Astra Optimis Penjualan Mobil Naik Kuartal II di 2015
Kamis, 04 Juni 2015 - 18:40 WIB
Astra Optimis Penjualan Mobil Naik Kuartal II di 2015
A
A
A
JAKARTA - PT Astra International Tbk optimis penjualan kendaraan roda dua maupun roda empat dibawah merk lisensinya akan kembali membaik pada kuartal kedua tahun ini.
Head of Public Relations Astra International, Yulian Warman mengakui pada kuartal I/2015 divisi otomotif memang mengalami penurunan pendapatan. Meski demikian, pada paruh kedua tahun ini terdapat sejumlah stimulus untuk kembali mendongkrang penjualan unit kendaraan.
"Kami optimis kedepan akan lebih baik, karena pemerintah telah menggenjot infrastruktur di Indonesia. Jika Presiden Jokowi segera mengeksekusi infrastruktur, kita tambah percepatan produksi di kuartal II ini," kata Yulian dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (4/6/2015).
Dalam keterbukaan informasi perseroan, dijelaskan pendapatan bersih konsolidasi Astra International pada kuartal I/2015 sebesar Rp45,2 triliun atau turun 9,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp49,8 triliun. Ini dipicu oleh penurunan penjualan otomotif, agribisnis dan alat berat.
Laba bersih konsolidasi juga terjungkal 15,8% menjadi Rp4,8 triliun dibandingkan kuartal I/2014 yang masih bertahan diangka Rp5,7 triliun. Hal tersebut mencerminkan penurunan kontribusi dari divisi agribisnis sebesar 80%, disebabkan oleh rendahnya harga Crude Palm Oil (CPO), dan penurunan dari divisi otomotif sebesar 21%.
Sebagian penurunan tersebut diimbangi oleh kenaikan divisi teknologi informasi sebesar 42%, peningkatan 21% dari divisi jasa keuangan dan peningkatan 3% dari divisi alat berat dan pertambangan.
Lebih lanjut Yulian menjelaskan, momentum Hari Raya Idul Fitri diharapkan bisa turut mendongkrak penjualan kendaraan roda empat maupun roda dua di Tanah Air. Dia juga yakin, daya beli masyarakat untuk membeli kendaraan bisa lebih baik pada saat memasuki hari Lebaran.
"Biasanya menjelang bulan Ramadhan dan Lebaran, bisnis yang berkaitan dengan kendaraan ada peningkatan, bisa membeli atau sewa. Karena ada libur panjang sekitar 10-15 hari," paparnya.
Ditempat yang sama, Presiden Direktur Astra International, Prijono Sugiarto menjelaskan seiring dengan revisi target penjualan kendaraan oleh Gabungan Industri Kendaraan Otomatif Indonesia (Gaikindo), perseroan juga ikut menurunkan target hingga akhir 2015 ini.
"Saya rasa Gaikindo sudah mengatakan, kemungkinan tahun ini target penjualan kendaraan tidak bisa mencapai 1,2 juta unit. Kemungkinan besar hanya berkisar antara 1,05 juta unit kendaraan pada tahun ini," kata Prijono.
Menurutnya, walaupun asosiasi kendaraan bermotor telah mengkoreksi target penjualan kendaraan hingga penghujung tahun ini, namun Astra International yakin tetap menguasai pangsa pasar penjualan otomotif nasional.
"Kami berharap pangsa pasar penjualan mobil bisa mencapai 50%, sedangkan penjualan roda dua ditargetkan sebesar 68% dibawah lisensi merek Astra Group," imbuhnya.
Head of Public Relations Astra International, Yulian Warman mengakui pada kuartal I/2015 divisi otomotif memang mengalami penurunan pendapatan. Meski demikian, pada paruh kedua tahun ini terdapat sejumlah stimulus untuk kembali mendongkrang penjualan unit kendaraan.
"Kami optimis kedepan akan lebih baik, karena pemerintah telah menggenjot infrastruktur di Indonesia. Jika Presiden Jokowi segera mengeksekusi infrastruktur, kita tambah percepatan produksi di kuartal II ini," kata Yulian dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (4/6/2015).
Dalam keterbukaan informasi perseroan, dijelaskan pendapatan bersih konsolidasi Astra International pada kuartal I/2015 sebesar Rp45,2 triliun atau turun 9,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp49,8 triliun. Ini dipicu oleh penurunan penjualan otomotif, agribisnis dan alat berat.
Laba bersih konsolidasi juga terjungkal 15,8% menjadi Rp4,8 triliun dibandingkan kuartal I/2014 yang masih bertahan diangka Rp5,7 triliun. Hal tersebut mencerminkan penurunan kontribusi dari divisi agribisnis sebesar 80%, disebabkan oleh rendahnya harga Crude Palm Oil (CPO), dan penurunan dari divisi otomotif sebesar 21%.
Sebagian penurunan tersebut diimbangi oleh kenaikan divisi teknologi informasi sebesar 42%, peningkatan 21% dari divisi jasa keuangan dan peningkatan 3% dari divisi alat berat dan pertambangan.
Lebih lanjut Yulian menjelaskan, momentum Hari Raya Idul Fitri diharapkan bisa turut mendongkrak penjualan kendaraan roda empat maupun roda dua di Tanah Air. Dia juga yakin, daya beli masyarakat untuk membeli kendaraan bisa lebih baik pada saat memasuki hari Lebaran.
"Biasanya menjelang bulan Ramadhan dan Lebaran, bisnis yang berkaitan dengan kendaraan ada peningkatan, bisa membeli atau sewa. Karena ada libur panjang sekitar 10-15 hari," paparnya.
Ditempat yang sama, Presiden Direktur Astra International, Prijono Sugiarto menjelaskan seiring dengan revisi target penjualan kendaraan oleh Gabungan Industri Kendaraan Otomatif Indonesia (Gaikindo), perseroan juga ikut menurunkan target hingga akhir 2015 ini.
"Saya rasa Gaikindo sudah mengatakan, kemungkinan tahun ini target penjualan kendaraan tidak bisa mencapai 1,2 juta unit. Kemungkinan besar hanya berkisar antara 1,05 juta unit kendaraan pada tahun ini," kata Prijono.
Menurutnya, walaupun asosiasi kendaraan bermotor telah mengkoreksi target penjualan kendaraan hingga penghujung tahun ini, namun Astra International yakin tetap menguasai pangsa pasar penjualan otomotif nasional.
"Kami berharap pangsa pasar penjualan mobil bisa mencapai 50%, sedangkan penjualan roda dua ditargetkan sebesar 68% dibawah lisensi merek Astra Group," imbuhnya.
(dol)