Subaru Balik ke Indonesia Buat Obati Luka-luka Lama
Kamis, 10 Februari 2022 - 09:16 WIB
loading...
A
A
A
Dia tidak membantah di tangan distributor sebelumnya nama Subaru memang sedikit punya image yang tidak sedap. Terakhir adalah kasus pemalsuan dokumen impor yang dilakukan oleh Motor Image Indonesia (MII), distributor lama Subaru di Indonesia. Kasus itu bahkan membuat MII harus berhenti berjualan Subaru di Indonesia sejak 2014 karena penyitaan asset yang dilakukan pemerintah.
Cerita Subaru bahkan tidak berhenti di situ saja. Jauh sebelum kasus MII mencuat, distributor Subaru yang pertama, Insan Apollo juga pernah melakukan tindak kriminal yang kurang lebih sama. Kejaksaan Agung pada 1976 menahan 6 orang direktur PT Insan Apollo karena memasukkan kendaraan tidak sesuai ketentuan dan menghindar dari bea masuk yang harus dibayar ke Bea Cukai .
Luka-luka lama itulah yang ingin diobati oleh Subaru Indonesia saat ini. Butuh waktu yang intens buat Subaru agar aktivitas bisnis mereka memang benar-benar sejalan dengan peraturan yang ada.
“Kita ingin inline 100 persen dengan peraturan pemerintah Indonesia. Baik dari sisi legalitas, rencana produksi pabrik. Semuanya sedang kami rapihkan semuanya,” ujar Arie Christopher.
Dia juga mengatakan pihak prinsipal, Subaru Jepang memang juga sangat berhati-hati dalam penunjukkan distributor baru. Pasalnya beberapa peristiwa di masa lalu membuat mereka benar-benar belajar agar peristiwa itu tidak terulang.
Baca juga : Alfa Romeo Bikin Mobil Pertama di Dunia yang Terkoneksi dengan NFT
Cerita Subaru bahkan tidak berhenti di situ saja. Jauh sebelum kasus MII mencuat, distributor Subaru yang pertama, Insan Apollo juga pernah melakukan tindak kriminal yang kurang lebih sama. Kejaksaan Agung pada 1976 menahan 6 orang direktur PT Insan Apollo karena memasukkan kendaraan tidak sesuai ketentuan dan menghindar dari bea masuk yang harus dibayar ke Bea Cukai .
Luka-luka lama itulah yang ingin diobati oleh Subaru Indonesia saat ini. Butuh waktu yang intens buat Subaru agar aktivitas bisnis mereka memang benar-benar sejalan dengan peraturan yang ada.
“Kita ingin inline 100 persen dengan peraturan pemerintah Indonesia. Baik dari sisi legalitas, rencana produksi pabrik. Semuanya sedang kami rapihkan semuanya,” ujar Arie Christopher.
Dia juga mengatakan pihak prinsipal, Subaru Jepang memang juga sangat berhati-hati dalam penunjukkan distributor baru. Pasalnya beberapa peristiwa di masa lalu membuat mereka benar-benar belajar agar peristiwa itu tidak terulang.
Baca juga : Alfa Romeo Bikin Mobil Pertama di Dunia yang Terkoneksi dengan NFT

Lihat Juga :