Bocoran Spesifikasi BYD Denza B5: Monster Off-Road Hybrid yang Bikin Pajero dan Fortuner Terasa Jadul
Sabtu, 24 Januari 2026 - 21:03 WIB
loading...
Sosok gagah SUV Denza B5 saat melibas trek off-road di Zhengzhou, China, memperlihatkan kapabilitas platform DMO yang menggabungkan ketangguhan sasis tangga dengan efisiensi sistem hybrid. Foto: BYD Indonesia
A
A
A
ZHENGZHOU - Hegemoni Toyota Land Cruiser Prado di segmen SUV ladder-frame premium tampaknya akan segera mendapat ujian serius. Raksasa teknologi otomotif China, Build Your Dreams (BYD), memberikan sinyal kuat untuk memboyong Denza B5 ke pasar Indonesia.
Bukan sekadar wacana, mobil yang dikenal sebagai Fangchengbao Bao 5 di negara asalnya ini dipersiapkan untuk mengisi celah pasar Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang mampu diajak "kerja keras" di medan berat.
Indikasi kehadiran Denza B5 di Tanah Air terendus jelas saat kunjungan media ke fasilitas uji coba Sirkuit All-Terrain milik BYD di Zhengzhou, Henan, pertengahan Januari 2026.
![Bocoran Spesifikasi BYD Denza B5: Monster Off-Road Hybrid yang Bikin Pajero dan Fortuner Terasa Jadul]()
Di sana, unit uji coba yang digunakan untuk melibas trek ekstrem ternyata menggunakan konfigurasi setir kanan (right-hand drive).
Lebih mengejutkan lagi, antarmuka pengguna (User Interface/UI) pada layar hiburannya telah menggunakan Bahasa Indonesia.
Ini adalah "kode keras" teknis yang lazimnya menjadi penanda tahap akhir sebelum homologasi dan peluncuran resmi di suatu negara.
![Bocoran Spesifikasi BYD Denza B5: Monster Off-Road Hybrid yang Bikin Pajero dan Fortuner Terasa Jadul]()
Liu Xueliang, General Manager Sales Division BYD Asia Pacific, tidak menampik kemungkinan tersebut. Meski memilih kalimat diplomatis, nada optimismenya tak bisa disembunyikan.
“Tentu sangat memungkinkan untuk bisa membawa dan mengenalkan Denza B5 ke pasar Indonesia. Kami tidak bisa bilang pasti masuk. Namun, ini sangat memungkinkan untuk bisa diwujudkan segera," ujar Liu di Zhengzhou.
Mengapa Denza B5 Penting?
Keputusan BYD mempertimbangkan Denza B5 untuk Indonesia didasarkan pada logika pasar.
Di Australia, mobil ini telah diterima dengan sangat baik sebagai alternatif cerdas bagi petualang yang menginginkan torsi instan motor listrik tanpa rasa was-was kehabisan daya di tengah hutan (range anxiety).
Di Indonesia, segmen SUV 4x4 premium masih didominasi oleh mesin diesel konvensional.
Masuknya Denza B5 akan menciptakan disrupsi. Ia menawarkan solusi bagi kaum mapan yang menginginkan citra ramah lingkungan (elektrifikasi) namun tidak ingin kehilangan kapabilitas melibas banjir atau jalanan rusak yang menjadi "makanan sehari-hari" SUV bongsor di nusantara.
Selain itu, keberhasilan Denza B5 menembus pasar Australia—yang memiliki standar keselamatan dan durabilitas mirip dengan ekspektasi konsumen premium Indonesia—menjadi validasi produk yang krusial.
Spesifikasi Monster: Perpaduan Otot dan Otak
Secara teknis, Denza B5 adalah anomali yang memukau. Berbeda dengan SUV listrik perkotaan yang menggunakan sasis monokok, Denza B5 dibangun di atas platform DMO (Dual-Mode Off-road).
Ini adalah arsitektur body-on-frame (sasis tangga) hibrida yang dirancang khusus untuk ketahanan ekstrem.
Jantung pacunya mengombinasikan mesin bensin 1.5L Turbo dengan dua motor listrik penggerak empat roda (AWD). Kolaborasi ini menghasilkan tenaga buas mencapai 425 kW atau setara 570 tenaga kuda, dengan torsi puncak menyentuh angka 760 Nm.
Sebagai perbandingan, angka torsi tersebut jauh melampaui rata-rata SUV diesel premium di pasaran saat ini. Hasilnya, mobil berbobot besar ini mampu melesat dari 0 hingga 100 kilometer per jam hanya dalam waktu 4,8 detik. Angka akselerasi yang biasanya hanya dimiliki oleh mobil sport.
