Ini Cara Honda Antisipasi Dampak Rupiah Melemah
Rabu, 09 September 2015 - 14:41 WIB
Ini Cara Honda Antisipasi Dampak Rupiah Melemah
A
A
A
BEKASI - PT Honda Prospect Motor Indonesia (HPMI) terus melakukan penetrasi dalam menghadapi perekonomian Indonesia yang sedang melemah, akibat dari kondisi rupiah yang tidak menentu. Ini merupakan salah satu bentuk antisipasi untuk mengatasi kemungkinan tren negatif sebagai dampak dari rupiah yang melemah.
Penetrasi yang dilakukan salah satunya diwujudkan dengan terus berekspansi mengembangkan dealer Honda di berbagai daerah.
Marketing and After Sales Directur PT Honda Prospect Motor, Jonfis Fandi mengungkapkan, jika market penjualan mobil memaang sudah menurun sejak tahun lalu. Tercatat penurunan itu telah mencapai 23%. Sedangkan Honda mengalami peningkatan Honda 12%.
"Tentunya ada beberapa strategi yang telah kami siapkan sejak lama untuk mengantisipsi dampak negatif ini. Honda coba melakukan penetrasi dengan mengeluarkan produk-produk baru seperti Honda Mobilio, B-RV dan X-RV," ucapnya saat acara Grand Opening Honda Megatama Bekasi, Kamis, (9/9/2015).
Jonfis melihat, Honda dianggap perlu melakukan penetrasi terhadap pasar karena tidak ingin terbawa pasar yang menurun dan tetap berada di garis yang lebih baik.
Langkah Honda selanjutnya adalah memperluas jaringan-jaringan berjualan. "Kalau di tahun 2012 kita memiliki 86 dealer, sekarang kita sudah memiliki 147 dealer. Jadi bukan hanya produk baru yang kita keluarkan tapi juga dealer-nya kita kembangkan agar berimbang," tuturnya.
Selain itu, Jonfis menambahkan, penetrasi yang dilakukan Honda dengan cara mengeluarkan Paket Cermat untuk segmen medium-low. Paket Cermat ini berlaku untuk semua model Honda.
Dengan Paket Cermat Honda ini, konsumen dapat membeli mobil yang telah dilengkapi dengan paket perawatan berkala untuk 3 tahun/50.000 km atau 6 tahun/100.000 km. Berbagai keuntungan bisa didapat konsumen melalui Paket Cermat ini, yaitu berupa biaya perawatan yang lebih hemat dengan kualitas servis mobil di bengkel resmi Honda yang lebih terjaga.
"Paket Cermat dapat mempermudah konsumen, untuk terus melakukan perawatan berkala terhadap mobilnya dan tentunya di semua bengkel resmi Honda," pungkas Jonfis.
Baca:
Honda Kembangkan Dealer Baru di Bekasi
Penetrasi yang dilakukan salah satunya diwujudkan dengan terus berekspansi mengembangkan dealer Honda di berbagai daerah.
Marketing and After Sales Directur PT Honda Prospect Motor, Jonfis Fandi mengungkapkan, jika market penjualan mobil memaang sudah menurun sejak tahun lalu. Tercatat penurunan itu telah mencapai 23%. Sedangkan Honda mengalami peningkatan Honda 12%.
"Tentunya ada beberapa strategi yang telah kami siapkan sejak lama untuk mengantisipsi dampak negatif ini. Honda coba melakukan penetrasi dengan mengeluarkan produk-produk baru seperti Honda Mobilio, B-RV dan X-RV," ucapnya saat acara Grand Opening Honda Megatama Bekasi, Kamis, (9/9/2015).
Jonfis melihat, Honda dianggap perlu melakukan penetrasi terhadap pasar karena tidak ingin terbawa pasar yang menurun dan tetap berada di garis yang lebih baik.
Langkah Honda selanjutnya adalah memperluas jaringan-jaringan berjualan. "Kalau di tahun 2012 kita memiliki 86 dealer, sekarang kita sudah memiliki 147 dealer. Jadi bukan hanya produk baru yang kita keluarkan tapi juga dealer-nya kita kembangkan agar berimbang," tuturnya.
Selain itu, Jonfis menambahkan, penetrasi yang dilakukan Honda dengan cara mengeluarkan Paket Cermat untuk segmen medium-low. Paket Cermat ini berlaku untuk semua model Honda.
Dengan Paket Cermat Honda ini, konsumen dapat membeli mobil yang telah dilengkapi dengan paket perawatan berkala untuk 3 tahun/50.000 km atau 6 tahun/100.000 km. Berbagai keuntungan bisa didapat konsumen melalui Paket Cermat ini, yaitu berupa biaya perawatan yang lebih hemat dengan kualitas servis mobil di bengkel resmi Honda yang lebih terjaga.
"Paket Cermat dapat mempermudah konsumen, untuk terus melakukan perawatan berkala terhadap mobilnya dan tentunya di semua bengkel resmi Honda," pungkas Jonfis.
Baca:
Honda Kembangkan Dealer Baru di Bekasi
(dyt)