Invasi Rusia di Ukraina Bakal Bikin Harga Mobil Listrik Meroket
Kamis, 10 Maret 2022 - 11:57 WIB
loading...
Nikel saat ini masih jadi komponen utama baterai mobil listrik. Foto/IST
A
A
A
JAKARTA - Invasi Rusia di Ukraina bakal bikin harga mobil listrik meroket. Pasalnya harga nikel melonjak tinggi belakangan ini. Dilaporkan CNBC, London Metal Exchange telah menunda perdagangan nikel baru-baru akibatnya lonjakan harga. Diketahui lonjakan harga mencapai USD100.000 atau mencapai Rp1,4 miliar per ton. Kenaikan disebutkan mencapai 67,2 persen dibanding harga sebelumnya.
Perubahan harga itu membuat kontrak perdagangan nikel yang telah terjadi selama tiga bulan otomatis harus mengalami revisi.
Tidak hanya penundaan, kenaikan nikel yang mendadak itu akan berimbas pada harga mobil listrik. Naiknya harga nikel otomatis akan membuat mobil-mobil hijau segera mengalami kenaikan harga.
Baca juga : Mobil Orang Tenar Paling Dicari di Internet, Sultan Bolkiah Jadi Satu-satunya Raja
![Invasi Rusia di Ukraina Bakal Bikin Harga Mobil Listrik Meroket]()
Lembaga analis otomotif Morgan Stanley mengatakan kenaikan harga nikel akan membuat biaya produksi mobil listrik bertambah USD1.000 atau Rp14,2 juta per unit. "Keuntungan yang didapatkan oleh pabrikan dan tingkat adopsi mobil listrik dipastikan menurun akibat kenaikan harga nikel," ungkap Adam Jonas analis dari Morgan Stanley.
Sementara The Wall Street Journal mencatat Rusia menyumbang 5-6% dari pasokan nikel dunia dan sementara ekspor nikel belum ditargetkan secara langsung oleh sanksi. “Perusahaan pelayaran dan pedagang enggan berurusan dengan sumber daya negara,” ungkap The Wall Street Journal.
Perubahan harga itu membuat kontrak perdagangan nikel yang telah terjadi selama tiga bulan otomatis harus mengalami revisi.
Tidak hanya penundaan, kenaikan nikel yang mendadak itu akan berimbas pada harga mobil listrik. Naiknya harga nikel otomatis akan membuat mobil-mobil hijau segera mengalami kenaikan harga.
Baca juga : Mobil Orang Tenar Paling Dicari di Internet, Sultan Bolkiah Jadi Satu-satunya Raja

Lembaga analis otomotif Morgan Stanley mengatakan kenaikan harga nikel akan membuat biaya produksi mobil listrik bertambah USD1.000 atau Rp14,2 juta per unit. "Keuntungan yang didapatkan oleh pabrikan dan tingkat adopsi mobil listrik dipastikan menurun akibat kenaikan harga nikel," ungkap Adam Jonas analis dari Morgan Stanley.
Sementara The Wall Street Journal mencatat Rusia menyumbang 5-6% dari pasokan nikel dunia dan sementara ekspor nikel belum ditargetkan secara langsung oleh sanksi. “Perusahaan pelayaran dan pedagang enggan berurusan dengan sumber daya negara,” ungkap The Wall Street Journal.
Lihat Juga :