Daya Jelajah dan Utilitas Kerja Keras
Meski bertenaga monster, Denza B5 tetap efisien. Mobil ini dibekali baterai Blade Battery khas BYD berkapasitas 31,8 kWh berjenis LFP (Lithium Iron Phosphate).
Dalam mode listrik murni, mobil ini mampu melaju sejauh 90 hingga 100 kilometer berdasarkan siklus WLTC. Namun, jika dikombinasikan dengan tangki bensin penuh, total jarak tempuhnya bisa menembus lebih dari 1.000 kilometer.
Kemampuan "kerja keras" mobil ini juga terlihat dari kapasitas derek (towing capacity) yang mencapai 3.000 kilogram (rem) dan daya angkut (payload) antara 490 hingga 600 kilogram.
![Bocoran Spesifikasi BYD Denza B5: Monster Off-Road Hybrid yang Bikin Pajero dan Fortuner Terasa Jadul]()
Dimensinya yang bongsor—panjang 4.921 mm, lebar 1.970 mm, dan tinggi 1.930 mm—menjamin ruang kargo yang lega untuk membawa peralatan ekspedisi.
Untuk pengisian daya, Denza B5 mendukung pengisian cepat DC 100 kW dan pengisian AC 11 kW, memastikan fleksibilitas bagi pemiliknya.
Kemewahan Interior dan Harga
Masuk ke kabin, nuansa "pekerja kasar" hilang seketika, berganti dengan kemewahan digital.
Dashboard didominasi layar infotainment raksasa 15,6 inci dan klaster instrumen digital 12,3 inci.
Kualitas suara dijamin oleh sistem audio premium Devialet, sementara keamanan dipantau lewat kamera 360 derajat. Fitur keselamatan pasif juga tidak main-main dengan penyematan 9 airbags serta paket lengkap ADAS (Advanced Driver Assistance Systems), termasuk Adaptive Cruise Control dan Lane-Keep Assist.
Lantas, berapa harganya? Sebagai acuan, di pasar Australia, Denza B5 varian dasar dibanderol AUD74.990 atau setara Rp 764,8 juta (kurs Rp 10.200). Sementara varian tertinggi, Denza B5 Leopard, dijual seharga AUD79.990 atau sekitar Rp 815,8 juta.
Jika masuk ke Indonesia, dengan skema pajak kendaraan hybrid dan barang mewah yang berlaku, harganya diprediksi akan sangat kompetitif untuk menantang Toyota Prado yang seringkali dijual jauh di atas Rp 1,5 miliar melalui importir umum, maupun GWM Tank 500 yang sudah bermain di kisaran Rp 1,1 miliar.
Bukan sekadar wacana, mobil yang dikenal sebagai Fangchengbao Bao 5 di negara asalnya ini dipersiapkan untuk mengisi celah pasar Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang mampu diajak "kerja keras" di medan berat.
Indikasi kehadiran Denza B5 di Tanah Air terendus jelas saat kunjungan media ke fasilitas uji coba Sirkuit All-Terrain milik BYD di Zhengzhou, Henan, pertengahan Januari 2026.
.jpg)
Di sana, unit uji coba yang digunakan untuk melibas trek ekstrem ternyata menggunakan konfigurasi setir kanan (right-hand drive).
Lebih mengejutkan lagi, antarmuka pengguna (User Interface/UI) pada layar hiburannya telah menggunakan Bahasa Indonesia.
Ini adalah "kode keras" teknis yang lazimnya menjadi penanda tahap akhir sebelum homologasi dan peluncuran resmi di suatu negara.

Liu Xueliang, General Manager Sales Division BYD Asia Pacific, tidak menampik kemungkinan tersebut. Meski memilih kalimat diplomatis, nada optimismenya tak bisa disembunyikan.
“Tentu sangat memungkinkan untuk bisa membawa dan mengenalkan Denza B5 ke pasar Indonesia. Kami tidak bisa bilang pasti masuk. Namun, ini sangat memungkinkan untuk bisa diwujudkan segera," ujar Liu di Zhengzhou.
Mengapa Denza B5 Penting?
![Bocoran Spesifikasi BYD Denza B5: Monster Off-Road Hybrid yang Bikin Pajero dan Fortuner Terasa Jadul]()
Keputusan BYD mempertimbangkan Denza B5 untuk Indonesia didasarkan pada logika pasar.
Di Australia, mobil ini telah diterima dengan sangat baik sebagai alternatif cerdas bagi petualang yang menginginkan torsi instan motor listrik tanpa rasa was-was kehabisan daya di tengah hutan (range anxiety).
Di Indonesia, segmen SUV 4x4 premium masih didominasi oleh mesin diesel konvensional.
