Pasar Mobil Listrik: Tesla Meroket 181 Persen, BYD Tetap Raja Jalanan China
Sabtu, 13 Desember 2025 - 13:01 WIB
loading...
Tesla mencatat lonjakan penjualan 181 persen di bulan November dan kembali ke posisi 5 besar, namun BYD tetap tak tergoyahkan dengan pangsa pasar 23,2 persen. Foto: Reuters
A
A
A
BEIJING - Peta persaingan kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) di China kembali memanas pada penghujung 2025, menyajikan drama kebangkitan yang mengejutkan dari raksasa Amerika Serikat, Tesla, di tengah hegemoni BYD yang masih terlalu tangguh untuk diruntuhkan.
Setelah sempat "menghilang" dan terlempar dari daftar elit, Tesla kini meraung kembali ke gelanggang utama, sementara produsen lokal terus mempertegas cengkeraman mereka di pasar otomotif terbesar dunia tersebut.
Pabrikan yang berbasis di Shenzhen ini mencatatkan penjualan ritel mobil penumpang sebanyak 306.561 unit sepanjang November 2025.
Kendati angka ini menunjukkan kenaikan bulanan (month-on-month) sebesar 3,6 persen, terdapat anomali menarik jika ditarik ke garis waktu tahunan. Penjualan BYD justru mengalami penurunan signifikan sebesar 26,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year).
Meski demikian, penguasaan pasar BYD sedikit menguat menjadi 23,2 persen pada November, naik tipis dari 23,1 persen di bulan Oktober, namun menyusut dari dominasi mutlak 32,9 persen pada tahun sebelumnya.
Secara akumulatif, performa BYD sepanjang Januari hingga November 2025 tetap tak tertandingi. Mereka memimpin pasar dengan total penjualan ritel menembus angka fantastis 3.144.671 unit, mengamankan pangsa pasar sebesar 27,4 persen.
Bahkan di pasar kendaraan penumpang keseluruhan—termasuk mobil bermesin konvensional—BYD tetap bertengger di posisi puncak dengan pangsa pasar 13,8 persen.
Pada November 2025, Tesla membukukan penjualan ritel 73.145 unit. Ini menunjukkan lonjakan bulanan sebesar 181,3 persen, meski secara tahunan angka ini masih terkoreksi turun 5 persen.
Lonjakan ini mengerek pangsa pasar Tesla menjadi 5,5 persen, naik lebih dari dua kali lipat dibanding Oktober yang hanya 2,03 persen, dan menempatkan mereka kembali ke peringkat kelima dalam daftar peritel NEV terlaris.
Sementara itu, Geely Auto muncul sebagai penantang serius yang konsisten. Menempati posisi kedua, Geely mencatat penjualan ritel NEV sebanyak 172.169 unit, tumbuh impresif 42,4 persen secara tahunan dan 4,8 persen secara bulanan.
Dengan pangsa pasar 13,0 persen, Geely terus membayangi BYD. Perlu dicatat, baik BYD maupun Geely memiliki portofolio produk lengkap yang mencakup kendaraan listrik murni (BEV) dan plug-in hybrid (PHEV), berbeda dengan Tesla yang setia bermain di segmen murni BEV.
Sementara itu, di papan tengah, Changan berhasil mengamankan posisi ketiga untuk periode akumulatif Januari-November dengan total penjualan 727.511 unit dan pangsa pasar 6,3 persen.
Yang menarik, pendatang baru dari sektor teknologi, Xiaomi EV, berhasil menyodok masuk ke peringkat 10 besar.
Dengan mengandalkan jajaran sedan seri SU7 dan SUV YU7 yang seluruhnya bertenaga listrik murni, Xiaomi mengamankan penjualan 46.249 unit dan meraih pangsa pasar 3,5 persen.
Kehadiran Xiaomi dan kembalinya Tesla ke papan atas menegaskan bahwa pasar kendaraan listrik China bukan hanya soal volume, melainkan juga pertarungan inovasi teknologi. Data Januari hingga November menempatkan Geely di posisi kedua pasar NEV dengan total 1.428.573 unit (12,5 persen pangsa pasar), sementara Tesla harus puas di posisi kelima secara akumulatif dengan 531.855 unit (4,6 persen pangsa pasar).
Di pasar kendaraan penumpang yang lebih luas, FAW-Volkswagen masih menunjukkan sisa-sisa kejayaan mesin konvensional dengan menempati peringkat ketiga pada November, menjual 137.500 unit dan menguasai 6,2 persen pasar, di bawah BYD dan Geely yang kini semakin agresif memimpin transisi energi.
