Toyota Siap Terjun Langsung ke Produksi Taksi Terbang Listrik
Minggu, 05 Juli 2026 - 08:14 WIB
loading...
Toyota Siap Terjun Langsung ke Produksi Taksi Terbang Listrik. Foto/ TMC
A
A
A
JAKARTA - Toyota telah melakukan langkah strategis teknologi yang mengejutkan dengan membentuk usaha patungan dengan Joby Aviation untuk memproduksi taksi terbang listrik (eVTOL).
Toyota, produsen mobil terbesar di dunia , secara resmi memasuki sektor penerbangan dengan langkah berani melalui pembentukan aliansi strategis dengan Joby Aviation, pelopor dalam pengembangan pesawat lepas landas dan pendaratan vertikal listrik (eVTOL).
Langkah ini menunjukkan ambisi Toyota untuk memperluas ekosistem mobilitasnya, tidak hanya di darat tetapi juga di angkasa.
Berdasarkan kesepakatan yang baru diumumkan, Toyota dan Joby akan membentuk usaha patungan bernama Joby Toyota Aero Manufacturing Preparation Company, yang berkantor pusat di California (AS).
Toyota memegang 51% saham, sehingga mempertahankan kendali penuh. Sebelumnya, sejak tahun 2020, Toyota telah menginvestasikan ratusan juta dolar di Joby, sehingga kolaborasi ekstensif ini dipandang sebagai perkembangan yang wajar.
Usaha patungan ini bertujuan untuk menggabungkan teknologi kedirgantaraan listrik perintis Joby dengan kekuatan global Toyota dalam manufaktur ramping, pengendalian mutu, dan optimalisasi biaya.
.
Presiden Toyota, Akio Toyoda, menyatakan bahwa filosofi inti perusahaan selalu untuk menghadirkan mobilitas bagi semua orang.
Menurut Bapak Toyoda, transportasi udara merupakan perpanjangan alami dari filosofi tersebut; kehadiran maskapai penerbangan dari darat ke langit berkontribusi dalam menciptakan nilai baru bagi masyarakat dan mewujudkan visi "masyarakat mobile" di masa depan.
Usaha patungan antara dua perusahaan terkemuka di sektor otomotif dan eVTOL diharapkan akan mendominasi pasar dan mempopulerkan taksi terbang.
Joby, di sisi lain, bertujuan untuk membangun layanan taksi udara, menyediakan pengalaman perjalanan yang lancar antara darat dan udara.
Untuk mencapai hal itu, Joby bermitra dengan beberapa nama besar seperti Delta dan Uber.
Prototipe pesawat eVTOL Joby menggunakan enam baling-baling, dapat membawa empat penumpang dan seorang pilot, serta mencapai kecepatan maksimum sekitar 322 km/jam.
Pesawat ini dilengkapi dengan empat paket baterai dan beberapa sistem cadangan untuk meningkatkan keselamatan. Dengan dukungan dari Toyota, impian taksi terbang komersial semakin mendekati kenyataan.
Toyota, produsen mobil terbesar di dunia , secara resmi memasuki sektor penerbangan dengan langkah berani melalui pembentukan aliansi strategis dengan Joby Aviation, pelopor dalam pengembangan pesawat lepas landas dan pendaratan vertikal listrik (eVTOL).
Langkah ini menunjukkan ambisi Toyota untuk memperluas ekosistem mobilitasnya, tidak hanya di darat tetapi juga di angkasa.
Berdasarkan kesepakatan yang baru diumumkan, Toyota dan Joby akan membentuk usaha patungan bernama Joby Toyota Aero Manufacturing Preparation Company, yang berkantor pusat di California (AS).
Toyota memegang 51% saham, sehingga mempertahankan kendali penuh. Sebelumnya, sejak tahun 2020, Toyota telah menginvestasikan ratusan juta dolar di Joby, sehingga kolaborasi ekstensif ini dipandang sebagai perkembangan yang wajar.
Usaha patungan ini bertujuan untuk menggabungkan teknologi kedirgantaraan listrik perintis Joby dengan kekuatan global Toyota dalam manufaktur ramping, pengendalian mutu, dan optimalisasi biaya.
.
Presiden Toyota, Akio Toyoda, menyatakan bahwa filosofi inti perusahaan selalu untuk menghadirkan mobilitas bagi semua orang.
Menurut Bapak Toyoda, transportasi udara merupakan perpanjangan alami dari filosofi tersebut; kehadiran maskapai penerbangan dari darat ke langit berkontribusi dalam menciptakan nilai baru bagi masyarakat dan mewujudkan visi "masyarakat mobile" di masa depan.
Usaha patungan antara dua perusahaan terkemuka di sektor otomotif dan eVTOL diharapkan akan mendominasi pasar dan mempopulerkan taksi terbang.
Joby, di sisi lain, bertujuan untuk membangun layanan taksi udara, menyediakan pengalaman perjalanan yang lancar antara darat dan udara.
Untuk mencapai hal itu, Joby bermitra dengan beberapa nama besar seperti Delta dan Uber.
Prototipe pesawat eVTOL Joby menggunakan enam baling-baling, dapat membawa empat penumpang dan seorang pilot, serta mencapai kecepatan maksimum sekitar 322 km/jam.
Pesawat ini dilengkapi dengan empat paket baterai dan beberapa sistem cadangan untuk meningkatkan keselamatan. Dengan dukungan dari Toyota, impian taksi terbang komersial semakin mendekati kenyataan.
(wbs)
Lihat Juga :