Sistem Isi Daya Dua Arah Memicu Persaingan antara BMW, VW, dan BYD

Kamis, 02 Juli 2026 - 10:15 WIB
loading...
Sistem Isi Daya Dua...
Sistem Isi Daya Dua Arah Memicu. Foto/ Viet
A A A
BERLIN - Pengisian daya dua arah dapat menghemat biaya pengemudi sebesar 440 euro per tahun, mendorong produsen mobil besar untuk mempercepat operasi mereka di Eropa.

Hambatan hukum yang dulunya membuat pengisian daya dua arah pada kendaraan listrik kurang menarik secara finansial secara bertahap dihilangkan di Eropa.

Teknologi ini memungkinkan baterai kendaraan listrik untuk memasok daya ke rumah atau jaringan listrik, membuka aliran pendapatan baru bagi pengguna dan menyediakan alat tambahan untuk menyeimbangkan sistem tenaga listrik.

Pergeseran ini terjadi karena para produsen mobil berlomba-lomba melengkapi kendaraan mereka dengan perangkat keras yang memungkinkan baterai kendaraan listrik tidak hanya menerima daya tetapi juga mengembalikannya ke sistem eksternal.

Strategy&, sebuah unit dari perusahaan konsultan PwC, memperkirakan bahwa pasar yang terkait dengan teknologi ini dapat mencapai miliaran euro pada tahun 2035.
Pengisian daya dua arah memiliki dua arah aplikasi utama.

Dengan model V2H, baterai kendaraan listrik dapat berfungsi sebagai sumber daya cadangan untuk peralatan rumah tangga. Dengan V2G, listrik yang tersimpan dalam baterai dapat dialirkan kembali ke jaringan listrik selama periode permintaan tinggi, seperti pada awal malam hari.

Secara teori, pengemudi dapat mengisi daya kendaraan mereka ketika harga listrik rendah, kemudian menjual atau mengekspor kembali listrik tersebut ketika harga lebih tinggi. Model operasi ini mengubah kendaraan listrik menjadi bagian dari infrastruktur energi terdistribusi, bukan sekadar kendaraan yang mengonsumsi listrik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ternyata Ini Alasan...
Ternyata Ini Alasan Koenigsegg Tidak Mau Bikin Mobil Listrik
Honda Terbitkan Obligasi...
Honda Terbitkan Obligasi Rp44 Triliun: Bukan Ekspansi, tapi Ganti Rugi
Benedetto Vigna: Jika...
Benedetto Vigna: Jika Mobil Otonom Bisa Mengemudi Sendiri, Mengapa Membeli Ferrari
Fakta Baru Pasar Mobil...
Fakta Baru Pasar Mobil Eropa: Mobil Bensin Turun, EV dan Merek China Melesat
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Dorong Ekosistem EV,...
Dorong Ekosistem EV, Wuling Berkolaborasi dengan Grab
Gaikindo Minta Stimulus...
Gaikindo Minta Stimulus Semua Jenis Kendaraan, Tak Hanya Mobil Listrik
Menguji Performa BYD...
Menguji Performa BYD M6 DM Terabas Jalanan Ibu Kota Jateng hingga Tol Semarang-Salatiga
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
Rekomendasi
Sahroni Minta Siber...
Sahroni Minta Siber Polri Kejar Dalang Spam Judi Online di Medsos: Bukan Hal Sulit bagi Polisi
KPK Buka Peluang Panggil...
KPK Buka Peluang Panggil Menhut terkait Penerimaan Pelepasan HPT Bupati Kuansing
Mengapa Akhlak Begitu...
Mengapa Akhlak Begitu Penting dalam Islam? Ini Penjelasan Lengkap Berdasarkan Hadis
Berita Terkini
Ternyata Ini Alasan...
Ternyata Ini Alasan Koenigsegg Tidak Mau Bikin Mobil Listrik
Sistem Isi Daya Dua...
Sistem Isi Daya Dua Arah Memicu Persaingan antara BMW, VW, dan BYD
Honda Terbitkan Obligasi...
Honda Terbitkan Obligasi Rp44 Triliun: Bukan Ekspansi, tapi Ganti Rugi
Kenapa CEO Honda Toshihiro...
Kenapa CEO Honda Toshihiro Mibe Minta Maaf ke Pemegang Saham?
Densu Jadi Wajah Baru...
Densu Jadi Wajah Baru Caroline.id, Strategi Kepercayaan di Tengah Pasar Mobil Bekas yang Makin Sengit
Benedetto Vigna: Jika...
Benedetto Vigna: Jika Mobil Otonom Bisa Mengemudi Sendiri, Mengapa Membeli Ferrari
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved