Hindari 5 Kebiasaan Buruk Ini Agar Transmisi Matik Mobil Tetap Awet

Rabu, 07 Juli 2021 - 07:04 WIB
loading...
Hindari 5 Kebiasaan Buruk Ini Agar Transmisi Matik Mobil Tetap Awet
Menggunakan mobil secara sembarangan tentunya dapat memperpendek umur pakai komponen tersebut. Khususnya pada mobil dengan transmisi otomatis. Foto/dok
A A A
JAKARTA - Banyakan orang awam khususnya pemilik kendaraan, masih belum paham betul bagaimana cara merawat kendaraan kesayanganya agar tetap awet dan terjaga. Terlebih pada setiap komponen yang terdapat pada mobil.

Menggunakan mobil secara sembarangan tentunya dapat memperpendek umur pakai komponen tersebut. Khususnya pada mobil dengan transmisi otomatis.

BACA: Lakukan Cara Ini Agar Mobil Tak Boros Bahan Bakar

Alih-alih transmisi otomatis lebih gampang digunakan ketimbang mobil manual, menjadikan masyarakat sering menggunakan mobil dengan transmisi matik secara sembrono.

Jika komponen pada transmisi otomatis rusak maka akan meraup kocek yang besar untuk biaya perabaikanya. Berikut ini dirangkum melalui beberapa sumber, mengenai 5 kebiasaan buruk yangg harus di hindari supaya transmisi otomatis tetap awet dan terjaga.

1. Melewati turunan dengan memindahkan transmisi posisi N (Netral)

Kebanyakan orang melakukan hal ini dengan alasan untuk menghemat bahan bakar mobil. Hal tersebut merupakan salah besar. Pasalnya jika Anda memindahkan transmisi otomatis keposisi D maka sistem saluran injektor dengan sendirinya mememotong bahan bakar ke mesin Anda.

Jadi tidak ada gunanya Anda memindahkan ke posisi N pada saat melewati turunan, bahkan berbahaya karena mobil dapat meluncur dengan mudah tanpa kendali mesin dan transmisi.

2. Melakukan perpindahan dari posisi N ke D dengan menginjak gas

Hal ini sangat di hindari pada mobil bertransmisi otomatis . Kebiasaan buruk ini dilakukan oleh masyarakat yang sedang telat dan buru-buru. Selain dapat membahayakan pengendara lain ternyata ini merupakan cara tercepat untuk membuat pita dalam transmisi mobil Anda cepat aus dan rusak. Butuh biaya yang mahal untuk mengganti komponen tersebut.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1741 seconds (11.252#12.26)