Menggunakan Ban Berisi Nitrogen Benarkah Bisa Menghemat BBM?

Senin, 01 Agustus 2022 - 01:03 WIB
loading...
Menggunakan Ban Berisi Nitrogen Benarkah Bisa Menghemat BBM?
Kalau sudah begini, maka ban akan cepat kempis dan performanya pun mulai menurun. Jika demikian kinerja mesin bakal menjadi lebih berat dan bensin juga akan terasa lebih boros. FOTO/ IST
A A A
JAKARTA - Mengisi angin ban dengan nitrogen disebut-sebut memiliki banyak keunggulan dibanding dengan mengisi angin biasa. Selain diklaim lebih tahan lama, ada sederet manfaat lain yang ditawarkan.

Salah satunya dianggap mampu menghemat bahan bakar minyak (BBM). Lantas apakan benar demikian? Berikut adalah penjelasan lengkapnya, seperti dilansir dari blog merek ban Maxxis.

BACA JUGA - Ini Bahaya Menggunakan Ban Vulkanisir dan Cara Bedakan dengan Ban Suntikan

Sebenarnya hingga saat ini belum ada sumber yang benar-benar mematenkan perihal angin nitrogen dapat kembuat lebih hemat BBM. Ini hanyalah asumsi semata yang beredar di tengah-tengah masyarakat.

Penggunaan nitrogen disebut dapat menghemat BBM karena memang nitrogen dapat membuat perputaran ban menjadi lebih ringan. Dan tentu, tenaga mesin yang dikeluarkan menjadi lebih ringan pula.

Jika tenaga mesin yang dikeluarkan lebih ringan maka kemungkinan besar bensin yang dikeluarkan pun lebih irit. Tetapi, asumsi tersebut tidak bisa sepenuhnya dibenarkan karena belum ada penelitiannya lebih lanjut.

Penggunaan nitrogen sendiri sebenarnya juga memiliki kekurangan, misalnya saat hujan turun yang membuat sering melintasi kubangan air. Karakter air yang bisa menyerap nitrogen membuat angin nitrogen pada ban akan mudah habis.

Kalau sudah begini, maka ban akan cepat kempis dan performanya pun mulai menurun. Jika demikian kinerja mesin bakal menjadi lebih berat dan bensin juga akan terasa lebih boros.

Namun terlepas dari apakah benar menggunakan angin nitrogen memberikan banyak manfaat termasuk juga lebih irit BBM, yang terpenting adalah jangan pernah mencampur angin biasa dan angin nitrogen pada ban.

Sebab, mencampur angin biasa dengan nitrogen bisa membuat nitrogen terkontaminasi dan membawa efek samping terhadap ban dalam waktu lama. Kontaminasi dua zat gas ini membuat udara menjadi lebih basah dan berat.

Kandungan angin biasa pada unsur hidrogen membawa uap air yang lebih banyak sehingga udaranya menjadi basah. Dalam waktu yang relatif lama, udara basah ini bisa membuat kawat ban menjadi berkarat.

Apabila berkarat, bukan tidak mungkin ban akan menjadi benjol atau bahkan bisa pecah ban. Jadi, bila ingin mengisi nitrogen, sebaiknya angin ban yang lama dibuang semuanya terlebih dahulu.
(wbs)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1561 seconds (10.55#12.26)