iCAR V27 REEV Mendarat Mulus di Indonesia 3 Hari Jelang GIIAS 2026?
Senin, 27 Juli 2026 - 16:47 WIB
loading...
A
A
A
Salah satu ciri khas yang tetap dipertahankan adalah konsep 39 titik modular untuk aksesori dan personalisasi. Artinya, pemilik memiliki ruang lebih luas melakukan modifikasi sesuai kebutuhan maupun gaya hidup, baik untuk kegiatan overlanding maupun penggunaan harian.
Jangan terkecoh dengan tampilannya yang mengotak. Di balik bodinya tersimpan sistem penggerak yang menghasilkan 445 PS dengan torsi maksimum 505 Nm. Berkat karakter motor listrik yang mampu menyemburkan tenaga secara instan, SUV ini diklaim mampu berakselerasi dari 0-100 km/jam hanya dalam 5,9 detik. Catatan tersebut setara mobil-mobil sport bermesin performa tinggi.
Pengemudi juga dapat menyesuaikan karakter kendaraan melalui sembilan mode berkendara, terdiri dari:Eco,Comfort,Sport,Individual,All Terrain,Slippery,Mud,Loose,Uneven.Seluruh mode dipadukan dengan Intelligent One Touch Mode Selection dan sistem distribusi torsi otomatis agar performa tetap optimal di berbagai kondisi jalan.
Kemampuan jelajah semakin didukung i-AWD (Intelligent All-Wheel Drive) yang mampu membagi tenaga ke setiap roda sesuai tingkat traksi. Sementara kombinasi suspensi MacPherson Strut di depan dan Multi-link di belakang membantu menjaga kenyamanan sekaligus kestabilan saat melintasi berbagai kontur jalan.
Teknologi Range Extended Electric Vehicle (REEV) menjadi pembeda utama dibanding iCAR V23 yang sepenuhnya menggunakan tenaga listrik murni. Pada V27, mesin bensin tidak pernah menggerakkan roda secara langsung. Seluruh tenaga tetap berasal dari motor listrik. Mesin hanya bekerja sebagai generator untuk mengisi ulang baterai ketika kapasitas mulai berkurang.
Pendekatan seperti ini membawa dua keuntungan sekaligus. Pengemudi tetap memperoleh sensasi berkendara halus dan senyap seperti EV, tetapi tidak lagi dihantui kekhawatiran mencari stasiun pengisian daya ketika bepergian ke luar kota. Strategi tersebut tampaknya memang disiapkan iCAR untuk pasar Indonesia.
Sebab hingga kini sebagian konsumen masih mempertimbangkan keterbatasan infrastruktur charging sebagai salah satu alasan menunda beralih ke kendaraan listrik murni.
Jangan terkecoh dengan tampilannya yang mengotak. Di balik bodinya tersimpan sistem penggerak yang menghasilkan 445 PS dengan torsi maksimum 505 Nm. Berkat karakter motor listrik yang mampu menyemburkan tenaga secara instan, SUV ini diklaim mampu berakselerasi dari 0-100 km/jam hanya dalam 5,9 detik. Catatan tersebut setara mobil-mobil sport bermesin performa tinggi.
Pengemudi juga dapat menyesuaikan karakter kendaraan melalui sembilan mode berkendara, terdiri dari:Eco,Comfort,Sport,Individual,All Terrain,Slippery,Mud,Loose,Uneven.Seluruh mode dipadukan dengan Intelligent One Touch Mode Selection dan sistem distribusi torsi otomatis agar performa tetap optimal di berbagai kondisi jalan.
Kemampuan jelajah semakin didukung i-AWD (Intelligent All-Wheel Drive) yang mampu membagi tenaga ke setiap roda sesuai tingkat traksi. Sementara kombinasi suspensi MacPherson Strut di depan dan Multi-link di belakang membantu menjaga kenyamanan sekaligus kestabilan saat melintasi berbagai kontur jalan.
Teknologi Range Extended Electric Vehicle (REEV) menjadi pembeda utama dibanding iCAR V23 yang sepenuhnya menggunakan tenaga listrik murni. Pada V27, mesin bensin tidak pernah menggerakkan roda secara langsung. Seluruh tenaga tetap berasal dari motor listrik. Mesin hanya bekerja sebagai generator untuk mengisi ulang baterai ketika kapasitas mulai berkurang.
Pendekatan seperti ini membawa dua keuntungan sekaligus. Pengemudi tetap memperoleh sensasi berkendara halus dan senyap seperti EV, tetapi tidak lagi dihantui kekhawatiran mencari stasiun pengisian daya ketika bepergian ke luar kota. Strategi tersebut tampaknya memang disiapkan iCAR untuk pasar Indonesia.
Sebab hingga kini sebagian konsumen masih mempertimbangkan keterbatasan infrastruktur charging sebagai salah satu alasan menunda beralih ke kendaraan listrik murni.
Lihat Juga :