Polytron Wujudkan Desain Pemenang FOX Berkreasik: Dari Konsep Basket hingga Sneaker Culture
Jum'at, 26 Juni 2026 - 13:29 WIB
loading...
Polytron mengubah motor listrik dari sekadar transportasi hijau menjadi medium ekspresi personal anak muda, membuka peluang adopsi EV yang lebih relevan di kalangan Gen Z dan Milenial. Foto: Polytron Indonesia
A
A
A
JAKARTA - Generasi muda Indonesia semakin melihat motor listrik bukan hanya sebagai pilihan mobilitas hijau, melainkan personal statement yang mencerminkan identitas mereka.
Ini terlihat jelas dari puncak kompetisi FOX Berkreasik Design Competition Polytron, di mana karya pemenang utama Danael Adi Triandi kini terwujud nyata pada livery Polytron FOX 200.
Desain pemenang memadukan energi dinamis dunia basket dengan estetika sneaker culture global, menciptakan visual yang mencolok dan kontemporer. Pilihan tema bukan kebetulan.
Survei Lokadata terhadap 1.500 responden usia 18–34 tahun menunjukkan 75% Gen Z dan Milenial berminat beralih ke kendaraan listrik dalam lima tahun ke depan. Yang menarik: harga tidak lagi menjadi penghalang utama. Sebaliknya, desain dan identitas personal menjadi faktor penarik yang semakin penting.
"Transisi ke kendaraan listrik bukan sekadar kepedulian lingkungan, tetapi peluang untuk tampil stylish. Motor listrik adalah kanvas berjalan yang mencerminkan identitas pengendaranya," ujar Ilman Fachrian Fadly, Head of Group Product EV 2W Polytron.
Kurasi desain melibatkan tokoh strategis dalam dunia seni dan kalcer: Hard13 sebagai visual artist, serta Adega—leader Kalcer Skuter dan founder Rainbow Motobuilder. Keterlibatan mereka memberikan perspektif autentik tentang cara anak muda Indonesia mengekspresikan diri lewat kendaraan.
![Polytron Wujudkan Desain Pemenang FOX Berkreasik: Dari Konsep Basket hingga Sneaker Culture]()
Selain juara utama yang langsung mendapat unit FOX 200 berdisain pemenang, Polytron memberi apresiasi penuh kepada finalis.
Juara 2 dan 3 (Anindyo Kresandana dan Darussalam) masing-masing menerima Polytron Luxia Pro i5 Laptop. Juara 4 dan 5 (Kadeboyz dan Nur Azizah) mendapat Polytron 2K Gaming Monitor. Lima grand finalist—M. Firdaus Rahman, Khayfa EF Alam, Hendrik Yudha Prasetio, Rinaldy Bergas Sampurno—
menerima voucher MAP senilai Rp1.000.000 per orang.
Strategi ini sejalan dengan posisi Polytron di pasar EV 2W Indonesia, di mana personalisasi dan identitas visual semakin mendominasi keputusan pembelian generasi muda. Dengan menjadikan motor listrik bagian integral dari gaya hidup, bukan sekadar alat, Polytron membuka peluang adopsi EV yang lebih masif dan relevan di kalangan usia produktif.
FOX Berkreasik direncanakan sebagai ajang tahunan, mengundang peserta baru untuk terus bereksperimen dengan desain dan tren otomotif terkini.
Gelaran perdana ini membuktikan bahwa industri otomotif listrik Indonesia tidak hanya berbicara tentang spesifikasi teknis, tetapi juga tentang narasi cultural dan identitas personal yang semakin menjadi driver utama keputusan konsumen muda.
Ini terlihat jelas dari puncak kompetisi FOX Berkreasik Design Competition Polytron, di mana karya pemenang utama Danael Adi Triandi kini terwujud nyata pada livery Polytron FOX 200.
Desain pemenang memadukan energi dinamis dunia basket dengan estetika sneaker culture global, menciptakan visual yang mencolok dan kontemporer. Pilihan tema bukan kebetulan.
Survei Lokadata terhadap 1.500 responden usia 18–34 tahun menunjukkan 75% Gen Z dan Milenial berminat beralih ke kendaraan listrik dalam lima tahun ke depan. Yang menarik: harga tidak lagi menjadi penghalang utama. Sebaliknya, desain dan identitas personal menjadi faktor penarik yang semakin penting.
"Transisi ke kendaraan listrik bukan sekadar kepedulian lingkungan, tetapi peluang untuk tampil stylish. Motor listrik adalah kanvas berjalan yang mencerminkan identitas pengendaranya," ujar Ilman Fachrian Fadly, Head of Group Product EV 2W Polytron.
Kurasi desain melibatkan tokoh strategis dalam dunia seni dan kalcer: Hard13 sebagai visual artist, serta Adega—leader Kalcer Skuter dan founder Rainbow Motobuilder. Keterlibatan mereka memberikan perspektif autentik tentang cara anak muda Indonesia mengekspresikan diri lewat kendaraan.

Selain juara utama yang langsung mendapat unit FOX 200 berdisain pemenang, Polytron memberi apresiasi penuh kepada finalis.
Juara 2 dan 3 (Anindyo Kresandana dan Darussalam) masing-masing menerima Polytron Luxia Pro i5 Laptop. Juara 4 dan 5 (Kadeboyz dan Nur Azizah) mendapat Polytron 2K Gaming Monitor. Lima grand finalist—M. Firdaus Rahman, Khayfa EF Alam, Hendrik Yudha Prasetio, Rinaldy Bergas Sampurno—
menerima voucher MAP senilai Rp1.000.000 per orang.
Strategi ini sejalan dengan posisi Polytron di pasar EV 2W Indonesia, di mana personalisasi dan identitas visual semakin mendominasi keputusan pembelian generasi muda. Dengan menjadikan motor listrik bagian integral dari gaya hidup, bukan sekadar alat, Polytron membuka peluang adopsi EV yang lebih masif dan relevan di kalangan usia produktif.
FOX Berkreasik direncanakan sebagai ajang tahunan, mengundang peserta baru untuk terus bereksperimen dengan desain dan tren otomotif terkini.
Gelaran perdana ini membuktikan bahwa industri otomotif listrik Indonesia tidak hanya berbicara tentang spesifikasi teknis, tetapi juga tentang narasi cultural dan identitas personal yang semakin menjadi driver utama keputusan konsumen muda.
(dan)
Lihat Juga :