Jerod Shelby, Orang yang Bermimpi Mengalahkan Bugatti
Selasa, 20 Oktober 2020 - 10:14 WIB
loading...
A
A
A
Rencana itu akhirnya berhasil terwujud ketika mobil mereka SSC Ultimate Aero tercatat sebagai mobil dengan top speed tertinggi yakni 412 kilometer per jam ada 2007. Hanya saja rekor itu tidak bisa bertahan lama, Bugatti Veyron Super Sport pada 2010 malah mengangkangi catatan itu dengan kecepatan yang fantastis 431 kilometer per jam. (Baca juga : Halo Wuling, Hey BMW Kini Juga Sudah Bisa Loh Buka Jendela )
Waktu itu tersiar kabar Jerod benar-benar tidak senang dengan apa yang diraih Bugatti. Ketidaksenangannya terjadi karena Bugatti menggunakan mobil konsep untuk meraih rekor itu. Mobil itu sama sekali tidak dijual untuk umum. Berbeda dengan SSC Ultimate Aero yang dijual untuk masyarakat banyak. Ibarat kata, Bugatti Veyron Super Sport seperti motor-motor di MotoGP yang tidak bisa dikendarai oleh masyarakat umum. Sementara SSC Ultimate Aero adalah motor-motor Superbike yang memang bisa dimiliki oleh orang banyak.
Kekesalan Jerod makin memuncak karena Bugatti menggunakan sirkuit milik sendiri saat mencetak rekor. Cara pencapaian rekornya juga tidak sejalan dengan metode yang ada di pikiran Jerod. Bagi Jerod rekor kecepatan tertinggi, harus dilakukan dua kali. Pertama dari arah awal mobil itu melaju, kedua dari arah berlawanan saat mobil itu melaju. Trek yang digunakan juga bukan sirkuit tapi jalanan umum. Mobil juga harusnya menggunakan bahan bakar dan ban yang bisa digunakan oleh masyarakat banyak. Bukan ban dan bahan bakar khusus yang dibuat untuk mencapai rekor itu.
Hal itu justru tidak dilakukan Bugatti Veyron Super Sport yang hanya melaju lurus searah dengan sirkuit pribadi Volkswagen AG.Mobilnya juga hingga saat ini masih berbentuk konsep. Intinya saat itu Jerod kecewa Bugatti disahkan sebagai mobil terkencang di dunia.
![Jerod Shelby, Orang yang Bermimpi Mengalahkan Bugatti]()
Tidak berlama-lama terkurung dalam kekecewaan, Jerod langsung bertekad untuk mengalahkan rekor Bugatti itu. Langsung sampai tidak bisa dikalahkan lagi. Seperti saat Sir Alex Ferguson yang ingin membawa Manchester United mengalahkan Liverpool FC sebagai klub tersukses di Premier League.
Jerod justru beruntung memiliki perusahaan yang kecil untuk mewujudkan mimpi-mimpi itu. Dia dan timnya sama sekali tidak terhalang denga birokrasi perusahaan yang ruwet jika ingin melakukan peningkatan.
Waktu itu tersiar kabar Jerod benar-benar tidak senang dengan apa yang diraih Bugatti. Ketidaksenangannya terjadi karena Bugatti menggunakan mobil konsep untuk meraih rekor itu. Mobil itu sama sekali tidak dijual untuk umum. Berbeda dengan SSC Ultimate Aero yang dijual untuk masyarakat banyak. Ibarat kata, Bugatti Veyron Super Sport seperti motor-motor di MotoGP yang tidak bisa dikendarai oleh masyarakat umum. Sementara SSC Ultimate Aero adalah motor-motor Superbike yang memang bisa dimiliki oleh orang banyak.
Kekesalan Jerod makin memuncak karena Bugatti menggunakan sirkuit milik sendiri saat mencetak rekor. Cara pencapaian rekornya juga tidak sejalan dengan metode yang ada di pikiran Jerod. Bagi Jerod rekor kecepatan tertinggi, harus dilakukan dua kali. Pertama dari arah awal mobil itu melaju, kedua dari arah berlawanan saat mobil itu melaju. Trek yang digunakan juga bukan sirkuit tapi jalanan umum. Mobil juga harusnya menggunakan bahan bakar dan ban yang bisa digunakan oleh masyarakat banyak. Bukan ban dan bahan bakar khusus yang dibuat untuk mencapai rekor itu.
Hal itu justru tidak dilakukan Bugatti Veyron Super Sport yang hanya melaju lurus searah dengan sirkuit pribadi Volkswagen AG.Mobilnya juga hingga saat ini masih berbentuk konsep. Intinya saat itu Jerod kecewa Bugatti disahkan sebagai mobil terkencang di dunia.

Tidak berlama-lama terkurung dalam kekecewaan, Jerod langsung bertekad untuk mengalahkan rekor Bugatti itu. Langsung sampai tidak bisa dikalahkan lagi. Seperti saat Sir Alex Ferguson yang ingin membawa Manchester United mengalahkan Liverpool FC sebagai klub tersukses di Premier League.
Jerod justru beruntung memiliki perusahaan yang kecil untuk mewujudkan mimpi-mimpi itu. Dia dan timnya sama sekali tidak terhalang denga birokrasi perusahaan yang ruwet jika ingin melakukan peningkatan.
Lihat Juga :