Buggati Buat Mobil Terinspirasi Pesawat Tempur Klasik Prancis
Rabu, 25 November 2020 - 06:22 WIB
loading...
A
A
A
Untuk bagian interior, Bugatti mendominasi kabin dengan warna cokelat yang teduh. Beberapa panel di interior diberikan elemen aluminium, material yang biasa ditemukan di pesawa tempur klasik. (Baca juga : Porsche Taycan Sukses Cetak Rekor Drifting Marathon 55 Menit )
Bagian headrest jok mobil diberikan logo khusus berupa baling-baling pesawat terbang. Selain itu panel pintu mendapatkan sentuhan lukisan tangan yang menggambarkan mobil Bugatti Type 13 yang adu cepat dengan pesawat tempur klasik Prancis, Nieuport 17.
Untuk harga mobil ini dibanderol USD3,41 juta atau setara Rp47,6 miliar. Sebuah angka yang sangat lumayan menarik mengingat Bugatti Chiron biasanya dibanderol di harga USD33 juta atu setara Rp41,9 miliar.
Bugatti sendiri diketahui memang memiliki kedekatan yang kuat pada pesawat terbang. Pendiri Bugatti, Ettore Bugatti tidak hanya membuat mobil tapi juga mesin pesawat terbang. Pada tahun 1937 dia membuat pesawat terbang utuh yang sayangnya tidak sempat diujicoba karena perang dunia kedua terjadi.
"Selain itu pebalap Bugatti seperti Albert Divo, Robert Benoist dan Bartolomeo Costantini, adalah pilot pesawat angkatan udara Pracnis. Ini jadi merupakan kewajiban kami untuk memberikan penghormatan kepada para legenda," ucap Stephan Winkelmann, CEO Bugatti.
Bagian headrest jok mobil diberikan logo khusus berupa baling-baling pesawat terbang. Selain itu panel pintu mendapatkan sentuhan lukisan tangan yang menggambarkan mobil Bugatti Type 13 yang adu cepat dengan pesawat tempur klasik Prancis, Nieuport 17.
Untuk harga mobil ini dibanderol USD3,41 juta atau setara Rp47,6 miliar. Sebuah angka yang sangat lumayan menarik mengingat Bugatti Chiron biasanya dibanderol di harga USD33 juta atu setara Rp41,9 miliar.
Bugatti sendiri diketahui memang memiliki kedekatan yang kuat pada pesawat terbang. Pendiri Bugatti, Ettore Bugatti tidak hanya membuat mobil tapi juga mesin pesawat terbang. Pada tahun 1937 dia membuat pesawat terbang utuh yang sayangnya tidak sempat diujicoba karena perang dunia kedua terjadi.
"Selain itu pebalap Bugatti seperti Albert Divo, Robert Benoist dan Bartolomeo Costantini, adalah pilot pesawat angkatan udara Pracnis. Ini jadi merupakan kewajiban kami untuk memberikan penghormatan kepada para legenda," ucap Stephan Winkelmann, CEO Bugatti.
(wsb)
Lihat Juga :