Dituduh Meniru Porsche Taycan, Bos MG Kehilangan Muka
Selasa, 07 Juli 2026 - 18:58 WIB
loading...
MG 07. FOTO/CNC
A
A
A
BEIJING - eluncuran model baru selalu menciptakan tekanan yang cukup besar bagi banyak produsen mobil, terutama dalam konteks pasar kendaraan listrik China yang sangat kompetitif.
Namun, keadaan menjadi semakin tegang bagi merek MG ketika siaran langsung yang memperkenalkan MG 07 – sedan listrik barunya – tiba-tiba berakhir sebelum waktunya, menyusul serangkaian tuduhan bahwa desain mobil tersebut "menjiplak" para pesaingnya.
Insiden tersebut terjadi selama siaran langsung pada tanggal 29 Juni, yang dipandu oleh Chen Cui, kepala operasional merek MG. Saat mempresentasikan bahasa desain MG 07, pemirsa berulang kali membuat perbandingan yang pedas dengan model-model seperti Porsche Taycan dan Xiaomi SU7 di bagian komentar.
Menurut media Tiongkok, Chen berulang kali menegaskan bahwa MG 07 tidak menjiplak detail apa pun, tetapi di bawah tekanan publik yang meningkat, sang pemimpin menjadi emosional dan memutuskan untuk mengakhiri siaran langsung lebih awal dari yang direncanakan.
Namun, MG tidak tinggal diam menghadapi kritik. Menurut Sina, pada konferensi pers berikutnya, Bapak Chen Cui terus membela tim desain, dengan berargumen bahwa jika MG 07 "meniru" sesuatu, itu adalah DNA MG itu sendiri.
Ia mengutip gaya fastback yang telah muncul pada model-model bersejarah perusahaan, terutama MGB GT yang diluncurkan pada tahun 1965.
Perbandingan tampilan samping MG 07 dan Porsche Taycan. Foto: Carscoops
Namun, kontroversi tersebut belum mereda. Bahkan, tidak sulit untuk memahami mengapa MG 07 dibandingkan.
Lampu depan mobil ini memiliki banyak kemiripan dengan Porsche Taycan, dan beberapa desain velg terasa familiar. Sementara itu, profil samping dan bagian belakang fastback mengingatkan banyak orang pada Xiaomi SU7, sedan listrik yang sangat populer di Tiongkok.
Kesamaan ini mungkin tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa MG menjiplak, tetapi jelas membuat MG07 kurang khas dalam hal kepribadian. Secara lebih luas, kisah MG 07 mencerminkan tekanan umum yang dihadapi para perancang otomotif di era kendaraan listrik.
Untuk mengoptimalkan performa dan jangkauan, kendaraan listrik saat ini harus mematuhi prinsip aerodinamika yang ketat seperti bagian depan yang rendah, bodi yang ramping, gagang pintu yang rata, garis atap yang landai, dan bagian belakang yang aerodinamis. Karena semuanya mengejar tujuan yang sama, batasan inovasi semakin menyempit.
Pada akhirnya, kontroversi seputar MG 07 bukan hanya kisah MG; ini juga menghadirkan tantangan besar bagi seluruh industri kendaraan listrik: bagaimana menciptakan model yang efisien sekaligus cukup berbeda agar tidak disalahartikan sebagai pesaing.
Namun, keadaan menjadi semakin tegang bagi merek MG ketika siaran langsung yang memperkenalkan MG 07 – sedan listrik barunya – tiba-tiba berakhir sebelum waktunya, menyusul serangkaian tuduhan bahwa desain mobil tersebut "menjiplak" para pesaingnya.
Insiden tersebut terjadi selama siaran langsung pada tanggal 29 Juni, yang dipandu oleh Chen Cui, kepala operasional merek MG. Saat mempresentasikan bahasa desain MG 07, pemirsa berulang kali membuat perbandingan yang pedas dengan model-model seperti Porsche Taycan dan Xiaomi SU7 di bagian komentar.
Menurut media Tiongkok, Chen berulang kali menegaskan bahwa MG 07 tidak menjiplak detail apa pun, tetapi di bawah tekanan publik yang meningkat, sang pemimpin menjadi emosional dan memutuskan untuk mengakhiri siaran langsung lebih awal dari yang direncanakan.
Namun, MG tidak tinggal diam menghadapi kritik. Menurut Sina, pada konferensi pers berikutnya, Bapak Chen Cui terus membela tim desain, dengan berargumen bahwa jika MG 07 "meniru" sesuatu, itu adalah DNA MG itu sendiri.
Ia mengutip gaya fastback yang telah muncul pada model-model bersejarah perusahaan, terutama MGB GT yang diluncurkan pada tahun 1965.
Perbandingan tampilan samping MG 07 dan Porsche Taycan. Foto: Carscoops
Namun, kontroversi tersebut belum mereda. Bahkan, tidak sulit untuk memahami mengapa MG 07 dibandingkan.
Lampu depan mobil ini memiliki banyak kemiripan dengan Porsche Taycan, dan beberapa desain velg terasa familiar. Sementara itu, profil samping dan bagian belakang fastback mengingatkan banyak orang pada Xiaomi SU7, sedan listrik yang sangat populer di Tiongkok.
Kesamaan ini mungkin tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa MG menjiplak, tetapi jelas membuat MG07 kurang khas dalam hal kepribadian. Secara lebih luas, kisah MG 07 mencerminkan tekanan umum yang dihadapi para perancang otomotif di era kendaraan listrik.
Untuk mengoptimalkan performa dan jangkauan, kendaraan listrik saat ini harus mematuhi prinsip aerodinamika yang ketat seperti bagian depan yang rendah, bodi yang ramping, gagang pintu yang rata, garis atap yang landai, dan bagian belakang yang aerodinamis. Karena semuanya mengejar tujuan yang sama, batasan inovasi semakin menyempit.
Pada akhirnya, kontroversi seputar MG 07 bukan hanya kisah MG; ini juga menghadirkan tantangan besar bagi seluruh industri kendaraan listrik: bagaimana menciptakan model yang efisien sekaligus cukup berbeda agar tidak disalahartikan sebagai pesaing.
(wbs)
Lihat Juga :