Kisah Nekat Wuhu Membangun Imperium Chery Group

Minggu, 26 April 2026 - 12:12 WIB
loading...
Kisah Nekat Wuhu Membangun...
Kota kecil Wuhu mengawali ambisi Chery menjadi pabrikan otomotif dengan target mendunia. Foto: Sindonews/Danang Arradian
A A A
WUHU - Chery Group Chery Motor Indonesia tidak lahir di Beijing. Bukan juga di Shanghai, pusat industri terbesar di China itu. Ia lahir di Wuhu. Sebuah kota yang dulu nyaris tidak punya hubungan dengan industri otomotif.

Tahun 1995. Wuhu hanyalah kota perdagangan dan tekstil di Provinsi Anhui. Tidak ada sejarah otomotif. Tidak ada pabrik mobil. Tidak ada rantai pasok.

Tapi ada satu hal yang mereka miliki: ambisi besar untuk berubah. Pemerintah kota Wuhu tiba-tiba mengambil keputusan yang tidak biasa. Mereka ingin punya industri sendiri. Bukan industri kecil. Tapi industri berat: otomotif. Pilihan yang sangat berisiko.

Mereka kemudian merekrut satu orang penting. Namanya Yin Tongyue. Saat itu bekerja di FAW-Volkswagen. Masih muda, tapi dikenal sebagai insinyur berbakat. Ia diminta pulang ke kampung halamannya di Anhui.

Tahun 1997. Wuhu membentuk perusahaan. Namanya belum Chery. Masih Anhui Auto Parts Co., Ltd. Modalnya dari pemerintah kota. Bukan dari pusat. Di sinilah titik pembeda utama Chery dibanding pabrikan China lain.

Jika pabrikan besar seperti SAIC, FAW, Dongfeng, dan Changan adalah “anak pusat”, maka Chery adalah “anak daerah”. Konsekuensinya besar. Kalau gagal, bukan hanya perusahaan yang jatuh. Ekonomi kota Wuhu ikut runtuh.

Maka mereka tidak punya pilihan selain berhasil. Masalahnya banyak. Tidak punya teknologi. Tidak punya fasilitas. Bahkan tidak punya izin produksi nasional. Tapi proyek tetap berjalan.

Mesin pertama Chery bahkan bukan buatan sendiri.

Wuhu membeli satu lini produksi mesin bekas dari pabrik Ford di Dagenham, Inggris. Dirakit ulang di China. Di mana? Di gudang-gudang kosong. Di bangunan seadanya.

Orang dalam Chery menyebut fase ini sebagai “thatched hut spirit” — semangat gubuk jerami. Masalah berikutnya lebih serius. Chery tidak bisa menjual mobil secara nasional. Tidak punya lisensi.

Solusinya unik. Wuhu “menikahkan” Chery dengan SAIC. SAIC mengambil 20 persen saham.

Kisah Nekat Wuhu Membangun Imperium Chery Group

Sebagai imbalannya, Chery bisa menggunakan lisensi nasional SAIC. Ini jalan pintas untuk bertahan hidup. Meski, hubungan itu tidak berlangsung lama.
Tahun 2003, Chery sudah cukup kuat. Wuhu membeli kembali saham SAIC. Chery resmi berdiri sendiri. Dari titik ini, karakter Chery terbentuk.

Berbeda dengan “Big Four” China yang bergantung pada joint venture dengan brand global seperti Volkswagen, GM, atau Toyota, Chery tidak punya kemewahan itu. Mereka dipaksa untuk mengembangkan teknologi sendiri.

Mulai dari mesin ACTECO. Transmisi CVT dan DHT. Platform kendaraan. Semua dibangun dari nol. Itulah sebabnya Chery sering disebut sebagai “perusahaan para insinyur”.

Dan semua itu berpusat di satu tempat: Wuhu.

Wuhu bukan hanya lokasi pabrik. Ia adalah pusat kendali (command center). Di sana ada Longshan R&D Center. Salah satu pusat riset terbesar di China.
Struktur global Chery pun unik. Mereka menyebutnya model “1+7+N”.

Satu pusat utama di Wuhu. Tujuh pusat riset global — termasuk di Frankfurt, Barcelona, dan Sao Paulo. Dan jaringan tambahan di berbagai negara.
Tapi semua tetap kembali ke Wuhu. Tidak hanya riset. Wuhu juga menjadi pusat integrasi industri Chery.

Di sana ada galangan kapal. Bisnis properti. Layanan keuangan. Semua saling terhubung. Inilah yang membuat Chery berbeda. Mereka membangun ekosistem, bukan sekadar pabrik.

Keterbatasan di dalam negeri juga membentuk strategi global mereka. Karena tidak punya dominasi seperti pemain besar di China, Chery memilih keluar. Ekspor pertama dilakukan tahun 2001 ke Suriah.

Bukan pasar besar. Tapi awal dari strategi global. Hasilnya sekarang terlihat. Selama 22 tahun berturut-turut, Chery menjadi eksportir mobil nomor satu dari China.

Dan Wuhu menjadi titik awal semua pencapaian itu.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tata Motors Gandeng...
Tata Motors Gandeng Chery Kembangkan Mobil Listrik Mewah Avinya
iCAR V23 Diluncurkan...
iCAR V23 Diluncurkan dengan Sensasi Kental SUV Boxy Klasik
Tak Sekadar Penggerak...
Tak Sekadar Penggerak Roda, Ternyata Baterai Chery Q Punya Fungsi Lain
Fitur-fitur Cerdas Chery...
Fitur-fitur Cerdas Chery Q yang Jadi Pembeda dengan Mobil Listrik Lain
Antrean Pemesan iCar...
Antrean Pemesan iCar V23 Diklaim Sudah Membeludak
10 Keunggulan Chery...
10 Keunggulan Chery Q: Mobil Listrik Rp200 Jutaan Pesaing Geely EX2, Aion UT, Wuling Binguo
Mengapa Mobil Terbang...
Mengapa Mobil Terbang Jadi Primadona di Beijing Motor Show 2026 dan Bagaimana Speknya?
Chery Kenalkan Robot...
Chery Kenalkan Robot AiMOGA, bisa Belajar dan Akan Gantikan Sales Mobil
Chery Hadirkan Seri...
Chery Hadirkan Seri Tiggo di Gelaran GIIAS 2022
Rekomendasi
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka di Jakarta hingga Bandung
Ini Susunan Direksi...
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru Telkomsel 2026
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Berita Terkini
Kendaraan Listrik Siap...
Kendaraan Listrik Siap Menjadi Sumber Energi Baru bagi Amerika Serikat
Yamaha MX King 150 Prima...
Yamaha MX King 150 Prima Pramac Livery Meluncur di PRJ 2026
Mengapa The All-New...
Mengapa The All-New Lexus ES Bawa Evolusi Sedan Mewah Listrik ke Indonesia?
Tata Diam-diam Gunakan...
Tata Diam-diam Gunakan Platform Freelander dan Teknologi Chery untuk Mobil Premium
Mengapa Seres E5 Plus...
Mengapa Seres E5 Plus Jadi Ancaman Baru di Kelas SUV PHEV 7-Seater Indonesia?
Wang Chuanfu Yakin 5...
Wang Chuanfu Yakin 5 Tahun Lagi BYD Akan Jadi Penguasa Pasar Otomotif
Infografis
Kisah Jalur KRL Jabodetabek,...
Kisah Jalur KRL Jabodetabek, Diawali Rute Tanjung Priok-Jatinegara Pada 1924
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved