Helmut Marko Meninggalkan Red Bull setelah 20 Tahun Bergabung
Selasa, 09 Desember 2025 - 16:20 WIB
loading...
Helmut Marko. FOTO/ Racer
A
A
A
LONDON - Red Bull akan memasuki musim Formula 1 2026 tanpa sosok paling berpengaruh dalam struktur tim setelah penasihat lama mereka, Helmut Marko, dipastikan mengundurkan diri pada akhir tahun.
Hal ini diketahui oleh Sky Sports News yang melaporkan bahwa Marko memilih untuk mengakhiri perannya setelah dua dekade bersama organisasi tersebut.
Marko kini berusia 82 tahun dan memiliki hubungan dekat dengan Max Verstappen. Sepanjang karier Verstappen di Red Bull, ia selalu menganggap Marko sebagai ayah kedua.
Marko juga memainkan peran penting dalam ketidakpastian tahun 2024 ketika masa depan Verstappen bersama Red Bull berada di ujung tanduk menyusul tuduhan terhadap Christian Horner yang akhirnya dibatalkan.
Marko juga telah menjadi tulang punggung program pengembangan pembalap muda Red Bull, yang dikenal dengan proses seleksi dan eliminasi yang ketat. Helmut Marko
CEO Red Bull, Oliver Mintzlaff, dikabarkan ingin membawa perubahan setelah pemecatan Christian Horner pertengahan tahun lalu. Kepergian Marko juga merupakan bagian dari fase restrukturisasi tim induk dan tim satelit Racing Bulls.
Kepala tim Red Bull, Laurent Mekies, memuji Marko atas perannya dalam membantu menstabilkan tim selama musim yang dianggap penuh tantangan.
"Helmut sangat membantu sepanjang musim, terutama ketika kami berada dalam situasi sulit di pertengahan musim. Tentu saja ada keputusan sulit yang harus diambil, tetapi di F1 segalanya selalu berubah dan Anda harus menyesuaikan organisasi."
Sky Sports menilai Marko sebagai 'pilar kunci' dalam perjalanan Verstappen sejak hari pertama. Pasangan ini pertama kali bertemu pada tahun 2013 ketika Verstappen berusia 15 tahun sebelum Marko membawanya ke Formula 1 setahun kemudian. Keputusan tersebut menjadikan Verstappen sebagai pembalap termuda dalam sejarah F1 pada usia 17 tahun.
Loyalitas Verstappen selama bertahun-tahun sebagian besar bergantung pada kepercayaannya kepada Marko. Namun, masa depan Max kini lebih bergantung pada performa mobil 2026 dan arah baru tim.
Verstappen masih terikat kontrak hingga akhir 2028, tetapi masa depannya telah dipertanyakan selama dua musim terakhir menyusul ketegangan internal dengan Horner, yang akhirnya meninggalkan tim.
Dengan perubahan besar pada regulasi F1 pada tahun 2026, posisi performa tim diperkirakan akan berubah dan faktor tersebut lebih krusial bagi keputusan Verstappen untuk bertahan atau tidak daripada kepergian Marko.
Verstappen yakin dengan perkembangan mobil Red Bull di paruh kedua musim ini ketika mereka hampir merebut gelar juara konstruktor dari McLaren. Namun, agar tetap bertahan, Verstappen ingin Red Bull menawarkan paket kompetitif untuk musim 2026.
Performa mobil pada akhirnya akan menjadi faktor penentu. Sekalipun Marko hengkang, hal itu diperkirakan tidak akan berdampak besar pada keputusan Verstappen tentang masa depannya.
Kepergian Helmut Marko menutup era penting dalam sejarah Red Bull. Ia bukan hanya seorang penasihat, tetapi juga arsitek program pembalap muda yang menghasilkan juara dunia.
Tahap selanjutnya bagi Red Bull kini bergantung pada bagaimana mereka mengelola transformasi menuju regulasi F1 baru pada tahun 2026 dan bagaimana mereka meyakinkan Verstappen untuk tetap menjadi anggota kunci tim.
Hal ini diketahui oleh Sky Sports News yang melaporkan bahwa Marko memilih untuk mengakhiri perannya setelah dua dekade bersama organisasi tersebut.
Marko kini berusia 82 tahun dan memiliki hubungan dekat dengan Max Verstappen. Sepanjang karier Verstappen di Red Bull, ia selalu menganggap Marko sebagai ayah kedua.
Marko juga memainkan peran penting dalam ketidakpastian tahun 2024 ketika masa depan Verstappen bersama Red Bull berada di ujung tanduk menyusul tuduhan terhadap Christian Horner yang akhirnya dibatalkan.
Marko juga telah menjadi tulang punggung program pengembangan pembalap muda Red Bull, yang dikenal dengan proses seleksi dan eliminasi yang ketat. Helmut Marko
CEO Red Bull, Oliver Mintzlaff, dikabarkan ingin membawa perubahan setelah pemecatan Christian Horner pertengahan tahun lalu. Kepergian Marko juga merupakan bagian dari fase restrukturisasi tim induk dan tim satelit Racing Bulls.
Kepala tim Red Bull, Laurent Mekies, memuji Marko atas perannya dalam membantu menstabilkan tim selama musim yang dianggap penuh tantangan.
"Helmut sangat membantu sepanjang musim, terutama ketika kami berada dalam situasi sulit di pertengahan musim. Tentu saja ada keputusan sulit yang harus diambil, tetapi di F1 segalanya selalu berubah dan Anda harus menyesuaikan organisasi."
Sky Sports menilai Marko sebagai 'pilar kunci' dalam perjalanan Verstappen sejak hari pertama. Pasangan ini pertama kali bertemu pada tahun 2013 ketika Verstappen berusia 15 tahun sebelum Marko membawanya ke Formula 1 setahun kemudian. Keputusan tersebut menjadikan Verstappen sebagai pembalap termuda dalam sejarah F1 pada usia 17 tahun.
Loyalitas Verstappen selama bertahun-tahun sebagian besar bergantung pada kepercayaannya kepada Marko. Namun, masa depan Max kini lebih bergantung pada performa mobil 2026 dan arah baru tim.
Verstappen masih terikat kontrak hingga akhir 2028, tetapi masa depannya telah dipertanyakan selama dua musim terakhir menyusul ketegangan internal dengan Horner, yang akhirnya meninggalkan tim.
Dengan perubahan besar pada regulasi F1 pada tahun 2026, posisi performa tim diperkirakan akan berubah dan faktor tersebut lebih krusial bagi keputusan Verstappen untuk bertahan atau tidak daripada kepergian Marko.
Verstappen yakin dengan perkembangan mobil Red Bull di paruh kedua musim ini ketika mereka hampir merebut gelar juara konstruktor dari McLaren. Namun, agar tetap bertahan, Verstappen ingin Red Bull menawarkan paket kompetitif untuk musim 2026.
Performa mobil pada akhirnya akan menjadi faktor penentu. Sekalipun Marko hengkang, hal itu diperkirakan tidak akan berdampak besar pada keputusan Verstappen tentang masa depannya.
Kepergian Helmut Marko menutup era penting dalam sejarah Red Bull. Ia bukan hanya seorang penasihat, tetapi juga arsitek program pembalap muda yang menghasilkan juara dunia.
Tahap selanjutnya bagi Red Bull kini bergantung pada bagaimana mereka mengelola transformasi menuju regulasi F1 baru pada tahun 2026 dan bagaimana mereka meyakinkan Verstappen untuk tetap menjadi anggota kunci tim.
(wbs)
Lihat Juga :