Kisah Nekat Wuhu Membangun Imperium Chery Group
Minggu, 26 April 2026 - 12:12 WIB
loading...
A
A
A
Mesin pertama Chery bahkan bukan buatan sendiri.
Wuhu membeli satu lini produksi mesin bekas dari pabrik Ford di Dagenham, Inggris. Dirakit ulang di China. Di mana? Di gudang-gudang kosong. Di bangunan seadanya.
Orang dalam Chery menyebut fase ini sebagai “thatched hut spirit” — semangat gubuk jerami. Masalah berikutnya lebih serius. Chery tidak bisa menjual mobil secara nasional. Tidak punya lisensi.
Solusinya unik. Wuhu “menikahkan” Chery dengan SAIC. SAIC mengambil 20 persen saham.
![Kisah Nekat Wuhu Membangun Imperium Chery Group]()
Sebagai imbalannya, Chery bisa menggunakan lisensi nasional SAIC. Ini jalan pintas untuk bertahan hidup. Meski, hubungan itu tidak berlangsung lama.
Tahun 2003, Chery sudah cukup kuat. Wuhu membeli kembali saham SAIC. Chery resmi berdiri sendiri. Dari titik ini, karakter Chery terbentuk.
Berbeda dengan “Big Four” China yang bergantung pada joint venture dengan brand global seperti Volkswagen, GM, atau Toyota, Chery tidak punya kemewahan itu. Mereka dipaksa untuk mengembangkan teknologi sendiri.
Mulai dari mesin ACTECO. Transmisi CVT dan DHT. Platform kendaraan. Semua dibangun dari nol. Itulah sebabnya Chery sering disebut sebagai “perusahaan para insinyur”.
Wuhu membeli satu lini produksi mesin bekas dari pabrik Ford di Dagenham, Inggris. Dirakit ulang di China. Di mana? Di gudang-gudang kosong. Di bangunan seadanya.
Orang dalam Chery menyebut fase ini sebagai “thatched hut spirit” — semangat gubuk jerami. Masalah berikutnya lebih serius. Chery tidak bisa menjual mobil secara nasional. Tidak punya lisensi.
Solusinya unik. Wuhu “menikahkan” Chery dengan SAIC. SAIC mengambil 20 persen saham.

Sebagai imbalannya, Chery bisa menggunakan lisensi nasional SAIC. Ini jalan pintas untuk bertahan hidup. Meski, hubungan itu tidak berlangsung lama.
Tahun 2003, Chery sudah cukup kuat. Wuhu membeli kembali saham SAIC. Chery resmi berdiri sendiri. Dari titik ini, karakter Chery terbentuk.
Berbeda dengan “Big Four” China yang bergantung pada joint venture dengan brand global seperti Volkswagen, GM, atau Toyota, Chery tidak punya kemewahan itu. Mereka dipaksa untuk mengembangkan teknologi sendiri.
Mulai dari mesin ACTECO. Transmisi CVT dan DHT. Platform kendaraan. Semua dibangun dari nol. Itulah sebabnya Chery sering disebut sebagai “perusahaan para insinyur”.
Lihat Juga :