Manufaktur Mandiri dan Agresi CSH: Peta Jalan Chery Kuasai Pasar Otomotif RI
Jum'at, 30 Januari 2026 - 18:41 WIB
loading...
Aktivitas produksi Chery yang diproyeksikan akan beralih ke fasilitas pabrik mandiri terbaru mulai 2027 guna memenuhi lonjakan permintaan pasar domestik dan ekspor. Foto: SindoNews/Danang Arradian
A
A
A
SEMARANG - Di tengah bayang-bayang kontraksi pasar otomotif nasional yang terjadi selama dua tahun terakhir, PT Chery Sales Indonesia (CSI) justru mengambil langkah antitesis yang penuh percaya diri.
Pabrikan asal China ini memastikan akan memulai pembangunan (groundbreaking) pabrik mandiri di Indonesia tahun ini.
Keputusan strategis yang diambil bukan melalui akuisisi fasilitas lama, melainkan membangun infrastruktur baru dari nol.
Langkah ini menjadi sinyal kuat transisi Chery dari sekadar pemain baru menjadi raksasa industri yang siap menancapkan kuku bisnis lebih dalam di Tanah Air.
Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Pemasaran PT CSI, Budi Darmawan Jantania, di sela-sela kegiatan media test drive Chery C5 CSH di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (28/1/2026).
"Kita tahun ini akan groundbreaking untuk pabrik mandiri kita. Benar-benar tancap tiang pancang, bukan dari fasilitas yang ada," tegas Budi, menepis rumor yang beredar mengenai akuisisi pabrik PT Handal Indonesia Motor.
Pabrik baru ini diproyeksikan memakan waktu pembangunan sekitar 1 hingga 1,5 tahun, sehingga diperkirakan baru akan beroperasi penuh secara mandiri pada 2027 atau 2028.
Logika Investasi dan Kapasitas Produksi
Keputusan Chery membangun pabrik sendiri didasari oleh hitungan matematis pertumbuhan volume yang signifikan.
Sepanjang 2025, Chery berhasil membukukan penjualan total sekitar 19.500 unit. Angka ini menunjukkan lonjakan pertumbuhan dua kali lipat alias 100 persen dibanding tahun sebelumnya yang berada di kisaran 9.000 unit, meneruskan tren positif dari tahun 2023 yang hanya 4.000 unit.
Fasilitas baru ini nantinya didesain sebagai "Rumah Besar" bagi seluruh lini bisnis Chery Group. Tidak hanya memproduksi merek Chery, pabrik ini akan menjadi basis produksi bagi sub-brand lainnya seperti iCar, serta Omoda & Jaecoo.
"Kapasitas itu untuk cover semua Chery Group produk," ujar Budi. Lebih jauh, pabrik ini tidak hanya disiapkan untuk memenuhi dahaga pasar domestik, tetapi juga difungsikan sebagai hub ekspor ke negara tetangga, seperti Vietnam.
Mengapa Fokus ke Hybrid (CSH)?
Di balik agresivitas pembangunan fisik, Chery juga memainkan strategi produk yang cerdik dengan membaca pergeseran tren global.
Manajemen Chery menyoroti bahwa tren kendaraan listrik murni (EV) secara global mulai mengalami penurunan (decline), namun konsumen tidak serta-merta kembali ke mesin pembakaran internal (ICE) konvensional, melainkan beralih ke teknologi hibrida.
Merespons hal ini, Chery memperkuat lini Chery Super Hybrid (CSH). Data internal perusahaan menunjukkan bahwa kontribusi varian CSH—termasuk Tiggo 8 CSH—sangat dominan.
Jika ditarik data setahun penuh, kontribusi model CSH mendekati 45 persen dari total penjualan, bersaing ketat dengan segmen EV yang dipimpin oleh model J6 dan E5.
"Orang yang sudah pakai EV untuk balik ke ICE merasa ada sensasi performa yang hilang. CSH menjembatani itu: rasa akselerasi EV tapi dengan fleksibilitas isi bensin," analisis pihak Chery mengenai perilaku konsumen.
Tahun ini, Chery berencana meluncurkan 6 hingga 7 produk baru untuk menjaga momentum pertumbuhan.
Salah satu yang paling dinanti adalah kehadiran varian baru di keluarga CSH, yakni C5 CSH yang diposisikan untuk segmen profesional muda yang menginginkan gaya dan performa.
Menebak Harga Chery C5 CSH
Chery juga melakukan strategi penetapan harga (pricing strategy). Untuk model Tiggo 8 Cross CSH, akan ada penyesuaian harga di awal 2026 menjadi Rp329 juta, naik sedikit dari harga sebelumnya Rp319 juta.
Sementara itu, model baru C5 CSH yang akan mengisi celah di atasnya dipastikan akan dibanderol lebih tinggi.
Ketika disinggung apakah harganya akan menembus angka psikologis Rp400 juta, pihak Chery memberikan sinyal diplomatis namun terbuka terhadap masukan pasar.
"Dicatat dan di-consider," ujar Budi merespons harapan media agar harga tetap kompetitif bagi kaum "mending-mending".
Model baru C5 CSH ini nantinya akan menggantikan varian AWD (seperti pada Omoda 5 GT) yang sudah dihentikan produksinya (discontinued), menjadikan C5 sebagai satu-satunya model yang memiliki opsi tiga powertrain: ICE, CSH, dan EV.
Optimisme di Tengah Pasar yang Menantang
Meskipun pasar otomotif nasional diprediksi masih menantang (challenging) tahun ini, Chery tetap optimistis.
Keyakinan ini didasarkan pada rasio kepemilikan mobil di Indonesia yang masih rendah dibandingkan negara Asia lainnya, yang berarti ruang pertumbuhan masih sangat luas.
Selain itu, fenomena loyalitas merek atau "Chery Family"—di mana satu keluarga bisa memiliki berbagai model Chery mulai dari Omoda hingga Tiggo—menjadi modal sosial yang kuat bagi pabrikan ini untuk terus berekspansi.
Dengan total lima merek yang akan bermain di bawah naungan grup pada tahun ini (Chery, Omoda & Jaecoo, iCar, dan Lepas), serta dukungan pabrik mandiri yang akan segera dibangun, Chery tampaknya tidak hanya sekadar ingin berjualan, tetapi berambisi menjadi penguasa baru di industri otomotif nasional.
Pabrikan asal China ini memastikan akan memulai pembangunan (groundbreaking) pabrik mandiri di Indonesia tahun ini.
Keputusan strategis yang diambil bukan melalui akuisisi fasilitas lama, melainkan membangun infrastruktur baru dari nol.
Langkah ini menjadi sinyal kuat transisi Chery dari sekadar pemain baru menjadi raksasa industri yang siap menancapkan kuku bisnis lebih dalam di Tanah Air.
Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Pemasaran PT CSI, Budi Darmawan Jantania, di sela-sela kegiatan media test drive Chery C5 CSH di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (28/1/2026).
"Kita tahun ini akan groundbreaking untuk pabrik mandiri kita. Benar-benar tancap tiang pancang, bukan dari fasilitas yang ada," tegas Budi, menepis rumor yang beredar mengenai akuisisi pabrik PT Handal Indonesia Motor.
Pabrik baru ini diproyeksikan memakan waktu pembangunan sekitar 1 hingga 1,5 tahun, sehingga diperkirakan baru akan beroperasi penuh secara mandiri pada 2027 atau 2028.
Logika Investasi dan Kapasitas Produksi
![Manufaktur Mandiri dan Agresi CSH: Peta Jalan Chery Kuasai Pasar Otomotif RI]()
Keputusan Chery membangun pabrik sendiri didasari oleh hitungan matematis pertumbuhan volume yang signifikan.
Sepanjang 2025, Chery berhasil membukukan penjualan total sekitar 19.500 unit. Angka ini menunjukkan lonjakan pertumbuhan dua kali lipat alias 100 persen dibanding tahun sebelumnya yang berada di kisaran 9.000 unit, meneruskan tren positif dari tahun 2023 yang hanya 4.000 unit.
Fasilitas baru ini nantinya didesain sebagai "Rumah Besar" bagi seluruh lini bisnis Chery Group. Tidak hanya memproduksi merek Chery, pabrik ini akan menjadi basis produksi bagi sub-brand lainnya seperti iCar, serta Omoda & Jaecoo.
"Kapasitas itu untuk cover semua Chery Group produk," ujar Budi. Lebih jauh, pabrik ini tidak hanya disiapkan untuk memenuhi dahaga pasar domestik, tetapi juga difungsikan sebagai hub ekspor ke negara tetangga, seperti Vietnam.
Mengapa Fokus ke Hybrid (CSH)?
![Manufaktur Mandiri dan Agresi CSH: Peta Jalan Chery Kuasai Pasar Otomotif RI]()
Di balik agresivitas pembangunan fisik, Chery juga memainkan strategi produk yang cerdik dengan membaca pergeseran tren global.
Manajemen Chery menyoroti bahwa tren kendaraan listrik murni (EV) secara global mulai mengalami penurunan (decline), namun konsumen tidak serta-merta kembali ke mesin pembakaran internal (ICE) konvensional, melainkan beralih ke teknologi hibrida.
Merespons hal ini, Chery memperkuat lini Chery Super Hybrid (CSH). Data internal perusahaan menunjukkan bahwa kontribusi varian CSH—termasuk Tiggo 8 CSH—sangat dominan.
Jika ditarik data setahun penuh, kontribusi model CSH mendekati 45 persen dari total penjualan, bersaing ketat dengan segmen EV yang dipimpin oleh model J6 dan E5.
"Orang yang sudah pakai EV untuk balik ke ICE merasa ada sensasi performa yang hilang. CSH menjembatani itu: rasa akselerasi EV tapi dengan fleksibilitas isi bensin," analisis pihak Chery mengenai perilaku konsumen.
Tahun ini, Chery berencana meluncurkan 6 hingga 7 produk baru untuk menjaga momentum pertumbuhan.
Salah satu yang paling dinanti adalah kehadiran varian baru di keluarga CSH, yakni C5 CSH yang diposisikan untuk segmen profesional muda yang menginginkan gaya dan performa.
Menebak Harga Chery C5 CSH
![Manufaktur Mandiri dan Agresi CSH: Peta Jalan Chery Kuasai Pasar Otomotif RI]()
Chery juga melakukan strategi penetapan harga (pricing strategy). Untuk model Tiggo 8 Cross CSH, akan ada penyesuaian harga di awal 2026 menjadi Rp329 juta, naik sedikit dari harga sebelumnya Rp319 juta.
Sementara itu, model baru C5 CSH yang akan mengisi celah di atasnya dipastikan akan dibanderol lebih tinggi.
Ketika disinggung apakah harganya akan menembus angka psikologis Rp400 juta, pihak Chery memberikan sinyal diplomatis namun terbuka terhadap masukan pasar.
"Dicatat dan di-consider," ujar Budi merespons harapan media agar harga tetap kompetitif bagi kaum "mending-mending".
Model baru C5 CSH ini nantinya akan menggantikan varian AWD (seperti pada Omoda 5 GT) yang sudah dihentikan produksinya (discontinued), menjadikan C5 sebagai satu-satunya model yang memiliki opsi tiga powertrain: ICE, CSH, dan EV.
Optimisme di Tengah Pasar yang Menantang
![Manufaktur Mandiri dan Agresi CSH: Peta Jalan Chery Kuasai Pasar Otomotif RI]()
Meskipun pasar otomotif nasional diprediksi masih menantang (challenging) tahun ini, Chery tetap optimistis.
Keyakinan ini didasarkan pada rasio kepemilikan mobil di Indonesia yang masih rendah dibandingkan negara Asia lainnya, yang berarti ruang pertumbuhan masih sangat luas.
Selain itu, fenomena loyalitas merek atau "Chery Family"—di mana satu keluarga bisa memiliki berbagai model Chery mulai dari Omoda hingga Tiggo—menjadi modal sosial yang kuat bagi pabrikan ini untuk terus berekspansi.
Dengan total lima merek yang akan bermain di bawah naungan grup pada tahun ini (Chery, Omoda & Jaecoo, iCar, dan Lepas), serta dukungan pabrik mandiri yang akan segera dibangun, Chery tampaknya tidak hanya sekadar ingin berjualan, tetapi berambisi menjadi penguasa baru di industri otomotif nasional.
(dan)
Lihat Juga :