Baojun Yep Plus: SUV Kotak Listrik Mirip Suzuki Jimny Harga Rp200 Jutaan
Selasa, 07 Juli 2026 - 14:48 WIB
loading...
SUV boxy listrik dengan harga Rp200 jutaan — kalau benar masuk Indonesia, segmen ini bakal ramai. Foto: Sindonews/Danang Arradian
A
A
A
LIUZHOU - Ada satu hal yang langsung terasa begitu duduk di balik kemudi Baojun Yep Plus di Baojun Proving Ground, Liuzhou: mobil ini tidak berusaha keras meyakinkan siapa pun.
Desainnya kotak, kap mesinnya tinggi, fender-nya membulat dengan overfender hitam tebal — gambaran khas SUV petualang yang biasanya identik dengan harga mahal.
Tapi begitu tahu banderolnya di China, kesan itu berubah jadi pertanyaan lain: kenapa SUV listrik semacam ini bisa dijual di kisaran Rp196 juta sampai Rp270 juta?
Angka itu datang dari harga resmi di pasar China, 76.800 yuan hingga 105.800 yuan. Dengan kurs Rp2.553 per yuan, konversinya jatuh di rentang tersebut.
Bandingkan dengan segmen SUV boxy yang selama ini beredar di Indonesia — biasanya berorientasi off-road murni dan dibanderol jauh di atas itu, atau justru SUV listrik boxy yang harganya masih di Rp220 juta-Rp380 jutaan seperti iCar V23 di China. Di Indonesia, mulai Rp383 juta.
Yep Plus, andai masuk dengan harga awal di rentang Rp200 jutaan sampai Rp300 jutaan, otomatis jadi salah satu yang termurah di kelasnya.
Baojun, Bagian dari Grup Wuling
Baojun bukan pemain baru. Merek ini satu grup dengan Wuling di bawah payung SAIC-GM-Wuling (SGMW), dan sudah punya rekam jejak masuk Indonesia lewat Baojun Cloud. Direktur Pemasaran Wuling Motors, Ricky Christian, mengonfirmasi Yep Plus memang sudah lama diproyeksikan masuk pasar lokal.
"Baojun Yep ini sebenarnya dari dulu memang pelajari juga karena secara desain itu salah satu yang jadi favorit untuk pasar Indonesia," kata Ricky di Liuzhou, Guangxi, China.
Ricky juga menyinggung soal platform global yang sudah dimiliki Wuling. "Secara platform, di global kita punya. Mungkin ini menjadi salah satu potensi produk yang bisa kita bawa ke Indonesia, ke depannya," ujarnya.
Belum ada kepastian waktu peluncuran — masih tahap studi kelayakan — tapi sinyalnya jelas: bukan soal apakah, melainkan kapan.
Spesifikasi: Dimensi Kompak, Tenaga Instan
Dari sisi ukuran, Yep Plus punya panjang 3.996 mm, lebar 1.760 mm, tinggi 1.726 mm, dengan jarak sumbu roda 2.560 mm.
Sebagai pembanding, dimensinya mendekati Daihatsu Rocky/Toyota Raize yang punya panjang 4.030 mm dan wheelbase 2.525 mm — mirip panjang dan jarak sumbu roda, hanya saja Yep Plus sedikit lebih tinggi dan lebih lebar.
Di China, Yep Plus dijual dalam beberapa varian jarak tempuh:
Varian 301 km: baterai LFP 31,9 kWh, bobot kosong 1.255 kg
Varian 401 km: baterai LFP 41,9 kWh, bobot kosong 1.325 kg
Varian 501 km dan Premium Edition: baterai LFP 54 kWh, bobot kosong 1.410 kg
Semua varian memakai motor listrik Permanent Magnet Synchronous Motor dengan tenaga sama rata: 75 kW (sekitar 101 dk) dan torsi 180 Nm, mentok di top speed 150 km/jam.
Urusan pengisian daya, AC charging 6,6 kW butuh waktu 4,5 jam (301 km), 6 jam (401 km), hingga 7,5 jam (501 km).
Sementara DC fast charging bisa mengisi 30-80 persen hanya dalam 35 menit untuk varian 301 dan 401 km, atau 30 menit untuk varian 501 km dan Premium.
Semua varian juga dibekali fitur Vehicle to Load (V2L) 220V, jadi baterai mobil bisa jadi sumber daya untuk perangkat elektronik lain — berguna kalau dipakai untuk kegiatan luar ruang atau sekadar mengisi daya alat masak portabel saat piknik.
Kaki-kaki menggunakan MacPherson strut independen di depan dan torsion beam semi-independen di belakang dengan pegas koil, penggerak roda depan (FWD), setir EPS, serta ban 205/60 R16.
Ground clearance tercatat 150 mm — cukup untuk melibas jalan rusak, meski jelas bukan kelas serius off-road.
Satu pembeda kecil: varian 301, 401, dan 501 km masih pakai vacuum pump untuk rem, sementara Premium Edition sudah naik kelas dengan Electronic Booster yang membuat respons pengereman lebih presisi.
Fitur keselamatan tergolong lengkap untuk kelas harganya: ESC, ABS+EBD, AUTO HOLD, ramp assist, kamera 360 derajat, transparent chassis, radar depan-belakang, unlock otomatis saat tabrakan, airbag pengemudi-penumpang depan plus side airbag, dua jangkar ISOFIX, alarm sabuk pengaman, peringatan pejalan kaki kecepatan rendah, dan tire pressure monitoring digital.
Karakter Berkendara: Bukan Off-Road Sungguhan, Tapi Nyaman Harian
Melihat bentuknya yang kotak, wajar kalau ekspektasi suspensinya bakal keras. Kenyataannya tidak. Suspensi Yep Plus meredam jalan tidak rata dengan baik, setirnya ringan untuk manuver di kota, dan meski body roll masih terasa di tikungan — konsekuensi wajar postur SUV — mobil ini tidak sampai membuat pengemudi kehilangan percaya diri.
Posisi duduk yang tinggi dengan kap mesin yang masih terlihat dari balik kemudi juga memudahkan estimasi posisi bodi saat parkir atau bermanuver di ruang sempit.
Kesimpulannya: karakter berkendara Yep Plus lebih dekat ke crossover perkotaan modern, bukan SUV off-road sejati. Tapi justru di situ letak daya tariknya — dia menjual tampang tangguh tanpa memaksakan diri jadi kendaraan off-road yang kaku.
Itu kira-kira posisi yang bisa diisi Yep Plus di pasar Indonesia — segmen SUV boxy selama ini nyaris seluruhnya diisi kendaraan berorientasi off-road atau SUV berukuran besar.
Belum ada yang menyasar kombinasi desain ikonik, dimensi ringkas, tenaga listrik, dan harga terjangkau sekaligus.
Segmen ini juga punya potensi kuat di kalangan anak muda yang gemar modifikasi dan gaya hidup outdoor, tapi tetap ingin beralih ke kendaraan listrik.
Namun seperti biasa, semuanya kembali ke satu variabel penentu: harga jual di Indonesia. Kalau Wuling bisa mempertahankan banderol di kisaran Rp200 juta hingga Rp300 juta awal, Yep Plus akan lebih murah dibanding iCar V23 dan otomatis membuka ceruk pasar yang selama ini kosong.
Desainnya kotak, kap mesinnya tinggi, fender-nya membulat dengan overfender hitam tebal — gambaran khas SUV petualang yang biasanya identik dengan harga mahal.
Tapi begitu tahu banderolnya di China, kesan itu berubah jadi pertanyaan lain: kenapa SUV listrik semacam ini bisa dijual di kisaran Rp196 juta sampai Rp270 juta?
Angka itu datang dari harga resmi di pasar China, 76.800 yuan hingga 105.800 yuan. Dengan kurs Rp2.553 per yuan, konversinya jatuh di rentang tersebut.
