Yaris Cross HEV, hingga kasta tertinggi Premium MPV Alphard-Vellfire HEV, serta lini mewah dari Lexus.
Ujian Fisik di Jalur Neraka Rute hari pertama bukanlah perjalanan piknik. Start dari Bandara Internasional Lombok, rombongan langsung dihadapkan pada etape pertama sejauh 32 kilometer menuju dealer Krida Toyota.
Namun, "menu utama" tersaji pada etape berikutnya: perjalanan 42 kilometer menuju Malaka Hill, Lombok Utara, dan ditutup dengan jarak 9 kilometer ke lokasi peristirahatan.
![Melibas Tanjakan Lombok dengan Senyap: Pembuktian Nakal Armada Hybrid Toyota]()
Topografi Lombok yang kejam dengan tanjakan curam, tikungan patah (hairpin), dan turunan panjang menjadi hakim yang adil bagi teknologi Series-Parallel Hybrid Toyota.
Teknologi yang telah dikembangkan lebih dari tiga dekade ini dipaksa bekerja keras. Sinergi antara mesin bensin dan motor listrik terbukti bukan gimmick semata.
Di tanjakan tajam Malaka Hill, torsi instan dari motor listrik mengisi kekosongan tenaga, membuat mobil melaju tanpa ancang-ancang berlebih, melibas kelokan dengan stabilitas yang mengejutkan.
Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Jap Ernando Demily, menegaskan bahwa pemilihan lokasi ini adalah pesan strategis.
“Kami ingin memperlihatkan bahwa seluruh lineup HEV Toyota siap digunakan di semua daerah di Indonesia, termasuk di Pulau Lombok yang memiliki kontur perbukitan ekstrem," ujarnya.
Visi Mobility for All diterjemahkan bukan hanya lewat penjualan, tapi pembuktian durabilitas di lapangan.
Oase Raksasa di Narmada
Analisis pasar menunjukkan, keraguan konsumen terhadap kendaraan listrik sering kali bukan pada produknya, melainkan purnajualnya.
Toyota menjawab keraguan ini lewat Krida Toyota, dealer yang berdiri bagai benteng di wilayah Narmada, Lombok Barat.
Beroperasi sejak 1973, Krida Toyota bukan sekadar bengkel. Berdiri di atas lahan seluas 55 hektar—sebuah angka fantastis untuk ukuran dealer otomotif—tempat ini adalah oase lengkap dengan penangkaran rusa di dalamnya.
Sebagai satu-satunya dealer resmi di provinsi yang mencakup Pulau Lombok dan Sumbawa, Krida Toyota memegang kunci dominasi pasar di wilayah ini selama lebih dari 50 tahun.
![Melibas Tanjakan Lombok dengan Senyap: Pembuktian Nakal Armada Hybrid Toyota]()
Koesnadi, pemilik Krida Toyota, menjelaskan bahwa kesiapan ekosistem adalah kunci. "Kami sudah mempersiapkan xEV Ecosystem yang memadai. Mulai dari fasilitas charging spot gratis untuk mendukung Battery EV seperti New bZ4X produksi lokal, hingga teknisi tersertifikasi," jelasnya.
Strategi Toyota jelas: mereka tidak hanya menjual mobil, tetapi menjual ketenangan pikiran (peace of mind).
Dengan jaringan yang mengakar kuat seperti Krida Toyota, kekhawatiran soal perawatan kendaraan hibrida dan listrik di pelosok daerah pun terpatahkan.
Perpaduan antara performa produk yang mumpuni di medan berat dan infrastruktur pendukung yang masif, menegaskan posisi Toyota yang belum tergoyahkan dalam transisi energi di sektor otomotifnasional.
Di bawah terik matahari Nusa Tenggara Barat (NTB), PT Toyota-Astra Motor (TAM) menggelar hajatan besar bertajuk Toyota Eco Journey & GR Trackday, sebuah ekspedisi yang menantang nalar: bisakah kendaraan elektrifikasi yang identik dengan jalanan kota mulus, bertahan di topografi liar yang naik-turun?
Selasa (1/12/2025), sebanyak 48 jurnalis nasional ditantang untuk "menyiksa" seluruh lini kendaraan Hybrid Electric Vehicle (HEV) Toyota.

