Geely Jual 3 Juta Mobil di 2025, Indonesia Sumbang 0,06%
Jum'at, 09 Januari 2026 - 10:50 WIB
loading...
Geely Auto menutup 2025 dengan penjualan global tembus 3,02 juta unit—rekor sepanjang sejarah. Foto: Geely
A
A
A
CHINA - Geely Automobile Holdings Limited mengumumkan capaian besar. Sepanjang 2025, Geely mencatat penjualan kendaraan global 3.024.567 unit, tumbuh 39 persen secara tahunan (year-on-year) dan melampaui target revisi 3 juta unit.
Ini bukan hanya rekor tahunan, melainkan momen simbolik: penjualan kumulatif Geely Auto kini menembus 20 juta unit secara global.
Pertumbuhan Geely bukan bersifat musiman atau lokal, melainkan sistemik dan lintas pasar. Lonjakan hampir 40 persen setahun mencerminkan ekspansi agresif yang ditopang produk, harga, dan kecepatan inovasi.
NEV Jadi Mesin Utama, ICE Mulai Terpinggirkan
Pendorong utama lonjakan ini adalah kendaraan energi baru (NEV). Sepanjang 2025, Geely membukukan penjualan NEV 1.687.767 unit, melonjak 90 persen dibanding tahun sebelumnya. Artinya, lebih dari setengah pertumbuhan Geely datang dari elektrifikasi, bukan dari mesin konvensional.
Kontributor terbesarnya adalah lini Geely Yinhe (Galaxy) di pasar China. Penjualannya mencapai 1,24 juta unit, tumbuh 150 persen secara tahunan. Sejak model pertamanya meluncur pada Mei 2023, Yinhe hanya butuh kurang dari 2,5 tahun untuk mencapai penjualan kumulatif 1 juta unit—kecepatan yang jarang terjadi di industri otomotif, bahkan untuk standar China.
Geely Xingyuan (dikenal global sebagai Geely EX2) mencatat penjualan bulanan di atas 40.000 unit selama tujuh bulan berturut-turut, dengan total kumulatif lebih dari 530.000 unit.
Geely M9 membukukan 39.000 unit hanya dalam empat bulan sejak peluncuran.
Geely Starray EM-i dan Geely Panda Mini masing-masing konsisten terjual lebih dari 10.000 unit per bulan, sekaligus memimpin segmen mereka.
Secara global, Geely EX5 mencatat penjualan tahunan lebih dari 160.000 unit, dengan total kumulatif melampaui 230.000 unit.
Geely tidak sekadar menawarkan EV, tetapi memproduksi dalam skala besar, cepat, dan lintas segmen, dari city car hingga SUV dan MPV.
Lynk & Co mencatat penjualan lebih dari 350.000 unit sepanjang 2025, ditopang peluncuran model unggulan seperti Lynk & Co 900.
ZEEKR menutup Desember 2025 dengan penjualan bulanan di atas 30.000 unit, tertinggi sepanjang sejarah merek, didukung model seperti ZEEKR 9X.
Ini penting karena menunjukkan Geely tidak hanya “menjual murah”, tetapi mulai mengunci margin dan citra—dua aspek yang selama ini menjadi senjata pabrikan Jepang dan Eropa.
Penjualan global 3,45 juta unit pada 2026.
2,22 juta unit di antaranya berasal dari NEV.
Peluncuran sekitar 10 model baru di pasar internasional, mencakup Asia Tenggara, Eropa, Afrika Selatan, dan Amerika Latin.
Percepatan lokalisasi berbasis elektrifikasi cerdas, bukan sekadar ekspor CBU.
Geely juga telah mengonfirmasi rencana peluncuran MPV flagship pertama, Geely V900, pada kuartal pertama 2026—sebuah sinyal bahwa segmen keluarga dan komersial ringan menjadi sasaran berikutnya.
Langkah produksi lokal ini krusial. Bukan hanya untuk menekan harga dan TKDN, tetapi juga sebagai sinyal keseriusan jangka panjang. Dalam konteks pasar Indonesia yang sangat sensitif terhadap harga dan jaringan purna jual, Geely tampak belajar dari kegagalan merek-merek China generasi sebelumnya.
Dengan pertumbuhan NEV hampir dua kali lipat dalam setahun, portofolio produk cepat, dan ekspansi global agresif, Geely memperlihatkan bahwa China kini bermain di liga volume, teknologi, dan kecepatan sekaligus.
Ini bukan hanya rekor tahunan, melainkan momen simbolik: penjualan kumulatif Geely Auto kini menembus 20 juta unit secara global.
Pertumbuhan Geely bukan bersifat musiman atau lokal, melainkan sistemik dan lintas pasar. Lonjakan hampir 40 persen setahun mencerminkan ekspansi agresif yang ditopang produk, harga, dan kecepatan inovasi.
