Tanpa Peta Digital, Honda CR-V Nyetir Sendiri Tembus 60 Km/Jam di Jalanan Berliku Odawara
Rabu, 21 Januari 2026 - 20:57 WIB
loading...
Unit Honda CR-V yang dilengkapi sensor LiDAR dan kamera canggih sedang menjalani uji coba teknologi otonom Honda CI di jalanan umum Kota Odawara, Jepang. Foto: Honda Motor
A
A
A
ODAWARA - Honda Motor Co., Ltd. mengambil langkah berani dalam perlombaan teknologi swakemudi global dengan memulai uji coba lapangan sistem Honda Cooperative Intelligence (CI) di jalanan umum Kota Odawara, Prefektur Kanagawa, Jepang, mulai Februari 2026.
Tidak seperti kompetitor yang umumnya sangat bergantung pada infrastruktur digital masif dan peta beresolusi tinggi, Honda memilih jalur terjal dengan menguji kecerdasan buatan (AI) kolaboratif yang dirancang untuk membaca jalanan berkontur ekstrem secara mandiri, layaknya mata manusia.
Uji coba ini merupakan realisasi dari "Perjanjian Uji Coba Demonstrasi Teknologi Mengemudi Otonom untuk Mengatasi Permasalahan Transportasi" yang disepakati bersama Pemerintah Prefektur Kanagawa dan Pemerintah Kota Odawara.
Langkah ini bukan sekadar validasi teknis, melainkan sebuah pernyataan bahwa masa depan otonom haruslah adaptif, minim infrastruktur, dan ramah lingkungan.
Kondisi ini menjadi stress test yang sempurna bagi Honda CR-V yang disulap menjadi kendaraan uji.
Di kawasan Taman Industri Tachibana, mobil ini akan melaju di jalan umum dengan pendampingan petugas keselamatan di dalamnya.
Target utamanya adalah memverifikasi kemampuan sistem CI dalam mengenali lingkungan secara real-time dan melakukan manuver presisi pada kecepatan menengah.
Jika sebelumnya teknologi serupa diuji pada kecepatan rendah, kali ini Honda menaikkan standar batas kecepatan sistem hingga 60 km/jam.
Ini adalah pendekatan retrofit yang cerdas secara ekonomis; Honda mengintegrasikan teknologi mutakhir ke dalam jaringan jalan yang sudah ada tanpa menuntut kota untuk membangun infrastruktur baru berskala besar.
Untuk mencapai tingkat keamanan Level 4—di mana kendaraan dapat mengemudi sendiri sepenuhnya dalam kondisi tertentu—Honda tidak lagi hanya mengandalkan kamera. Pada uji coba di Odawara ini, sensor LiDAR (Light Detection and Ranging) ditambahkan ke dalam arsitektur sistem.
Penggunaan LiDAR memberikan redundansi sistem yang krusial. Teknologi ini mampu mengukur posisi dan kecepatan objek serta pengguna jalan lain di kejauhan dengan presisi tinggi, bahkan dalam kondisi pencahayaan yang sulit atau cuaca buruk.
Kombinasi kamera dan LiDAR memastikan kendaraan mampu mendeteksi struktur jalan dengan elevasi signifikan secara stabil, menjaga keselamatan penumpang meskipun mobil melaju hingga 60 km/jam.
Sinergi antara elektrifikasi dan otonom ini diproyeksikan tidak hanya untuk mobil penumpang, tetapi juga solusi mobilitas yang lebih luas seperti bus dan micro mobility.
Target Honda sangat jelas dan terukur. Perusahaan menargetkan pencapaian sertifikasi mengemudi otonom Level 4 pada kecepatan di bawah 20 km/jam untuk inisiatif micro mobility terlebih dahulu.
Selanjutnya, penerapan sertifikasi Level 4 dalam kondisi tertentu ditargetkan tercapai pada tahun fiskal 2027. Puncaknya, komersialisasi penuh teknologi ini dijadwalkan terealisasi sekitar tahun 2030.
Jika uji coba di Odawara ini berhasil, Honda akan membuktikan bahwa solusi kemacetan dan mobilitas masa depan tidak harus dimulai dengan membangun jalan baru, melainkan dengan membuat kendaraan menjadi jauh lebih pintar dalam memahami jalan yang sudah ada.
