Melihat Langsung Dapur Perakitan Baterai Wuling di Liuzhou China!
Selasa, 07 Juli 2026 - 14:15 WIB
loading...
Sindonews masuk langsung ke pabrik baterai Wuling di Liuzhou—dari sel, ke pack, sampai layar monitor yang mengawasi tiga kota sekaligus. Foto: Sindonews/Danang Arradian
A
A
A
LIUZHOU - Wuling akhirnya punya jawaban atas pertanyaan ini: dari mana baterai mobil listriknya berasal, dan seberapa dalam keterlibatan mereka dalam membuatnya?
Jawabannya: sudah mulai dirakit sendiri, di Cikarang. Bukan cuma impor jadi lalu pasang.
Marketing Operation Director Wuling Motors Indonesia, Ricky Christian, mengonfirmasi hal ini langsung di Liuzhou, China, belum lama ini.
"Kita sudah melakukan perakitan baterai di fasilitas perakitan kita di Cikarang. Ini selaras dengan Kementerian Perindustrian untuk bisa mengejar tahapan TKDN," katanya.
Perpres 79 Tahun 2023 menetapkan target berjenjang: minimal 40 persen pada 2022–2026, naik ke 60 persen pada 2027–2029, dan 80 persen pada 2030 dan seterusnya.
Mayoritas produk Wuling, menurut Ricky, sudah mengantongi lebih dari 40 persen komponen lokal.
Bukan hanya dari baterai, tapi juga kerja sama dengan vendor dan supplier lokal—sebagian di Jawa Barat, sebagian di luar. Wuling juga sudah membuka pembicaraan dengan produsen baterai yang lebih dulu masuk Indonesia, seperti CATL dan HLI Green Power.
Melihat Sendiri Bagaimana Sel Jadi Pack
Untuk memahami dari mana baterai itu sebenarnya berasal, Sindonews berkesempatan masuk ke salah satu pabrik baterai Wuling di Liuzhou.
Prosesnya berjenjang: dimulai dari cell tunggal, dirangkai menjadi modul, lalu dirakit menjadi battery pack utuh yang siap dipasang ke kendaraan.
Tidak ada yang dikerjakan manual sembarangan—setiap tahap termonitor lewat sistem digital yang disebut I²MS, Intelligent Island Manufacturing System, klaim SGMW sebagai yang pertama diterapkan di industri otomotif.
Tiga Lokasi, Satu Layar
Yang menarik dari sistem ini bukan cuma otomatisasinya, tapi cakupannya. Satu layar monitor bisa menampilkan data produksi dari tiga pabrik sekaligus secara real time: Liuzhou, Qingdao, dan Chongqing.
Sepanjang tahun berjalan, Liuzhou mencatat produksi 235.878 unit dengan penjualan 241.312 unit.
Qingdao membukukan produksi 45.371 unit, terjual 44.478 unit.
Chongqing lebih kecil: produksi 12.922 unit, terjual 11.174 unit.
Total produksi tahunan tercatat 294.171 unit, sementara akumulasi sepanjang sejarah pabrik sudah tembus 1.738.606 unit diproduksi dan 1.730.267 unit terjual—dengan capaian target tahunan baru menyentuh 36,8 persen.
Dalam peringkat volume pemasangan baterai tahun 2025, pabrik ini—bernama Saicrepu—berada di posisi ketiga nasional, di bawah CATL dan BYD. Prestasi yang lumayan mengingat namanya jarang disebut di luar China.
SAIKG Tech, Nama di Balik Baterai Wuling
Pabrik ini dioperasikan oleh Liuzhou SAIKG Technology Development Co., Ltd., bagian dari proyek "1-2-5" SAIC-GM-Wuling untuk melokalkan sistem tiga-elektrik kendaraan listriknya.
Skalanya tidak kecil: pada 2025, nilai output perusahaan ini mencapai 15,08 miliar yuan—setara sekitar Rp38,5 triliun—tumbuh 41 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan lebih dari 93 persen pendapatan berasal dari bisnis energi baru.
Sepanjang 2025, SAIKG Tech memproduksi dan menjual 800.000 unit baterai serta 725.000 unit sistem penggerak listrik (electric drive), menempatkannya di jajaran atas pemasok domestik dari sisi volume pemasangan.
Produknya menjangkau seluruh lini merek SGMW—Wuling Red Label, Wuling Silver Label, dan Baojun—dan sudah diekspor ke 105 negara.
Klaim Ketahanan yang Diuji Ekstrem
Dua produk teknologi jadi andalan: Lingxi Power dan Shenlian Battery. Sistem hybrid Lingxi diklaim punya efisiensi termal 43,2 persen dengan transmisi hybrid elektromagnetik yang disebut sebagai yang pertama di dunia, merespons dalam 0,1 detik, dan sudah terjual lebih dari 390.000 unit.
Sistem penggerak listrik terintegrasinya diklaim mencapai efisiensi puncak di atas 99,5 persen, dengan penjualan kumulatif melampaui 1,07 juta unit.
Baterai Shenlian sendiri diklaim sudah lolos standar keamanan nasional terbaru GB38031-2025, termasuk uji ekstrem berupa tembakan peluru, jatuh dari ketinggian 8 meter, dan paparan api selama 270 detik—tanpa thermal runaway meski ditusuk dua jarum sekaligus.
Jawabannya: sudah mulai dirakit sendiri, di Cikarang. Bukan cuma impor jadi lalu pasang.
Marketing Operation Director Wuling Motors Indonesia, Ricky Christian, mengonfirmasi hal ini langsung di Liuzhou, China, belum lama ini.
"Kita sudah melakukan perakitan baterai di fasilitas perakitan kita di Cikarang. Ini selaras dengan Kementerian Perindustrian untuk bisa mengejar tahapan TKDN," katanya.
Perpres 79 Tahun 2023 menetapkan target berjenjang: minimal 40 persen pada 2022–2026, naik ke 60 persen pada 2027–2029, dan 80 persen pada 2030 dan seterusnya.
Mayoritas produk Wuling, menurut Ricky, sudah mengantongi lebih dari 40 persen komponen lokal.
Bukan hanya dari baterai, tapi juga kerja sama dengan vendor dan supplier lokal—sebagian di Jawa Barat, sebagian di luar. Wuling juga sudah membuka pembicaraan dengan produsen baterai yang lebih dulu masuk Indonesia, seperti CATL dan HLI Green Power.
Melihat Sendiri Bagaimana Sel Jadi Pack
![Melihat Langsung Dapur Perakitan Baterai Wuling di Liuzhou China!]()
Untuk memahami dari mana baterai itu sebenarnya berasal, Sindonews berkesempatan masuk ke salah satu pabrik baterai Wuling di Liuzhou. 
Prosesnya berjenjang: dimulai dari cell tunggal, dirangkai menjadi modul, lalu dirakit menjadi battery pack utuh yang siap dipasang ke kendaraan.
Tidak ada yang dikerjakan manual sembarangan—setiap tahap termonitor lewat sistem digital yang disebut I²MS, Intelligent Island Manufacturing System, klaim SGMW sebagai yang pertama diterapkan di industri otomotif.
Tiga Lokasi, Satu Layar
![Melihat Langsung Dapur Perakitan Baterai Wuling di Liuzhou China!]()
Yang menarik dari sistem ini bukan cuma otomatisasinya, tapi cakupannya. Satu layar monitor bisa menampilkan data produksi dari tiga pabrik sekaligus secara real time: Liuzhou, Qingdao, dan Chongqing. 
Sepanjang tahun berjalan, Liuzhou mencatat produksi 235.878 unit dengan penjualan 241.312 unit.
Qingdao membukukan produksi 45.371 unit, terjual 44.478 unit.
