Semikonduktor Menipis, 2 Pabrik Toyota di Jepang Berhenti Produksi Bulan Depan

Minggu, 23 Mei 2021 - 06:02 WIB
loading...
Semikonduktor Menipis,...
logo Toyota. FOTO/ IST
A A A
TOKYO - Toyota tampaknya benar-benar terkena imbas krisis kekurangan pasokan microchip semikonduktor sehingga harus menghentikan sementara produksi di dua pabrik besar Jepang mulai bulan depan.

Seperti dilansir ASIA Nikkey, Toyota mengonfirmasi penghentian sementara operasi perakitan pada tiga jalur produksi - salah satunya bertanggung jawab untuk merakit model C -HR selama delapan hari diikuti oleh jalur produksi Yaris dan Yaris Cross selama lima hari mulai 7 Juni.

Lini produksi lain di fasilitas Miyagi yang juga merakit Toyota Yaris Cross juga akan dihentikan selama tiga hari di tanggal yang sama.

BACA JUGA - Banyak yang Percaya Alien, Fosil Aneh di Peru Jadi Perdebatan Ahli

Ini adalah pertama kalinya Toyota terpaksa menghentikan sementara produksi dalam negeri karena kekurangan chip semikonduktor.

Masalah ini tidak akan terselesaikan dalam jangka pendek, karena perkiraan dari AlixPartners akan mengakibatkan penurunan 3,9 juta produksi global, dengan biaya sekitar USD 110 miliar.

Penyebab kekurangan pasokan semikonduktor ini karena kurangnya permintaan industri otomotif di awal tahun 2020, dan peningkatan permintaan barang elektronik yang tinggi.

Krisis ini bakal mengganggu produktivitas pabrik otomotif. Pasalnya karet tersebut digunakan untuk ban dan juga alat anti-vibrasi yang biasanya dipasang di bawah kap mesin. Tanpa suplai karet yang sesuai maka produksi kendaraan roda empat dipastikan harus menunggu.

Kelangkaan karet itu disebutkan Bloomberg teerjadi karena aktivitas penimbunan oleh oknum-oknum China. Selain itu secara natural, kelangkaan karet disebabkan terjaidnya penyakit jamur yang menyerang pohon karet di Thailand dan Vietnam.

Bloomberg mengatakan krisis karet justru jauh lebih berbahaya ketimbang semikonduktor. Pasalnya karet butuh waktu yang lama untuk diproses mulai dari penanaman hingga proses produksi.

Disebutkan Carbuzz, saat ini Ford dan Stelantis tengah mengawasi perkembangan krisis karet. Hanya saja mereka mengaku belum mengalami efek dari krisis karet tersebut. Begitu juga denganGeneral Motor yang malah sangat percaya diri mampu mengatasi krisis karet tersebut.

Beberapa pabrikan seperti General Motors memang masih memiliki stok karet yang cukup untuk mengatasi krisis tersebut. Di sisi lain pabrikan ban justru berupaya menseriusi masalah ini. Pasalnya mereka melihat masalah terbesar adalah penimbunan karet yang terjadi di China.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Mitsubishi Pajero Targetkan...
Mitsubishi Pajero Targetkan Segmen yang Sama dengan Toyota Land Cruiser
Didukung TGRI, Eric...
Didukung TGRI, Eric Saputra Juara OMR Agya Mandalika
Lawan Toyota Yaris Cross,...
Lawan Toyota Yaris Cross, Hyundai i20 Berubah Ukuran
Toyota Fortuner Generasi...
Toyota Fortuner Generasi Terbaru Resmi Diperkenalkan, Ini Tampangnya
Lagi-lagi Akio Toyoda...
Lagi-lagi Akio Toyoda Serang Mobil Listrik, Kali Ini Berikut Penyebabnya
Program Magang Toyota...
Program Magang Toyota 2026 Resmi Dibuka, Mahasiswa dan Fresh Graduate Merapat!
Gandeng Huawei dan Xiaomi,...
Gandeng Huawei dan Xiaomi, Toyota Menyerah pada Raksasa Teknologi China?
SMKN 2 Marabahan Terima...
SMKN 2 Marabahan Terima Donasi Kendaraan dari TAM, Satu-satunya di Kalsel
Rekomendasi
Apresiasi Catatan Seskab...
Apresiasi Catatan Seskab Letkol Teddy, TII Minta Perluasan Kuota Magang Tetap Transparan
Jajang C Noer Sebut...
Jajang C Noer Sebut Nadiem Makarim Tak Bersalah, Kritik Vonis 10 Tahun Penjara
Komentar Judi Online...
Komentar Judi Online Dinilai Bukan Sekadar Promosi, Pakar: Tapi Upaya Provokasi Sistematis
Berita Terkini
Volkswagen Group Disinyalir...
Volkswagen Group Disinyalir Akan Menjual Ducati?
Ber-DNA Lancer, Mitsubishi...
Ber-DNA Lancer, Mitsubishi Attrage 2026 Dipastikan Siap Diluncurkan
Mau Beli Mobil Baru...
Mau Beli Mobil Baru atau Bekas? OLX Kini Sediakan Keduanya dalam Satu Platform
Bawa SIMC ke PRJ 2026...
Bawa SIMC ke PRJ 2026 Bisa Dapat Subsidi Harga Kendaraan Listrik
Persoalan Dana Talangan...
Persoalan Dana Talangan Membebani Industri Otomotif China
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved