Bukan Merek Eropa, SUV Urban-Offroad Jaecoo J7 Malah Paling Laris di Inggris! Ini Rahasianya
Jum'at, 10 April 2026 - 13:49 WIB
loading...
SUV premium Jaecoo J7 SHS (Super Hybrid System) yang memadukan desain urban-offroad elegan dengan efisiensi energi, sukses mendominasi pasar otomotif Inggris. Foto: Jaecoo
A
A
A
LONDON - Di tengah ketatnya persaingan pasar di Inggris—negara dengan regulasi emisi yang ketat dan konsumen yang kritis—predikat mobil terlaris pada bulan Maret 2026 justru direbut oleh jenama pendatang baru dari Timur: Jaecoo J7.
Pencapaian ini bukan angka kebetulan. Berdasarkan data penjualan global, Omoda & Jaecoo sukses membukukan rekor penjualan bulanan tertinggi dengan total 61.254 unit di bulan Maret 2026.
Angka ini melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Yang paling mengejutkan, Jaecoo J7 sukses terjual lebih dari 10.000 unit hanya dalam tempo satu bulan di Inggris (total 15.703 unit sejak awal tahun), mengalahkan para pesaing terdekatnya dengan margin penjualan yang fantastis, mencapai 70 persen lebih tinggi.
Dari total penjualan 61.254 unit tersebut, kendaraan elektrifikasi—bukan hanya Battery Electric Vehicle (BEV)—menjadi pahlawan utama dengan sumbangsih 39.716 unit (meroket 471%).
Hal ini membuktikan bahwa konsumen, bahkan di negara maju seperti Inggris, sedang mencari jalan tengah. Mereka menginginkan efisiensi bahan bakar dan keramahan lingkungan, namun menolak untuk menjadi "sandera" dari infrastruktur pengecasan daya (charging station) yang belum sepenuhnya bebas antrean.
Di sinilah kunci kemenangan Jaecoo J7. Alih-alih memaksakan transisi ke kendaraan listrik murni (EV), mereka menawarkan solusi cerdas melalui teknologi Super Hybrid System (SHS).
![Bukan Merek Eropa, SUV Urban-Offroad Jaecoo J7 Malah Paling Laris di Inggris! Ini Rahasianya]()
"Kami melihat minat terhadap kendaraan elektrifikasi maupun NEV (New Energy Vehicle) terus meningkat, namun pada saat yang sama konsumen juga mencari solusi yang tetap praktis dan relevan dengan kebutuhan mereka," jelas Jim Ma, Business Unit Director Jaecoo Indonesia, saat menanggapi euforia penjualan global tersebut di Jakarta, Jumat (10/4/2026).
"SHS memungkinkan pengguna merasakan manfaat elektrifikasi tanpa harus mengubah kebiasaan berkendara secara signifikan."
Secara teknis, teknologi SHS mengawinkan keunggulan torsi instan dari motor listrik dengan daya jelajah tak terbatas dari mesin pembakaran internal.
Dalam skenario lalu lintas perkotaan yang padat, mobil dapat merayap mulus dan senyap mengandalkan daya listrik.
Namun, ketika digunakan untuk touring melintasi batas kota atau negara, mesin konvensional akan mengambil alih untuk menjaga performa sekaligus menyuplai daya, mengeleminasi mimpi buruk bernama range anxiety (kecemasan kehabisan baterai).
Klaim keandalan ini bukan isapan jempol. Melalui serangkaian pengujian ekstrem di lebih dari 16 negara dengan kontur jalan dan cuaca yang kejam, Jaecoo J7 yang dijejali sistem penggerak cerdas All Road Drive Intelligent System (ARDIS) ini mampu mencatatkan rekor jarak tempuh lebih dari 1.300 kilometer dalam satu kali perjalanan utuh.
Kesuksesan di Tanah Britania ini menjadi amunisi berharga bagi Jaecoo untuk melakukan invasi masif ke Indonesia.
Merek yang namanya merupakan perpaduan dari kata Jerman "Jäger" (pemburu) dan bahasa Inggris "Cool" ini melihat karakter pasar Indonesia yang sangat mirip: haus akan inovasi namun pragmatis dalam urusan jarak tempuh.
Untuk menopang ambisi tersebut, Jaecoo bergerak agresif membangun fondasi layanan purnajual. Saat ini, 32 dealer telah resmi beroperasi di Indonesia, disusul oleh pembukaan gerai terbaru di Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Mereka menargetkan pembukaan 25 dealer tambahan dalam waktu dekat, dengan ambisi gila menghadirkan 80 gerai yang tersebar di seluruh Indonesia pada penghujung tahun 2026.
Dengan pencapaian kumulatif Omoda & Jaecoo yang telah menyentuh 960.000 unit secara global dan bersiap menembus angka sakral 1 juta unit, kedatangan Jaecoo J7 SHS di Indonesia bukan sekadar meramaikan pasar.
Tapi, peringatan keras bagi para raksasa otomotif Jepang bahwa perlawanan teknologi hybrid dari China kini telah berada di depan pintu garasi mereka.
Pencapaian ini bukan angka kebetulan. Berdasarkan data penjualan global, Omoda & Jaecoo sukses membukukan rekor penjualan bulanan tertinggi dengan total 61.254 unit di bulan Maret 2026.
Angka ini melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Yang paling mengejutkan, Jaecoo J7 sukses terjual lebih dari 10.000 unit hanya dalam tempo satu bulan di Inggris (total 15.703 unit sejak awal tahun), mengalahkan para pesaing terdekatnya dengan margin penjualan yang fantastis, mencapai 70 persen lebih tinggi.
Dari total penjualan 61.254 unit tersebut, kendaraan elektrifikasi—bukan hanya Battery Electric Vehicle (BEV)—menjadi pahlawan utama dengan sumbangsih 39.716 unit (meroket 471%).
Hal ini membuktikan bahwa konsumen, bahkan di negara maju seperti Inggris, sedang mencari jalan tengah. Mereka menginginkan efisiensi bahan bakar dan keramahan lingkungan, namun menolak untuk menjadi "sandera" dari infrastruktur pengecasan daya (charging station) yang belum sepenuhnya bebas antrean.
Di sinilah kunci kemenangan Jaecoo J7. Alih-alih memaksakan transisi ke kendaraan listrik murni (EV), mereka menawarkan solusi cerdas melalui teknologi Super Hybrid System (SHS).

"Kami melihat minat terhadap kendaraan elektrifikasi maupun NEV (New Energy Vehicle) terus meningkat, namun pada saat yang sama konsumen juga mencari solusi yang tetap praktis dan relevan dengan kebutuhan mereka," jelas Jim Ma, Business Unit Director Jaecoo Indonesia, saat menanggapi euforia penjualan global tersebut di Jakarta, Jumat (10/4/2026).
"SHS memungkinkan pengguna merasakan manfaat elektrifikasi tanpa harus mengubah kebiasaan berkendara secara signifikan."
Secara teknis, teknologi SHS mengawinkan keunggulan torsi instan dari motor listrik dengan daya jelajah tak terbatas dari mesin pembakaran internal.
Dalam skenario lalu lintas perkotaan yang padat, mobil dapat merayap mulus dan senyap mengandalkan daya listrik.
Namun, ketika digunakan untuk touring melintasi batas kota atau negara, mesin konvensional akan mengambil alih untuk menjaga performa sekaligus menyuplai daya, mengeleminasi mimpi buruk bernama range anxiety (kecemasan kehabisan baterai).
Klaim keandalan ini bukan isapan jempol. Melalui serangkaian pengujian ekstrem di lebih dari 16 negara dengan kontur jalan dan cuaca yang kejam, Jaecoo J7 yang dijejali sistem penggerak cerdas All Road Drive Intelligent System (ARDIS) ini mampu mencatatkan rekor jarak tempuh lebih dari 1.300 kilometer dalam satu kali perjalanan utuh.
Kesuksesan di Tanah Britania ini menjadi amunisi berharga bagi Jaecoo untuk melakukan invasi masif ke Indonesia.
Merek yang namanya merupakan perpaduan dari kata Jerman "Jäger" (pemburu) dan bahasa Inggris "Cool" ini melihat karakter pasar Indonesia yang sangat mirip: haus akan inovasi namun pragmatis dalam urusan jarak tempuh.
Untuk menopang ambisi tersebut, Jaecoo bergerak agresif membangun fondasi layanan purnajual. Saat ini, 32 dealer telah resmi beroperasi di Indonesia, disusul oleh pembukaan gerai terbaru di Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Mereka menargetkan pembukaan 25 dealer tambahan dalam waktu dekat, dengan ambisi gila menghadirkan 80 gerai yang tersebar di seluruh Indonesia pada penghujung tahun 2026.
Dengan pencapaian kumulatif Omoda & Jaecoo yang telah menyentuh 960.000 unit secara global dan bersiap menembus angka sakral 1 juta unit, kedatangan Jaecoo J7 SHS di Indonesia bukan sekadar meramaikan pasar.
Tapi, peringatan keras bagi para raksasa otomotif Jepang bahwa perlawanan teknologi hybrid dari China kini telah berada di depan pintu garasi mereka.
(dan)
Lihat Juga :