Bandingkan dengan segmen SUV boxy yang selama ini beredar di Indonesia — biasanya berorientasi off-road murni dan dibanderol jauh di atas itu, atau justru SUV listrik boxy yang harganya masih di Rp220 juta-Rp380 jutaan seperti iCar V23 di China. Di Indonesia, mulai Rp383 juta.
Yep Plus, andai masuk dengan harga awal di rentang Rp200 jutaan sampai Rp300 jutaan, otomatis jadi salah satu yang termurah di kelasnya.
Baojun, Bagian dari Grup Wuling
![Baojun Yep Plus: SUV Kotak Listrik Mirip Suzuki Jimny Harga Rp200 Jutaan]()
Baojun bukan pemain baru. Merek ini satu grup dengan Wuling di bawah payung SAIC-GM-Wuling (SGMW), dan sudah punya rekam jejak masuk Indonesia lewat Baojun Cloud. Direktur Pemasaran Wuling Motors, Ricky Christian, mengonfirmasi Yep Plus memang sudah lama diproyeksikan masuk pasar lokal.
"Baojun Yep ini sebenarnya dari dulu memang pelajari juga karena secara desain itu salah satu yang jadi favorit untuk pasar Indonesia," kata Ricky di Liuzhou, Guangxi, China.
Ricky juga menyinggung soal platform global yang sudah dimiliki Wuling. "Secara platform, di global kita punya. Mungkin ini menjadi salah satu potensi produk yang bisa kita bawa ke Indonesia, ke depannya," ujarnya.
Belum ada kepastian waktu peluncuran — masih tahap studi kelayakan — tapi sinyalnya jelas: bukan soal apakah, melainkan kapan.
Spesifikasi: Dimensi Kompak, Tenaga Instan
![Baojun Yep Plus: SUV Kotak Listrik Mirip Suzuki Jimny Harga Rp200 Jutaan]()
Dari sisi ukuran, Yep Plus punya panjang 3.996 mm, lebar 1.760 mm, tinggi 1.726 mm, dengan jarak sumbu roda 2.560 mm. 
Sebagai pembanding, dimensinya mendekati Daihatsu Rocky/Toyota Raize yang punya panjang 4.030 mm dan wheelbase 2.525 mm — mirip panjang dan jarak sumbu roda, hanya saja Yep Plus sedikit lebih tinggi dan lebih lebar.
Di China, Yep Plus dijual dalam beberapa varian jarak tempuh:
Varian 301 km: baterai LFP 31,9 kWh, bobot kosong 1.255 kg
Varian 401 km: baterai LFP 41,9 kWh, bobot kosong 1.325 kg
Varian 501 km dan Premium Edition: baterai LFP 54 kWh, bobot kosong 1.410 kg
Semua varian memakai motor listrik Permanent Magnet Synchronous Motor dengan tenaga sama rata: 75 kW (sekitar 101 dk) dan torsi 180 Nm, mentok di top speed 150 km/jam.
Urusan pengisian daya, AC charging 6,6 kW butuh waktu 4,5 jam (301 km), 6 jam (401 km), hingga 7,5 jam (501 km).
Sementara DC fast charging bisa mengisi 30-80 persen hanya dalam 35 menit untuk varian 301 dan 401 km, atau 30 menit untuk varian 501 km dan Premium.
Semua varian juga dibekali fitur Vehicle to Load (V2L) 220V, jadi baterai mobil bisa jadi sumber daya untuk perangkat elektronik lain — berguna kalau dipakai untuk kegiatan luar ruang atau sekadar mengisi daya alat masak portabel saat piknik.
Kaki-kaki menggunakan MacPherson strut independen di depan dan torsion beam semi-independen di belakang dengan pegas koil, penggerak roda depan (FWD), setir EPS, serta ban 205/60 R16.
Ground clearance tercatat 150 mm — cukup untuk melibas jalan rusak, meski jelas bukan kelas serius off-road.
Satu pembeda kecil: varian 301, 401, dan 501 km masih pakai vacuum pump untuk rem, sementara Premium Edition sudah naik kelas dengan Electronic Booster yang membuat respons pengereman lebih presisi.
