Era Baru Dimulai, Legenda Berakhir: Baleno, Veloz Bensin, hingga HR-V Pamit dari Aspal Indonesia
Selasa, 30 Desember 2025 - 12:17 WIB
loading...
A
A
A
Pergeseran ini membawa konsekuensi signifikan pada spesifikasi teknis. Mesin turbo lawas yang mampu memuntahkan tenaga buas 177 PS dan torsi 240 Nm kini tinggal sejarah. Gantinya adalah mesin bensin konvensional bertenaga 106 PS dan torsi 127 Nm, yang dikawinkan dengan motor listrik bertenaga 131 PS dan torsi 253 Nm. Meski tenaga mesin turun, torsi motor listrik yang instan menjanjikan sensasi berkendara yang berbeda.
Yusak Billy, Direktur Penjualan & Pemasaran PT Honda Prospect Motor (HPM), mengakui bahwa pangsa pasar varian turbo memang kecil. "Sedikit ya HR-V kami juga kecil ya, karena mungkin harganya mahal ya, Rp 551 juta, yang turbo," ujarnya. Kini, label "RS" pada HR-V bukan lagi soal kecepatan turbo, melainkan efisiensi hibrida.
2. Toyota Veloz Non-Hybrid: Korban Ambisi Hijau Toyota
Sebagai salah satu pemain paling agresif dalam elektrifikasi, Toyota mengambil langkah radikal. Mulai 2025, produksi Toyota Veloz non-hybrid (ICE) resmi dihentikan. Keputusan ini menyusul peluncuran Veloz Hybrid di ajang GJAW 2025 yang diposisikan sebagai ujung tombak baru.
Strategi ini mempertegas segmentasi pasar: Veloz kini eksklusif sebagai lini hibrida, sementara konsumen yang masih mendambakan mesin bensin murni di kelas Low MPV "dipaksa" beralih ke saudaranya, Toyota Avanza.
3. Chery Tiggo 5X: Tergeser oleh Saudara Sendiri
Pabrikan asal China, Chery, sering melakukan "kanibalisme" internal demi strategi pasar yang lebih tajam. Chery Tiggo 5X, SUV kompak yang sempat mencuri perhatian dengan harga kompetitif (Rp 249 juta - Rp 279 juta), resmi menghilang dari situs resmi sejak Maret 2025.
Penyebabnya sederhana: Chery Tiggo Cross. Model baru ini dinilai lebih sesuai dengan selera pasar dan memiliki permintaan yang jauh lebih tinggi. Chery Tiggo Cross, yang dibanderol mulai Rp 259,5 juta hingga Rp 289,5 juta, kini mengambil alih tongkat estafet di segmen yang sama.
Yusak Billy, Direktur Penjualan & Pemasaran PT Honda Prospect Motor (HPM), mengakui bahwa pangsa pasar varian turbo memang kecil. "Sedikit ya HR-V kami juga kecil ya, karena mungkin harganya mahal ya, Rp 551 juta, yang turbo," ujarnya. Kini, label "RS" pada HR-V bukan lagi soal kecepatan turbo, melainkan efisiensi hibrida.
2. Toyota Veloz Non-Hybrid: Korban Ambisi Hijau Toyota
![Era Baru Dimulai, Legenda Berakhir: Baleno, Veloz Bensin, hingga HR-V Pamit dari Aspal Indonesia]()
Sebagai salah satu pemain paling agresif dalam elektrifikasi, Toyota mengambil langkah radikal. Mulai 2025, produksi Toyota Veloz non-hybrid (ICE) resmi dihentikan. Keputusan ini menyusul peluncuran Veloz Hybrid di ajang GJAW 2025 yang diposisikan sebagai ujung tombak baru.
Strategi ini mempertegas segmentasi pasar: Veloz kini eksklusif sebagai lini hibrida, sementara konsumen yang masih mendambakan mesin bensin murni di kelas Low MPV "dipaksa" beralih ke saudaranya, Toyota Avanza.
3. Chery Tiggo 5X: Tergeser oleh Saudara Sendiri
![Era Baru Dimulai, Legenda Berakhir: Baleno, Veloz Bensin, hingga HR-V Pamit dari Aspal Indonesia]()
Pabrikan asal China, Chery, sering melakukan "kanibalisme" internal demi strategi pasar yang lebih tajam. Chery Tiggo 5X, SUV kompak yang sempat mencuri perhatian dengan harga kompetitif (Rp 249 juta - Rp 279 juta), resmi menghilang dari situs resmi sejak Maret 2025..jpg)
Penyebabnya sederhana: Chery Tiggo Cross. Model baru ini dinilai lebih sesuai dengan selera pasar dan memiliki permintaan yang jauh lebih tinggi. Chery Tiggo Cross, yang dibanderol mulai Rp 259,5 juta hingga Rp 289,5 juta, kini mengambil alih tongkat estafet di segmen yang sama.
Lihat Juga :