Armada yang dikerahkan lengkap. Merepresentasikan seluruh segmen pasar. Mulai kelas entry model seperti Veloz HEV dan Yaris Cross HEV, hingga kasta tertinggi Premium MPV Alphard-Vellfire HEV, serta lini mewah dari Lexus.
Ujian Fisik di Jalur Neraka Rute hari pertama bukanlah perjalanan piknik. Start dari Bandara Internasional Lombok, rombongan langsung dihadapkan pada etape pertama sejauh 32 kilometer menuju dealer Krida Toyota.
Namun, "menu utama" tersaji pada etape berikutnya: perjalanan 42 kilometer menuju Malaka Hill, Lombok Utara, dan ditutup dengan jarak 9 kilometer ke lokasi peristirahatan.

Topografi Lombok yang kejam dengan tanjakan curam, tikungan patah (hairpin), dan turunan panjang menjadi hakim yang adil bagi teknologi Series-Parallel Hybrid Toyota.
Teknologi yang telah dikembangkan lebih dari tiga dekade ini dipaksa bekerja keras. Sinergi antara mesin bensin dan motor listrik terbukti bukan gimmick semata.
Di tanjakan tajam Malaka Hill, torsi instan dari motor listrik mengisi kekosongan tenaga, membuat mobil melaju tanpa ancang-ancang berlebih, melibas kelokan dengan stabilitas yang mengejutkan.
Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Jap Ernando Demily, menegaskan bahwa pemilihan lokasi ini adalah pesan strategis.
“Kami ingin memperlihatkan bahwa seluruh lineup HEV Toyota siap digunakan di semua daerah di Indonesia, termasuk di Pulau Lombok yang memiliki kontur perbukitan ekstrem," ujarnya.
Visi Mobility for All diterjemahkan bukan hanya lewat penjualan, tapi pembuktian durabilitas di lapangan.
Oase Raksasa di Narmada
![Melibas Tanjakan Lombok dengan Senyap: Pembuktian Nakal Armada Hybrid Toyota]()
Analisis pasar menunjukkan, keraguan konsumen terhadap kendaraan listrik sering kali bukan pada produknya, melainkan purnajualnya.
Toyota menjawab keraguan ini lewat Krida Toyota, dealer yang berdiri bagai benteng di wilayah Narmada, Lombok Barat.
Beroperasi sejak 1973, Krida Toyota bukan sekadar bengkel. Berdiri di atas lahan seluas 55 hektar—sebuah angka fantastis untuk ukuran dealer otomotif—tempat ini adalah oase lengkap dengan penangkaran rusa di dalamnya.
Sebagai satu-satunya dealer resmi di provinsi yang mencakup Pulau Lombok dan Sumbawa, Krida Toyota memegang kunci dominasi pasar di wilayah ini selama lebih dari 50 tahun.

Koesnadi, pemilik Krida Toyota, menjelaskan bahwa kesiapan ekosistem adalah kunci. "Kami sudah mempersiapkan xEV Ecosystem yang memadai. Mulai dari fasilitas charging spot gratis untuk mendukung Battery EV seperti New bZ4X produksi lokal, hingga teknisi tersertifikasi," jelasnya.
Strategi Toyota jelas: mereka tidak hanya menjual mobil, tetapi menjual ketenangan pikiran (peace of mind).
Dengan jaringan yang mengakar kuat seperti Krida Toyota, kekhawatiran soal perawatan kendaraan hibrida dan listrik di pelosok daerah pun terpatahkan.
Perpaduan antara performa produk yang mumpuni di medan berat dan infrastruktur pendukung yang masif, menegaskan posisi Toyota yang belum tergoyahkan dalam transisi energi di sektor otomotifnasional.
(dan)
Lihat Juga :