Fitur keselamatan tergolong lengkap untuk kelas harganya: ESC, ABS+EBD, AUTO HOLD, ramp assist, kamera 360 derajat, transparent chassis, radar depan-belakang, unlock otomatis saat tabrakan, airbag pengemudi-penumpang depan plus side airbag, dua jangkar ISOFIX, alarm sabuk pengaman, peringatan pejalan kaki kecepatan rendah, dan tire pressure monitoring digital.
Karakter Berkendara: Bukan Off-Road Sungguhan, Tapi Nyaman Harian
![Baojun Yep Plus: SUV Kotak Listrik Mirip Suzuki Jimny Harga Rp200 Jutaan]()
Melihat bentuknya yang kotak, wajar kalau ekspektasi suspensinya bakal keras. Kenyataannya tidak. Suspensi Yep Plus meredam jalan tidak rata dengan baik, setirnya ringan untuk manuver di kota, dan meski body roll masih terasa di tikungan — konsekuensi wajar postur SUV — mobil ini tidak sampai membuat pengemudi kehilangan percaya diri. 
Posisi duduk yang tinggi dengan kap mesin yang masih terlihat dari balik kemudi juga memudahkan estimasi posisi bodi saat parkir atau bermanuver di ruang sempit.
Kesimpulannya: karakter berkendara Yep Plus lebih dekat ke crossover perkotaan modern, bukan SUV off-road sejati. Tapi justru di situ letak daya tariknya — dia menjual tampang tangguh tanpa memaksakan diri jadi kendaraan off-road yang kaku.
Kenapa Yep Plus Relevan untuk Indonesia?
Bayangkan versi listrik dari Suzuki Jimny: gagah, ground clearance tinggi, fungsional, tapi tidak menuntut kompromi untuk pemakaian harian.Itu kira-kira posisi yang bisa diisi Yep Plus di pasar Indonesia — segmen SUV boxy selama ini nyaris seluruhnya diisi kendaraan berorientasi off-road atau SUV berukuran besar.
Belum ada yang menyasar kombinasi desain ikonik, dimensi ringkas, tenaga listrik, dan harga terjangkau sekaligus.
Segmen ini juga punya potensi kuat di kalangan anak muda yang gemar modifikasi dan gaya hidup outdoor, tapi tetap ingin beralih ke kendaraan listrik.
Namun seperti biasa, semuanya kembali ke satu variabel penentu: harga jual di Indonesia. Kalau Wuling bisa mempertahankan banderol di kisaran Rp200 juta hingga Rp300 juta awal, Yep Plus akan lebih murah dibanding iCar V23 dan otomatis membuka ceruk pasar yang selama ini kosong.
FAQ Seputar Baojun Yep Plus
Apakah Baojun Yep Plus sudah pasti masuk Indonesia?
Belum ada kepastian. Wuling Motors Indonesia menyebut Yep Plus masih dalam tahap studi kelayakan, meski desainnya sudah lama masuk radar karena dianggap cocok dengan selera pasar domestik.Berapa harga Baojun Yep Plus di China?
Di pasar China, Yep Plus dibanderol mulai 76.800 yuan hingga 105.800 yuan, atau setara Rp196 juta hingga Rp270 juta dengan kurs Rp2.553 per yuan.Berapa jarak tempuh Baojun Yep Plus?
Tersedia varian dengan klaim jarak tempuh CLTC 301 km, 401 km, dan 501 km, tergantung kapasitas baterai LFP yang digunakan — mulai dari 31,9 kWh hingga 54 kWh.Apa tenaga motor listrik Yep Plus?
Semua varian menggunakan motor Permanent Magnet Synchronous Motor dengan tenaga 75 kW (sekitar 101 dk) dan torsi 180 Nm, top speed 150 km/jam.Berapa lama waktu pengisian daya Yep Plus?
DC fast charging dari 30-80 persen membutuhkan 35 menit (varian 301 dan 401 km) atau 30 menit (varian 501 km dan Premium). AC charging 6,6 kW membutuhkan 4,5-7,5 jam tergantung varian.(dan)
Lihat Juga :