Masuknya Denza B5 akan menciptakan disrupsi. Ia menawarkan solusi bagi kaum mapan yang menginginkan citra ramah lingkungan (elektrifikasi) namun tidak ingin kehilangan kapabilitas melibas banjir atau jalanan rusak yang menjadi "makanan sehari-hari" SUV bongsor di nusantara.
Selain itu, keberhasilan Denza B5 menembus pasar Australia—yang memiliki standar keselamatan dan durabilitas mirip dengan ekspektasi konsumen premium Indonesia—menjadi validasi produk yang krusial.
Spesifikasi Monster: Perpaduan Otot dan Otak
![Bocoran Spesifikasi BYD Denza B5: Monster Off-Road Hybrid yang Bikin Pajero dan Fortuner Terasa Jadul]()
Secara teknis, Denza B5 adalah anomali yang memukau. Berbeda dengan SUV listrik perkotaan yang menggunakan sasis monokok, Denza B5 dibangun di atas platform DMO (Dual-Mode Off-road).
Ini adalah arsitektur body-on-frame (sasis tangga) hibrida yang dirancang khusus untuk ketahanan ekstrem.
Jantung pacunya mengombinasikan mesin bensin 1.5L Turbo dengan dua motor listrik penggerak empat roda (AWD). Kolaborasi ini menghasilkan tenaga buas mencapai 425 kW atau setara 570 tenaga kuda, dengan torsi puncak menyentuh angka 760 Nm.
Sebagai perbandingan, angka torsi tersebut jauh melampaui rata-rata SUV diesel premium di pasaran saat ini. Hasilnya, mobil berbobot besar ini mampu melesat dari 0 hingga 100 kilometer per jam hanya dalam waktu 4,8 detik. Angka akselerasi yang biasanya hanya dimiliki oleh mobil sport.
Daya Jelajah dan Utilitas Kerja Keras
![Bocoran Spesifikasi BYD Denza B5: Monster Off-Road Hybrid yang Bikin Pajero dan Fortuner Terasa Jadul]()
Meski bertenaga monster, Denza B5 tetap efisien. Mobil ini dibekali baterai Blade Battery khas BYD berkapasitas 31,8 kWh berjenis LFP (Lithium Iron Phosphate).
Dalam mode listrik murni, mobil ini mampu melaju sejauh 90 hingga 100 kilometer berdasarkan siklus WLTC. Namun, jika dikombinasikan dengan tangki bensin penuh, total jarak tempuhnya bisa menembus lebih dari 1.000 kilometer.
Kemampuan "kerja keras" mobil ini juga terlihat dari kapasitas derek (towing capacity) yang mencapai 3.000 kilogram (rem) dan daya angkut (payload) antara 490 hingga 600 kilogram.

Dimensinya yang bongsor—panjang 4.921 mm, lebar 1.970 mm, dan tinggi 1.930 mm—menjamin ruang kargo yang lega untuk membawa peralatan ekspedisi.
Untuk pengisian daya, Denza B5 mendukung pengisian cepat DC 100 kW dan pengisian AC 11 kW, memastikan fleksibilitas bagi pemiliknya.
Kemewahan Interior dan Harga
![Bocoran Spesifikasi BYD Denza B5: Monster Off-Road Hybrid yang Bikin Pajero dan Fortuner Terasa Jadul]()
Masuk ke kabin, nuansa "pekerja kasar" hilang seketika, berganti dengan kemewahan digital.
Dashboard didominasi layar infotainment raksasa 15,6 inci dan klaster instrumen digital 12,3 inci.
Kualitas suara dijamin oleh sistem audio premium Devialet, sementara keamanan dipantau lewat kamera 360 derajat. Fitur keselamatan pasif juga tidak main-main dengan penyematan 9 airbags serta paket lengkap ADAS (Advanced Driver Assistance Systems), termasuk Adaptive Cruise Control dan Lane-Keep Assist.
Lantas, berapa harganya? Sebagai acuan, di pasar Australia, Denza B5 varian dasar dibanderol AUD74.990 atau setara Rp 764,8 juta (kurs Rp 10.200). Sementara varian tertinggi, Denza B5 Leopard, dijual seharga AUD79.990 atau sekitar Rp 815,8 juta.
Jika masuk ke Indonesia, dengan skema pajak kendaraan hybrid dan barang mewah yang berlaku, harganya diprediksi akan sangat kompetitif untuk menantang Toyota Prado yang seringkali dijual jauh di atas Rp 1,5 miliar melalui importir umum, maupun GWM Tank 500 yang sudah bermain di kisaran Rp 1,1 miliar.
(dan)
Lihat Juga :