Antisipasi Kecelakaan, Mobil Bisa Saling Berkomunikasi?

Minggu, 17 Mei 2015 - 11:34 WIB
Antisipasi Kecelakaan,...
Antisipasi Kecelakaan, Mobil Bisa Saling Berkomunikasi?
A A A
NEW YORK - Para ahli mekanik telah memikirkan cara bagaimana jika suatu hari mobil-mobil bisa saling berkomunikasi satu sama lain, tentunya kecelakaan akan terhindarkan.

Dikutip dari AFP, Minggu (17/5/2015), jika hal ini bisa segera terealisasi, maka kendaraan akan mampu berpacu lebih aman. Terutama jika bisa mengetahui informasi tentang mobil lain, kendala, kondisi pejalan kaki dan keadaan di sekitarnya.

Namun, untuk menerapkan sistem ini masih banyak kendala yang harus dilalui. Diperlukan kerangka hukum dan alokasi spektrum nirkabel untuk memungkinkan antar kendaraan (V2V) berkomunikasi.

Pemerintah AS mengumumkan, hal ini akan segera terealisasi V2V untuk menciptakan keselamatan berkendara yang lebih baik. Selain itu juga untuk membantu memfasilitasi mobil self-driving yang segera mengaspal.

Menteri Transportasi Anthony Foxx mengatakan, ia berharap peraturan soal teknologi tersebut akan siap akhir tahun ini. "Kami percepat jadwal agar aturan yang diusulkan untuk kebutuhan teknologi V2V, sehingga memungkinkan 'berbicara' satu sama lain," kata Foxx.

Diyakini, dengan adanya teknologi ini, dapat mengurangi jumlah kecelakaan. The National Highway Traffic Safety Administration, yang telah menguji V2V sejak 2012 mengatakan, teknologi tersebut dapat menentukan apakah mobil aman berbelok ke kiri dengan menghitung kecepatan kendaraan lain yang melaju, apakah aman menyalip mobil lain dan apakah aman memasuki persimpangan dengan visibilitas yang terbatas.

Para peneliti mengatakan, sistem ini menelan biaya sekitar USD350 atau sekitar Rp4,58 juta
per mobil. Diperkirakan dapat menghindari 592.000 kecelakaan dan menyelamatkan 1.083 nyawa per tahun, jika armada mobil di AS dilengkapi dengan teknologi ini.

Asosiasi Global Produsen Mobil, yang mewakili produsen non-AS termasuk Honda, Nissan dan Toyota, menyambut baik upaya Washington untuk mempercepat proses ini. "Semakin cepat kita bergerak ke arah penyebaran komunikasi V2V, konsumen lebih cepat akan menerima manfaat dari teknologi ini dalam menyelamatkan nyawa," kata Pemimpin Asosiasi John Bozzella.
(dyt)
Berita Terkait
Mengintip Geliat Bisnis...
Mengintip Geliat Bisnis Restorasi Mobil Klasik
Penampakan Evakuasi...
Penampakan Evakuasi Mobil yang Dirusak dan Diceburkan Warga ke Sungai di Palembang
Mazda Indonesia Hadirkan...
Mazda Indonesia Hadirkan Produk Unggulan di GJAW 2023
Polda Jateng Ungkap...
Polda Jateng Ungkap Sindikat Penipuan dan Penggelapan Mobil Rental Lintas Daerah
Penjualan Mobil Bekas...
Penjualan Mobil Bekas kembali Menggeliat
Peluncuran Mobil Listrik...
Peluncuran Mobil Listrik ALETRA L8 EV pada GJAW 2024
Berita Terkini
Mobil Listrik China...
Mobil Listrik China Meningkatkan Tekanan Persaingan Global
China Targetkan 1,6...
China Targetkan 1,6 Juta Truk Listrik pada Tahun 2030
China Pastikan Kendaraan...
China Pastikan Kendaraan Listrik Berukuran Besar Merusak Jalan
Honda CB400SF E-Clutch...
Honda CB400SF E-Clutch dan CBR400R Four Siap Diluncurkan Bulan Depan!
Bentley Gunakan Suara...
Bentley Gunakan Suara Drum untuk Gantikan Suara V8 di EV Pertamanya
Geely Pamer Performa...
Geely Pamer Performa dan Inovasi di Sirkuit Mandalika, Begini Sensasinya
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved