Mobil Jepang Lawas Tetap Rebut Perhatian Penggemar Modifikasi, Ini Alasannya!
Selasa, 23 Juni 2026 - 14:23 WIB
loading...
Gathering JDM Run di Bandung 21 Juni 2026 bukan sekadar show-off. Ini bukti nyata komunitas motor Jepang masih solid dalam pasar modifikasi Indonesia yang terus berkembang. Foto: IMX
A
A
A
BANDUNG - Fajar 21 Juni masih gelap ketika puluhan mobil Jepang legendaris mengantri di SPBU Pertamina MT Haryono, Jakarta Selatan. Jam 05.00 WIB. Mereka tidak dalam kondisi terburu-buru.
Kolaborasi JDM Run dengan Indonesia Modification & Lifestyle Expo (IMX) 2026 kali ini mengusung #AsoyGeboyCruise—kampanye yang mengubah mindset touring dari "siapa sampai duluan" menjadi "bagaimana pengalaman di perjalanan".
Perjalanan menuju The Hive Bumi Pancasona, Bandung Barat, adalah pertunjukan tersembunyi dari fenomena yang sudah bertahan 13 tahun di Indonesia: mengapa mobil Jepang, terutama generasi lawas, tetap menjadi pilihan utama para penggemar modifikasi.
Mengapa JDM Selalu Relevan?
Jawabannya terletak pada tiga faktor: arsitektur, dokumentasi, dan komunitas.
Arsitektur: Mobil Jepang era '90-2000an didesain dengan filosofi lightweight dan revving tinggi. Bukan mobil bergantung pada displacement besar atau turbo agresif. Filosofi ini membuka ruang lebar untuk modifikasi yang meaningful. Sebuah Honda Civic EG bisa upgrade dengan K20 engine dari generasi lebih baru. Toyota AE86 bisa dimodifikasi suspension sepenuhnya.
Dokumentasi: Volume produksi besar di pasar Jepang menghasilkan dokumentasi lengkap untuk setiap komponen. Service manual tersedia. Parts availability tinggi bahkan untuk mobil berusia 30 tahun. Tidak semua brand Eropa atau Amerika bisa menawarkan hal ini.
Komunitas: JDM Run berdiri 2013. Mereka tidak menciptakan fenomena, tapi menstrukturkan sesuatu yang belum ada sebelumnya. Mereka memposisikan mobil Jepang bukan sebagai "bekas murah", melainkan sebagai platform serius untuk performance dan lifestyle. Ini perubahan framing yang fundamental.
Franky Wijaya dari JDM Run menjelaskan shift ini: "Fokus utamanya kami geser: bukan lagi tentang seberapa cepat sampai di lokasi akhir, melainkan bagaimana pengalaman interaksi, cerita di sepanjang rute, dan ikatan antar-komunitas terbangun erat selama perjalanan," ujarnya.
Puluhan mobil tiba di Kota Baru Parahyangan, Bandung Barat. Area parkir The Hive Bumi Pancasona langsung penuh. Menarik perhatian adalah: peserta datang dari Jakarta, Surabaya, Medan, Jogja. Bukan hanya ibukota.
Generasi muda (20-35 tahun) makin dominan. Mereka tidak warisan dari ayah mereka yang pernah modify Corolla. Mereka masuk karena lifestyle yang appealing.
![Mobil Jepang Lawas Tetap Rebut Perhatian Penggemar Modifikasi, Ini Alasannya!]()
Andre Mulyadi, Project Director IMX, melihat ini sebagai validasi pasar: "Kemeriahan Road to IMX 2026 bersama JDM Run hari ini menjadi bukti nyata betapa solidnya skena otomotif kita. Kehadiran puluhan mobil sport legendaris Jepang yang dipadukan dengan unsur lifestyle di Bandung tidak hanya menghibur, tetapi juga memicu gairah industri kreatif modifikasi lokal," ungkapnya.
Kesuksesan gathering didukung Max Motorsport, Belkote, BRI, dan APs. Daftar ini menunjukkan bahwa industri modifikasi Indonesia sudah matang menghasilkan players yang bisa collaborate, meski masih jauh dari consolidation level Amerika Serikat atau Jepang.
National Modificator & Aftermarket Association (NMAA) yang berdiri 24 Maret 2016 adalah formalisasi industri pertama kali. Mereka menyatukan tiga pilar: APM (pabrikan), aftermarket, dan modifikator-komunitas.
Dari gathering kecil (puluhan orang) ke IMX besar (ribuan orang) tidak linear. Momentum Road to IMX 2026 x JDM Run adalah preparation untuk acara puncak IMX 2026 "Next Gen Culture" Big Bang yang berlangsung 9-11 Oktober 2026 di Hall 1, 2, 3 ICE BSD, Tangerang.
Kolaborasi JDM Run dengan Indonesia Modification & Lifestyle Expo (IMX) 2026 kali ini mengusung #AsoyGeboyCruise—kampanye yang mengubah mindset touring dari "siapa sampai duluan" menjadi "bagaimana pengalaman di perjalanan".
Perjalanan menuju The Hive Bumi Pancasona, Bandung Barat, adalah pertunjukan tersembunyi dari fenomena yang sudah bertahan 13 tahun di Indonesia: mengapa mobil Jepang, terutama generasi lawas, tetap menjadi pilihan utama para penggemar modifikasi.
Mengapa JDM Selalu Relevan?
![Mobil Jepang Lawas Tetap Rebut Perhatian Penggemar Modifikasi, Ini Alasannya!]()
Jawabannya terletak pada tiga faktor: arsitektur, dokumentasi, dan komunitas..jpg)
Arsitektur: Mobil Jepang era '90-2000an didesain dengan filosofi lightweight dan revving tinggi. Bukan mobil bergantung pada displacement besar atau turbo agresif. Filosofi ini membuka ruang lebar untuk modifikasi yang meaningful. Sebuah Honda Civic EG bisa upgrade dengan K20 engine dari generasi lebih baru. Toyota AE86 bisa dimodifikasi suspension sepenuhnya.
Dokumentasi: Volume produksi besar di pasar Jepang menghasilkan dokumentasi lengkap untuk setiap komponen. Service manual tersedia. Parts availability tinggi bahkan untuk mobil berusia 30 tahun. Tidak semua brand Eropa atau Amerika bisa menawarkan hal ini.
Komunitas: JDM Run berdiri 2013. Mereka tidak menciptakan fenomena, tapi menstrukturkan sesuatu yang belum ada sebelumnya. Mereka memposisikan mobil Jepang bukan sebagai "bekas murah", melainkan sebagai platform serius untuk performance dan lifestyle. Ini perubahan framing yang fundamental.
Franky Wijaya dari JDM Run menjelaskan shift ini: "Fokus utamanya kami geser: bukan lagi tentang seberapa cepat sampai di lokasi akhir, melainkan bagaimana pengalaman interaksi, cerita di sepanjang rute, dan ikatan antar-komunitas terbangun erat selama perjalanan," ujarnya.
Puluhan mobil tiba di Kota Baru Parahyangan, Bandung Barat. Area parkir The Hive Bumi Pancasona langsung penuh. Menarik perhatian adalah: peserta datang dari Jakarta, Surabaya, Medan, Jogja. Bukan hanya ibukota.
Generasi muda (20-35 tahun) makin dominan. Mereka tidak warisan dari ayah mereka yang pernah modify Corolla. Mereka masuk karena lifestyle yang appealing.

Andre Mulyadi, Project Director IMX, melihat ini sebagai validasi pasar: "Kemeriahan Road to IMX 2026 bersama JDM Run hari ini menjadi bukti nyata betapa solidnya skena otomotif kita. Kehadiran puluhan mobil sport legendaris Jepang yang dipadukan dengan unsur lifestyle di Bandung tidak hanya menghibur, tetapi juga memicu gairah industri kreatif modifikasi lokal," ungkapnya.
Kesuksesan gathering didukung Max Motorsport, Belkote, BRI, dan APs. Daftar ini menunjukkan bahwa industri modifikasi Indonesia sudah matang menghasilkan players yang bisa collaborate, meski masih jauh dari consolidation level Amerika Serikat atau Jepang.
National Modificator & Aftermarket Association (NMAA) yang berdiri 24 Maret 2016 adalah formalisasi industri pertama kali. Mereka menyatukan tiga pilar: APM (pabrikan), aftermarket, dan modifikator-komunitas.
Dari gathering kecil (puluhan orang) ke IMX besar (ribuan orang) tidak linear. Momentum Road to IMX 2026 x JDM Run adalah preparation untuk acara puncak IMX 2026 "Next Gen Culture" Big Bang yang berlangsung 9-11 Oktober 2026 di Hall 1, 2, 3 ICE BSD, Tangerang.
(dan)
Lihat Juga :