Salah Jalan karena Google Maps, Ini Cara Memperbaikinya
Senin, 21 Desember 2020 - 02:02 WIB
loading...
Dark Mode Google Maps. FOTO/ IST
A
A
A
JAKARTA - Sebagai aplikasi pemandu jalan, Google Maps sangat membantu ketika pengguna tak mengetahui jalur yang dituju. Namun, tak sedikit juga cerita penggunaan Google Maps yang malah membuat tersesat. BACA JUGA - Sinovac Dibeli Indonesia, China Borong Vaksin COVID-19 Buatan Jerman dan Inggris
Misalnya yang terjadi pada sebuah bus pariwisata yang tersesat dan terperosok ke sawah sedalam 2,5 meter, ketika menuju tempat wisata Gunungkidul, Yogyakarta. BACA JUGA- 1,2 Juta Dosis Diborong Indonesia, Riset Sebut Imunitas Vaksin Sinovac Terendah
Supir bus mengaku tak mengetahui jalur yang dituju dan mengandalkan Google Maps, serta memaksakan lewat jalur yang terlalu sempit arahan Google Maps.
Sejatinya Google Maps adalah teknologi juga memiliki kekurangan. Maka dari itu, sebaiknya tetap bertanya ke warga sekitar jika merasa jalur arahan Google Maps sudah tidak sewajarnya.
Dalam kasus bus tersebut, mungkin saja supir bus tidak mengubah mode kendaraan yang digunakan. Sedangkan mode yang diketahui Google Maps masih dalam pengaturan motor bukan mobil, yang membuat jalur bus tersebut menyempit.
Sebab, Google Maps menyediakan estimasi jarak untuk pengguna mobil, motor, transportasi umum, pejalan kaki, bahkan penumpang layanan ojek online.
Kemungkinan lainnya adalah Google Maps kesulitan menemukan lokasi pengguna. Google melalui laman support yang disediakannya sudah membagikan cara untuk meningkatkan akurasi dari lokasi pengguna.
Misalnya yang terjadi pada sebuah bus pariwisata yang tersesat dan terperosok ke sawah sedalam 2,5 meter, ketika menuju tempat wisata Gunungkidul, Yogyakarta. BACA JUGA- 1,2 Juta Dosis Diborong Indonesia, Riset Sebut Imunitas Vaksin Sinovac Terendah
Supir bus mengaku tak mengetahui jalur yang dituju dan mengandalkan Google Maps, serta memaksakan lewat jalur yang terlalu sempit arahan Google Maps.
Sejatinya Google Maps adalah teknologi juga memiliki kekurangan. Maka dari itu, sebaiknya tetap bertanya ke warga sekitar jika merasa jalur arahan Google Maps sudah tidak sewajarnya.
Dalam kasus bus tersebut, mungkin saja supir bus tidak mengubah mode kendaraan yang digunakan. Sedangkan mode yang diketahui Google Maps masih dalam pengaturan motor bukan mobil, yang membuat jalur bus tersebut menyempit.
Sebab, Google Maps menyediakan estimasi jarak untuk pengguna mobil, motor, transportasi umum, pejalan kaki, bahkan penumpang layanan ojek online.
Kemungkinan lainnya adalah Google Maps kesulitan menemukan lokasi pengguna. Google melalui laman support yang disediakannya sudah membagikan cara untuk meningkatkan akurasi dari lokasi pengguna.
Lihat Juga :