Yamaha Gandeng 4 SYKT Kembangkan Teknologi Penangkap Karbon

Minggu, 04 Januari 2026 - 23:08 WIB
loading...
Yamaha Gandeng 4 SYKT...
Yamaha Kembangkan Teknologi Penangkap Karbon. FOTO/ YM
A A A
TOKYO - Lima perusahaan dari berbagai industri telah menandatangani perjanjian pengembangan bersama untuk mengembangkan teknologi sistem penangkapan karbon (sistem penangkapan CO₂).


Kolaborasi ini melibatkan Yamaha Motor Co., Ltd., Sakura Industries Co., Ltd., JCCL Corporation, Toyo Seikan Group Holdings, Ltd. dan Mitsui Bussan Plastics Co., Ltd.

Perjanjian ini menandai dimulainya diskusi formal menuju pengembangan teknologi dan pembangunan model bisnis untuk sistem penangkapan karbon.

Sebelumnya, JCCL telah memulai kolaborasi dengan perusahaan dari industri lain termasuk Toyo Seikan Group Holdings dan Mitsui Bussan Plastics.

Partisipasi Yamaha Motor dan Sakura Industries semakin memperluas cakupan kolaborasi lintas industri ini.

Apa Itu Penangkapan Karbon?

Penangkapan karbon mengacu pada proses penangkapan karbon dioksida (CO₂) yang dihasilkan oleh aktivitas industri, khususnya gas buang pembakaran, sebelum dilepaskan ke atmosfer.

Dalam konteks industri, CO₂ biasanya ditangkap langsung dari sumber emisi seperti cerobong asap pabrik untuk mengurangi dampak emisi gas rumah kaca terhadap lingkungan.

Sistem penangkapan karbon biasanya melibatkan teknologi yang memisahkan CO₂ dari gas lain, sebelum gas tersebut diproses lebih lanjut untuk penyimpanan, penggunaan kembali, atau pengelolaan emisi yang lebih terkontrol.

Teknologi Gel Berbasis Amina & Operasi Hemat Energi

Sistem penangkapan karbon yang dikembangkan oleh kelima perusahaan tersebut menggabungkan beberapa elemen teknis utama, termasuk:

Teknologi gel berbasis amina, yang mampu menangkap CO₂ dari gas berkonsentrasi tinggi seperti gas buang pabrik
Operasi hemat energi menggunakan panas limbah
Pra-perlakuan untuk menghilangkan NOx dan SOx, yaitu nitrogen oksida dan sulfur oksida
Pendekatan ini bertujuan untuk mengurangi ukuran fasilitas penangkapan karbon dan memungkinkan sistem untuk dikombinasikan dengan solusi lain, menghasilkan model yang lebih praktis dan mudah diterapkan oleh UKM

Pengembangan & Pengujian di ZERO BLUE LAB Mimori

Pengembangan peralatan penangkapan karbon akan dilakukan di fasilitas uji demonstrasi terkait hidrogen Yamaha Motor, ZERO BLUE LAB Mimori, yang terletak di Morimachi, Prefektur Shizuoka.

Penyelesaian studi kelayakan dan peralatan skala besar ditargetkan selesai pada akhir Juli 2027.

Setelah itu, pengetahuan dan hasil uji demonstrasi akan terus digunakan untuk meningkatkan model bisnis sistem tersebut.

Setelah proses validasi, sistem penangkapan karbon akan diperkenalkan secara bertahap di setiap lokasi operasional Yamaha Motor Group.

Target Netral Karbon

Melalui pengembangan dan implementasi sistem ini, Yamaha Motor Group bertujuan untuk mempercepat upayanya mencapai netralitas karbon Scope 1 (emisi CO₂ langsung dari operasi dan fasilitasnya sendiri) pada tahun 2035, sejalan dengan komitmen grup untuk mengurangi emisi karbon dari operasi langsung.

Kolaborasi antara lima perusahaan lintas industri mencerminkan pendekatan kolaboratif untuk mengembangkan teknologi penangkapan karbon yang lebih hemat energi, berskala lebih kecil, dan sesuai untuk aplikasi industri yang lebih luas
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perayaan 1 Dekade Aerox...
Perayaan 1 Dekade Aerox di Indonesia Diserbu Ribuan Anak Muda
Yamaha MX King 150 Prima...
Yamaha MX King 150 Prima Pramac Livery Meluncur di PRJ 2026
Antusiasme Tinggi Warnai...
Antusiasme Tinggi Warnai Debut Yamaha CLASSY Modifest 2026 di Surabaya
Desain Mirip Yamaha...
Desain Mirip Yamaha TMax, Vinfast Rasad Siap Melesat 130 Km/Jam
Yamaha Aerox Rebut Pasar...
Yamaha Aerox Rebut Pasar Nmax di Bengkulu, Ini Penyebabnya
MAXI Tour Boemi Nusantara,...
MAXI Tour Boemi Nusantara, Rasakan Sensasi Jalur Liku 9 di Bengkulu
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
APHI Dorong Pemegang...
APHI Dorong Pemegang PBPH Manfaatkan Permenhut untuk Kembangkan Proyek Karbon
Jumhur Dorong Penanaman...
Jumhur Dorong Penanaman Bambu untuk Serap Emisi dan Tingkatkan Penghasilan Warga
Rekomendasi
Guru Besar UMJ: Program...
Guru Besar UMJ: Program MBG Jangan Dihentikan, tapi Dibenahi dan Diprioritaskan ke kelompok Rentan
Manjakan Nasabah Premium,...
Manjakan Nasabah Premium, BRI dan Visa Luncurkan Kartu Kredit Infinite dengan Fasilitas Kelas Dunia
Aldi Taher Ungkap Rahasia...
Aldi Taher Ungkap Rahasia Rezeki Lancar, Kuncinya Muliakan Ibu dan Rajin Salat
Berita Terkini
Polytron Wujudkan Desain...
Polytron Wujudkan Desain Pemenang FOX Berkreasik: Dari Konsep Basket hingga Sneaker Culture
Ini Alasan Harga Lepas...
Ini Alasan Harga Lepas E4 Belum Juga Diumumkan
DFSK E5 Plus: Pre-Booking...
DFSK E5 Plus: Pre-Booking Dibuka, Ratusan Unit Ludes di Hari Pertama
Lepas E4 vs Jaecoo J5:...
Lepas E4 vs Jaecoo J5: Perbandingan SUV EV Rp300 Jutaan Terbaik
Leopard Aesthetics yang...
Leopard Aesthetics yang Menggigit: Lepas E4 EV Buktikan SUV Listrik Bisa Elegan Tanpa Radikal
Fakta Baru Pasar Mobil...
Fakta Baru Pasar Mobil Eropa: Mobil Bensin Turun, EV dan Merek China Melesat
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved