Sakti! Dari Nol Hingga Rp17 Triliun dalam 2 Tahun, Ini Rahasia Gila ZXMOTO Rajai Pasar Motor
Senin, 06 April 2026 - 10:53 WIB
loading...
Didirikan pada 2024 oleh mantan montir bernama Zhang Xue, merek yang berpusat di Chongqing ini meledak masuk ke panggung utama global setelah menyabet kemenangan sensasional di ajang balap World Superbike (WSBK) putaran Portugal. Foto: ZXMOTO
A
A
A
PORTUGAL - Di jagat otomotif roda dua China saat ini, kata "ZXMOTO" bukan sekadar merek; ia telah menjelma menjadi fenomena pop culture yang merepresentasikan kegigihan kelas pekerja.
Didirikan pada 2024 oleh mantan montir bernama Zhang Xue, merek yang berpusat di Chongqing ini meledak masuk ke panggung utama global setelah menyabet kemenangan sensasional di ajang balap World Superbike (WSBK) putaran Portugal.
Namun, di balik kisah bak drama China sang pendiri yang memulai dari nol, ada fakta bisnis yang jauh lebih mencengangkan: hanya dalam kurun waktu dua tahun, valuasi perusahaan rintisan (startup) ini telah meroket menembus angka 1 miliar Yuan, atau setara dengan USD145,36 juta (Rp2,47 triliun).
Lonjakan valuasi ini bukan sekadar gelembung spekulasi. Kokohnya stabilitas operasional menjadi fondasi utama.
Cheng Junhua, General Manager Zhejiang Venture Capital Group—yang baru saja menyuntikkan pendanaan Seri A senilai 90 juta Yuan (sekitar Rp153 miliar) pada bulan Januari lalu—memberikan analisisnya.
Dalam wawancaranya bersama Zhejiang Daily, Cheng membongkar hasil uji tuntas (due diligence) timnya.
![Sakti! Dari Nol Hingga Rp17 Triliun dalam 2 Tahun, Ini Rahasia Gila ZXMOTO Rajai Pasar Motor]()
Di pabrik ZXMOTO, tidak ada sandiwara. Para pekerja menunjukkan fokus yang sama baik ada maupun tidak ada sang bos.
Secara administratif, cetak biru (blueprint) prototipe dan dokumen perusahaan sangat rapi dan dapat diverifikasi.
Di rantai pasokan, alih-alih mencekik harga vendor seperti pabrikan lain, Zhang memilih tumbuh bersama pemasoknya.
"Data produk dan penjualan dapat ditelusuri sepenuhnya, membentuk lingkaran tertutup yang matang," tegas Cheng.
![Sakti! Dari Nol Hingga Rp17 Triliun dalam 2 Tahun, Ini Rahasia Gila ZXMOTO Rajai Pasar Motor]()
Gaya kepemimpinan Zhang memang tidak konvensional. Cheng mengenang pertemuan pertamanya, di mana Zhang meneriakkan tugas di lorong hingga suaranya menggema ke beberapa kantor.
Awalnya Cheng ragu, namun ia segera menyadari bahwa sifat keras itu justru menjadi magnet pemersatu (unifying force) yang krusial untuk mengumpulkan talenta terbaik.
"Saat menghadapi masalah, seluruh tim berkomitmen untuk mengatasinya. Entah butuh sehari, seminggu, atau sebulan," ujar Zhang dalam wawancara grup pada 30 Maret lalu.
Bahan bakar utama revolusi ini adalah dedikasi Zhang pada Riset dan Pengembangan (R&D). Ia rela meninggalkan Kove Moto—merek yang juga ia bangun dari nol—hanya karena para investor lamanya menolak berinvestasi di R&D dan motorsport, dan lebih memilih monetisasi cepat. Keteguhan Zhang kini terbayar.
![Sakti! Dari Nol Hingga Rp17 Triliun dalam 2 Tahun, Ini Rahasia Gila ZXMOTO Rajai Pasar Motor]()
ZXMOTO sukses mengadopsi cetak biru CFMOTO: membuktikan keunggulan teknologi lewat ajang balap (seperti CFMOTO yang juara dunia Moto3 pada 2024), menarik minat modal ventura, lalu menggunakan dana tersebut untuk ekspansi pasar agresif.
Prospek ZXMOTO di segmen motor perpindahan menengah hingga besar sangat cerah.
Data riset Guolian Minsheng Securities memproyeksikan penjualan domestik motor besar di China tahun 2026 akan menyentuh 477.000 unit (tumbuh 10,5%), sementara ekspor akan meledak di angka 718.000 unit (meroket 33%).
Di segmen spesifik 500cc–800cc yang menjadi arena bermain ZXMOTO, pasar diprediksi akan menyerap 25% dari total penjualan domestik dan 20% dari total ekspor.
ZXMOTO kini bukan lagi sekadar pengekspor barang rakitan, melainkan pelopor ekspor sistem dan kultur budaya merek motor China ke kancah global.
Didirikan pada 2024 oleh mantan montir bernama Zhang Xue, merek yang berpusat di Chongqing ini meledak masuk ke panggung utama global setelah menyabet kemenangan sensasional di ajang balap World Superbike (WSBK) putaran Portugal.
Namun, di balik kisah bak drama China sang pendiri yang memulai dari nol, ada fakta bisnis yang jauh lebih mencengangkan: hanya dalam kurun waktu dua tahun, valuasi perusahaan rintisan (startup) ini telah meroket menembus angka 1 miliar Yuan, atau setara dengan USD145,36 juta (Rp2,47 triliun).
Lonjakan valuasi ini bukan sekadar gelembung spekulasi. Kokohnya stabilitas operasional menjadi fondasi utama.
Cheng Junhua, General Manager Zhejiang Venture Capital Group—yang baru saja menyuntikkan pendanaan Seri A senilai 90 juta Yuan (sekitar Rp153 miliar) pada bulan Januari lalu—memberikan analisisnya.
Dalam wawancaranya bersama Zhejiang Daily, Cheng membongkar hasil uji tuntas (due diligence) timnya.

Di pabrik ZXMOTO, tidak ada sandiwara. Para pekerja menunjukkan fokus yang sama baik ada maupun tidak ada sang bos.
Secara administratif, cetak biru (blueprint) prototipe dan dokumen perusahaan sangat rapi dan dapat diverifikasi.
Di rantai pasokan, alih-alih mencekik harga vendor seperti pabrikan lain, Zhang memilih tumbuh bersama pemasoknya.
"Data produk dan penjualan dapat ditelusuri sepenuhnya, membentuk lingkaran tertutup yang matang," tegas Cheng.

Gaya kepemimpinan Zhang memang tidak konvensional. Cheng mengenang pertemuan pertamanya, di mana Zhang meneriakkan tugas di lorong hingga suaranya menggema ke beberapa kantor.
Awalnya Cheng ragu, namun ia segera menyadari bahwa sifat keras itu justru menjadi magnet pemersatu (unifying force) yang krusial untuk mengumpulkan talenta terbaik.
"Saat menghadapi masalah, seluruh tim berkomitmen untuk mengatasinya. Entah butuh sehari, seminggu, atau sebulan," ujar Zhang dalam wawancara grup pada 30 Maret lalu.
Bahan bakar utama revolusi ini adalah dedikasi Zhang pada Riset dan Pengembangan (R&D). Ia rela meninggalkan Kove Moto—merek yang juga ia bangun dari nol—hanya karena para investor lamanya menolak berinvestasi di R&D dan motorsport, dan lebih memilih monetisasi cepat. Keteguhan Zhang kini terbayar.

ZXMOTO sukses mengadopsi cetak biru CFMOTO: membuktikan keunggulan teknologi lewat ajang balap (seperti CFMOTO yang juara dunia Moto3 pada 2024), menarik minat modal ventura, lalu menggunakan dana tersebut untuk ekspansi pasar agresif.
Prospek ZXMOTO di segmen motor perpindahan menengah hingga besar sangat cerah.
Data riset Guolian Minsheng Securities memproyeksikan penjualan domestik motor besar di China tahun 2026 akan menyentuh 477.000 unit (tumbuh 10,5%), sementara ekspor akan meledak di angka 718.000 unit (meroket 33%).
Di segmen spesifik 500cc–800cc yang menjadi arena bermain ZXMOTO, pasar diprediksi akan menyerap 25% dari total penjualan domestik dan 20% dari total ekspor.
ZXMOTO kini bukan lagi sekadar pengekspor barang rakitan, melainkan pelopor ekspor sistem dan kultur budaya merek motor China ke kancah global.
(dan)
Lihat Juga :