Chongqing lebih kecil: produksi 12.922 unit, terjual 11.174 unit.
Total produksi tahunan tercatat 294.171 unit, sementara akumulasi sepanjang sejarah pabrik sudah tembus 1.738.606 unit diproduksi dan 1.730.267 unit terjual—dengan capaian target tahunan baru menyentuh 36,8 persen.
Dalam peringkat volume pemasangan baterai tahun 2025, pabrik ini—bernama Saicrepu—berada di posisi ketiga nasional, di bawah CATL dan BYD. Prestasi yang lumayan mengingat namanya jarang disebut di luar China.
SAIKG Tech, Nama di Balik Baterai Wuling
![Melihat Langsung Dapur Perakitan Baterai Wuling di Liuzhou China!]()
Pabrik ini dioperasikan oleh Liuzhou SAIKG Technology Development Co., Ltd., bagian dari proyek "1-2-5" SAIC-GM-Wuling untuk melokalkan sistem tiga-elektrik kendaraan listriknya.
Skalanya tidak kecil: pada 2025, nilai output perusahaan ini mencapai 15,08 miliar yuan—setara sekitar Rp38,5 triliun—tumbuh 41 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan lebih dari 93 persen pendapatan berasal dari bisnis energi baru.
Sepanjang 2025, SAIKG Tech memproduksi dan menjual 800.000 unit baterai serta 725.000 unit sistem penggerak listrik (electric drive), menempatkannya di jajaran atas pemasok domestik dari sisi volume pemasangan.
Produknya menjangkau seluruh lini merek SGMW—Wuling Red Label, Wuling Silver Label, dan Baojun—dan sudah diekspor ke 105 negara.
Klaim Ketahanan yang Diuji Ekstrem
![Melihat Langsung Dapur Perakitan Baterai Wuling di Liuzhou China!]()
Dua produk teknologi jadi andalan: Lingxi Power dan Shenlian Battery. Sistem hybrid Lingxi diklaim punya efisiensi termal 43,2 persen dengan transmisi hybrid elektromagnetik yang disebut sebagai yang pertama di dunia, merespons dalam 0,1 detik, dan sudah terjual lebih dari 390.000 unit.
Sistem penggerak listrik terintegrasinya diklaim mencapai efisiensi puncak di atas 99,5 persen, dengan penjualan kumulatif melampaui 1,07 juta unit.
Baterai Shenlian sendiri diklaim sudah lolos standar keamanan nasional terbaru GB38031-2025, termasuk uji ekstrem berupa tembakan peluru, jatuh dari ketinggian 8 meter, dan paparan api selama 270 detik—tanpa thermal runaway meski ditusuk dua jarum sekaligus.
FAQ
Apakah baterai mobil Wuling di Indonesia sudah dirakit lokal?
Sudah. Wuling mengonfirmasi perakitan baterai dilakukan di fasilitas Cikarang, sejalan dengan target TKDN pemerintah.Berapa target TKDN kendaraan listrik di Indonesia?
Berdasarkan Perpres 79/2023: minimal 40 persen (2022–2026), 60 persen (2027–2029), dan 80 persen (2030 dan seterusnya).Siapa pemasok baterai Wuling di China?
Salah satunya SAIKG Technology Development Co., Ltd. di Liuzhou, yang tahun 2025 memproduksi 800.000 unit baterai dan menempati posisi ketiga nasional dalam volume pemasangan baterai.Apakah baterai Wuling sudah diuji keamanan?
Menurut klaim SAIKG Tech, baterai Shenlian telah lolos standar GB38031-2025 dan uji ekstrem seperti tembakan peluru, jatuh 8 meter, dan paparan api 270 detik.Siapa produsen baterai EV lain yang sudah investasi di Indonesia selain Wuling?
Wuling menyebut CATL dan HLI Green Power sebagai mitra yang sudah lebih dulu berinvestasi dan tengah dibahas kerja samanya.(dan)
Lihat Juga :