BMW Buat Baju Terbang Listrik agar Lebih Lama, Lebih Jauh dan Lebih Tinggi
Sabtu, 07 November 2020 - 12:00 WIB
loading...
A
A
A
Awalnya Peter dan BMW i ingin mencoba baju terbang listrik itu di Korea Selatan. Saat itu mereka melihat ada tiga gedung yang ketinggiannya identik. Dengan tiga gedung itu, Peter ingin membuktikan baju terbang listrik buatan BMW bisa melewati tiga gedung itu dengan mudah. Pasalnya baju terbang itu akan mampu mengangkatnya lebih tinggi, lebih lama dan lebih jauh. (Baca juga : Ini Jadinya Jika Pikap Dimodifikasi Buat Melawan Rolls-Royce )
![BMW Buat Baju Terbang Listrik agar Lebih Lama, Lebih Jauh dan Lebih Tinggi]()
Sayang hal itu gagal terwujud karena adanya pandemi Covid-19. Namun Peter dan BMW i tidak berhenti semangat dan mengalihkan lokasi ke kampung halaman Peter di Austria. "Ada pegunungan yang beberapa puncaknya identik dengan tiga gedung di Korea Selatan," terang Peter.
Di lokasi itulah Peter kemudian langsung mencoba membuktikan keunggulan baju terbang listrik buatan BMW. Dia mencobanya bersama dua orang rekannya sesama penggiat olahraga ekstrem yang menggunakan baju terbang konvensional. Hasilnya, terbukti Peter mampu melampaui ketiga puncak gunung itu dan terbang lebih jauh dari kedua orang rekannya. Bahkan kecepatannya pun fantastis yakni sampai 300 kilometer per jam. "Biasanya hanya 100 kilometer per jam," tandas Peter takjub.

Sayang hal itu gagal terwujud karena adanya pandemi Covid-19. Namun Peter dan BMW i tidak berhenti semangat dan mengalihkan lokasi ke kampung halaman Peter di Austria. "Ada pegunungan yang beberapa puncaknya identik dengan tiga gedung di Korea Selatan," terang Peter.
Di lokasi itulah Peter kemudian langsung mencoba membuktikan keunggulan baju terbang listrik buatan BMW. Dia mencobanya bersama dua orang rekannya sesama penggiat olahraga ekstrem yang menggunakan baju terbang konvensional. Hasilnya, terbukti Peter mampu melampaui ketiga puncak gunung itu dan terbang lebih jauh dari kedua orang rekannya. Bahkan kecepatannya pun fantastis yakni sampai 300 kilometer per jam. "Biasanya hanya 100 kilometer per jam," tandas Peter takjub.
(wsb)
Lihat Juga :