NEV Jadi Mesin Utama, ICE Mulai Terpinggirkan
![Geely Jual 3 Juta Mobil di 2025, Indonesia Sumbang 0,06%]()
Pendorong utama lonjakan ini adalah kendaraan energi baru (NEV). Sepanjang 2025, Geely membukukan penjualan NEV 1.687.767 unit, melonjak 90 persen dibanding tahun sebelumnya. Artinya, lebih dari setengah pertumbuhan Geely datang dari elektrifikasi, bukan dari mesin konvensional.%2C%20lini%20kendaraan%20bermesin%20konvensional%20(ICE)%20Geely%20tetap%20mencatatkan%20kinerja%20yang%20stabil.jpg)
Kontributor terbesarnya adalah lini Geely Yinhe (Galaxy) di pasar China. Penjualannya mencapai 1,24 juta unit, tumbuh 150 persen secara tahunan. Sejak model pertamanya meluncur pada Mei 2023, Yinhe hanya butuh kurang dari 2,5 tahun untuk mencapai penjualan kumulatif 1 juta unit—kecepatan yang jarang terjadi di industri otomotif, bahkan untuk standar China.
Geely Xingyuan (dikenal global sebagai Geely EX2) mencatat penjualan bulanan di atas 40.000 unit selama tujuh bulan berturut-turut, dengan total kumulatif lebih dari 530.000 unit.
Geely M9 membukukan 39.000 unit hanya dalam empat bulan sejak peluncuran.
Geely Starray EM-i dan Geely Panda Mini masing-masing konsisten terjual lebih dari 10.000 unit per bulan, sekaligus memimpin segmen mereka.
Secara global, Geely EX5 mencatat penjualan tahunan lebih dari 160.000 unit, dengan total kumulatif melampaui 230.000 unit.
Geely tidak sekadar menawarkan EV, tetapi memproduksi dalam skala besar, cepat, dan lintas segmen, dari city car hingga SUV dan MPV.
Sinergi Merek: Bukan Sekadar Banyak Logo
Keunggulan Geely tidak berhenti pada volume. Sinergi merek di bawah payung grup menjadi faktor penentu profitabilitas. Lynk & Co dan ZEEKR—dua merek yang menyasar segmen lebih premium—ikut mengerek performa NEV.Lynk & Co mencatat penjualan lebih dari 350.000 unit sepanjang 2025, ditopang peluncuran model unggulan seperti Lynk & Co 900.
ZEEKR menutup Desember 2025 dengan penjualan bulanan di atas 30.000 unit, tertinggi sepanjang sejarah merek, didukung model seperti ZEEKR 9X.
Ini penting karena menunjukkan Geely tidak hanya “menjual murah”, tetapi mulai mengunci margin dan citra—dua aspek yang selama ini menjadi senjata pabrikan Jepang dan Eropa.
Target 2026: Lebih Agresif, Lebih Global
Memasuki 2026, Geely secara terbuka menaikkan taruhan. Dalam kerangka strategi “One Geely”, perusahaan menargetkan:Penjualan global 3,45 juta unit pada 2026.
2,22 juta unit di antaranya berasal dari NEV.
Peluncuran sekitar 10 model baru di pasar internasional, mencakup Asia Tenggara, Eropa, Afrika Selatan, dan Amerika Latin.
Percepatan lokalisasi berbasis elektrifikasi cerdas, bukan sekadar ekspor CBU.
Geely juga telah mengonfirmasi rencana peluncuran MPV flagship pertama, Geely V900, pada kuartal pertama 2026—sebuah sinyal bahwa segmen keluarga dan komersial ringan menjadi sasaran berikutnya.
Indonesia: Pasar Kecil, Tapi Strategis
Di Indonesia, angka Geely memang belum besar secara absolut, namun signifikansinya strategis. Sepanjang 2025 hingga Agustus, Geely mencatat lebih dari 1.500 unit wholesale sebagai pendatang baru. Targetnya jelas: 40 dealer hingga akhir 2025, fokus pada model NEV seperti EX5 dan Starray EM-i, serta memulai produksi lokal di Purwakarta.Langkah produksi lokal ini krusial. Bukan hanya untuk menekan harga dan TKDN, tetapi juga sebagai sinyal keseriusan jangka panjang. Dalam konteks pasar Indonesia yang sangat sensitif terhadap harga dan jaringan purna jual, Geely tampak belajar dari kegagalan merek-merek China generasi sebelumnya.
Dengan pertumbuhan NEV hampir dua kali lipat dalam setahun, portofolio produk cepat, dan ekspansi global agresif, Geely memperlihatkan bahwa China kini bermain di liga volume, teknologi, dan kecepatan sekaligus.
(dan)
Lihat Juga :