Tidak seperti kompetitor yang umumnya sangat bergantung pada infrastruktur digital masif dan peta beresolusi tinggi, Honda memilih jalur terjal dengan menguji kecerdasan buatan (AI) kolaboratif yang dirancang untuk membaca jalanan berkontur ekstrem secara mandiri, layaknya mata manusia.
Uji coba ini merupakan realisasi dari "Perjanjian Uji Coba Demonstrasi Teknologi Mengemudi Otonom untuk Mengatasi Permasalahan Transportasi" yang disepakati bersama Pemerintah Prefektur Kanagawa dan Pemerintah Kota Odawara.
Langkah ini bukan sekadar validasi teknis, melainkan sebuah pernyataan bahwa masa depan otonom haruslah adaptif, minim infrastruktur, dan ramah lingkungan.
Laboratorium Alam Bernama Odawara
Pemilihan Odawara sebagai lokasi pengujian bukanlah tanpa alasan logis. Kota ini memiliki karakteristik topografi yang menantang: jalanan bergelombang, kontur menanjak dan menurun yang curam, serta kepadatan lalu lintas yang dinamis.Kondisi ini menjadi stress test yang sempurna bagi Honda CR-V yang disulap menjadi kendaraan uji.
Di kawasan Taman Industri Tachibana, mobil ini akan melaju di jalan umum dengan pendampingan petugas keselamatan di dalamnya.
Target utamanya adalah memverifikasi kemampuan sistem CI dalam mengenali lingkungan secara real-time dan melakukan manuver presisi pada kecepatan menengah.
Jika sebelumnya teknologi serupa diuji pada kecepatan rendah, kali ini Honda menaikkan standar batas kecepatan sistem hingga 60 km/jam.
Logika "Mapless" dan Integrasi LiDAR
Kekuatan utama Honda CI terletak pada konsep mapless cooperative driving technology. Sistem ini memungkinkan kendaraan beroperasi tanpa bergantung pada peta presisi tinggi (high-definition maps) yang mahal dan sulit diperbarui.Ini adalah pendekatan retrofit yang cerdas secara ekonomis; Honda mengintegrasikan teknologi mutakhir ke dalam jaringan jalan yang sudah ada tanpa menuntut kota untuk membangun infrastruktur baru berskala besar.
Untuk mencapai tingkat keamanan Level 4—di mana kendaraan dapat mengemudi sendiri sepenuhnya dalam kondisi tertentu—Honda tidak lagi hanya mengandalkan kamera. Pada uji coba di Odawara ini, sensor LiDAR (Light Detection and Ranging) ditambahkan ke dalam arsitektur sistem.
Penggunaan LiDAR memberikan redundansi sistem yang krusial. Teknologi ini mampu mengukur posisi dan kecepatan objek serta pengguna jalan lain di kejauhan dengan presisi tinggi, bahkan dalam kondisi pencahayaan yang sulit atau cuaca buruk.
Kombinasi kamera dan LiDAR memastikan kendaraan mampu mendeteksi struktur jalan dengan elevasi signifikan secara stabil, menjaga keselamatan penumpang meskipun mobil melaju hingga 60 km/jam.
Peta Jalan Menuju 2030
Secara paralel, Honda juga mengembangkan teknologi ini pada unit Honda N-VAN e:, kendaraan listrik (EV) komersial, untuk mendukung visi netralitas karbon.Sinergi antara elektrifikasi dan otonom ini diproyeksikan tidak hanya untuk mobil penumpang, tetapi juga solusi mobilitas yang lebih luas seperti bus dan micro mobility.
Target Honda sangat jelas dan terukur. Perusahaan menargetkan pencapaian sertifikasi mengemudi otonom Level 4 pada kecepatan di bawah 20 km/jam untuk inisiatif micro mobility terlebih dahulu.
Selanjutnya, penerapan sertifikasi Level 4 dalam kondisi tertentu ditargetkan tercapai pada tahun fiskal 2027. Puncaknya, komersialisasi penuh teknologi ini dijadwalkan terealisasi sekitar tahun 2030.
Jika uji coba di Odawara ini berhasil, Honda akan membuktikan bahwa solusi kemacetan dan mobilitas masa depan tidak harus dimulai dengan membangun jalan baru, melainkan dengan membuat kendaraan menjadi jauh lebih pintar dalam memahami jalan yang sudah ada.
(dan)
Lihat Juga :