Setelah sempat "menghilang" dan terlempar dari daftar elit, Tesla kini meraung kembali ke gelanggang utama, sementara produsen lokal terus mempertegas cengkeraman mereka di pasar otomotif terbesar dunia tersebut.
Dominasi BYD: Sang Raja yang Sedikit Tergerus
Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Asosiasi Mobil Penumpang China (CPCA) pada 9 Desember 2025, BYD sukses mempertahankan mahkotanya sebagai produsen NEV terbesar di China.Pabrikan yang berbasis di Shenzhen ini mencatatkan penjualan ritel mobil penumpang sebanyak 306.561 unit sepanjang November 2025.
Kendati angka ini menunjukkan kenaikan bulanan (month-on-month) sebesar 3,6 persen, terdapat anomali menarik jika ditarik ke garis waktu tahunan. Penjualan BYD justru mengalami penurunan signifikan sebesar 26,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year).
Meski demikian, penguasaan pasar BYD sedikit menguat menjadi 23,2 persen pada November, naik tipis dari 23,1 persen di bulan Oktober, namun menyusut dari dominasi mutlak 32,9 persen pada tahun sebelumnya.
Secara akumulatif, performa BYD sepanjang Januari hingga November 2025 tetap tak tertandingi. Mereka memimpin pasar dengan total penjualan ritel menembus angka fantastis 3.144.671 unit, mengamankan pangsa pasar sebesar 27,4 persen.
Bahkan di pasar kendaraan penumpang keseluruhan—termasuk mobil bermesin konvensional—BYD tetap bertengger di posisi puncak dengan pangsa pasar 13,8 persen.
Lonjakan Dramatis Tesla dan Ancaman Geely
Sorotan utama bulan ini tertuju pada Tesla. Setelah mengalami mimpi buruk pada Oktober dengan penjualan hanya 26.006 unit—angka terendah sejak November 2022 yang membuat mereka terdepak dari posisi 10 besar—pabrikan besutan Elon Musk ini mencatatkan "pembalasan dendam" yang manis.Pada November 2025, Tesla membukukan penjualan ritel 73.145 unit. Ini menunjukkan lonjakan bulanan sebesar 181,3 persen, meski secara tahunan angka ini masih terkoreksi turun 5 persen.
Lonjakan ini mengerek pangsa pasar Tesla menjadi 5,5 persen, naik lebih dari dua kali lipat dibanding Oktober yang hanya 2,03 persen, dan menempatkan mereka kembali ke peringkat kelima dalam daftar peritel NEV terlaris.
Sementara itu, Geely Auto muncul sebagai penantang serius yang konsisten. Menempati posisi kedua, Geely mencatat penjualan ritel NEV sebanyak 172.169 unit, tumbuh impresif 42,4 persen secara tahunan dan 4,8 persen secara bulanan.
Dengan pangsa pasar 13,0 persen, Geely terus membayangi BYD. Perlu dicatat, baik BYD maupun Geely memiliki portofolio produk lengkap yang mencakup kendaraan listrik murni (BEV) dan plug-in hybrid (PHEV), berbeda dengan Tesla yang setia bermain di segmen murni BEV.
Wuling dan Pendatang Baru Xiaomi
Di posisi ketiga, SAIC-GM-Wuling terus menunjukkan taringnya dengan penjualan ritel 96.194 unit dan menguasai 7,3 persen pangsa pasar NEV.Sementara itu, di papan tengah, Changan berhasil mengamankan posisi ketiga untuk periode akumulatif Januari-November dengan total penjualan 727.511 unit dan pangsa pasar 6,3 persen.
Yang menarik, pendatang baru dari sektor teknologi, Xiaomi EV, berhasil menyodok masuk ke peringkat 10 besar.
Dengan mengandalkan jajaran sedan seri SU7 dan SUV YU7 yang seluruhnya bertenaga listrik murni, Xiaomi mengamankan penjualan 46.249 unit dan meraih pangsa pasar 3,5 persen.
Kehadiran Xiaomi dan kembalinya Tesla ke papan atas menegaskan bahwa pasar kendaraan listrik China bukan hanya soal volume, melainkan juga pertarungan inovasi teknologi. Data Januari hingga November menempatkan Geely di posisi kedua pasar NEV dengan total 1.428.573 unit (12,5 persen pangsa pasar), sementara Tesla harus puas di posisi kelima secara akumulatif dengan 531.855 unit (4,6 persen pangsa pasar).
Di pasar kendaraan penumpang yang lebih luas, FAW-Volkswagen masih menunjukkan sisa-sisa kejayaan mesin konvensional dengan menempati peringkat ketiga pada November, menjual 137.500 unit dan menguasai 6,2 persen pasar, di bawah BYD dan Geely yang kini semakin agresif memimpin transisi energi.
(dan)
Lihat Juga :