Awas Amnesia Gara-gara Smartphone
Rabu, 15 Juli 2015 - 08:55 WIB
Awas Amnesia Gara-gara Smartphone
A
A
A
JAKARTA - Menurut penelitian terbaru Kaspersky Lab, perangkat digital dan Internet dapat mempengaruhi cara orang mengingat serta menggunakan informasi.
Ketika menyimpan informasi, misalnya nomor telepon seseorang di ponsel, maka secara otomatis kita mendorong pikiran untuk menghapusnya dari ingatan. Walau otak manusia sendiri memang memiliki batas kapasitas dalam hal menulis ulang data yang tidak relevan dengan fakta dan kenangan, tapi kehadiran smartphone membuat manusia menjadi “amnesia” atau lupa ingatan.
Ternyata, terlalu banyak berada di dunia digital mempengaruhi kemampuan alamiah manusia untuk belajar, mengingat, dan mengingat kembali sebuah informasi. Para penderita digital amnesia akan memiliki kesulitan untuk mengingat informasi yang bahkan sangat penting. Misalnya, nomor telepon anggota keluarga. Sebabnya, mereka telah begitu bergantung pada smartphone sebagai ekstensi atau kepanjangan dari otak.
Setiap lupa akan sesuatu, para penderita “digital amnesia” akan langsung mencari smartphone mereka. Lebih paranya, internet dan akses ke digital juga membuat orang jadi malas.
Ketika menyimpan informasi, misalnya nomor telepon seseorang di ponsel, maka secara otomatis kita mendorong pikiran untuk menghapusnya dari ingatan. Walau otak manusia sendiri memang memiliki batas kapasitas dalam hal menulis ulang data yang tidak relevan dengan fakta dan kenangan, tapi kehadiran smartphone membuat manusia menjadi “amnesia” atau lupa ingatan.
Ternyata, terlalu banyak berada di dunia digital mempengaruhi kemampuan alamiah manusia untuk belajar, mengingat, dan mengingat kembali sebuah informasi. Para penderita digital amnesia akan memiliki kesulitan untuk mengingat informasi yang bahkan sangat penting. Misalnya, nomor telepon anggota keluarga. Sebabnya, mereka telah begitu bergantung pada smartphone sebagai ekstensi atau kepanjangan dari otak.
Setiap lupa akan sesuatu, para penderita “digital amnesia” akan langsung mencari smartphone mereka. Lebih paranya, internet dan akses ke digital juga membuat orang jadi malas.
(dyt)