Tahun Depan Pasar Sepeda Motor Diprediksi Masih Stagnan
Senin, 26 Desember 2016 - 12:26 WIB
Tahun Depan Pasar Sepeda Motor Diprediksi Masih Stagnan
A
A
A
JAKARTA - Tahun baru sudah didepan mata, berbagai plus minus telah dilalui sepanjang 2016. Lalu bagimana proyeksi 2017 khususnya pasar sepeda motor.
Dalam hal ini Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Gunadi Sindhuwinata yang memprediksi situasi pasar penjualan kendaraan roda dua pada 2017 masih cenderung dan tidak akan berbeda jauh dengan tahun ini.
Gunadi menilai, pasar yang stagnan masih akan terjadi meski ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan. Pasalnya pasar sepeda motor perlu waktu untuk kembali bergairah.
"2017 pertumbuhan ekonomi diprediksi 5,1 - 5,2 persen, jadi kemungkinan pasarnya stabil. Kalau penjualan tahun ini mencapai 6,1 juta termasuk ekspor, maka tahun depan kira-kira juga masih segitu," ujar Gunadi baru-baru ini, di Jakarta.
Meski begitu, Gunadi memprediksi penjualan akan mulai mengalami pertumbuhan di semester kedua 2017. Jika benar mengalami pertumbuhan, hal ini akan berdampak ke tahun-tahun berikutnya.
Bahkan Gunadi menambahkan, prediksi penjualan 6,1juta sepeda motor merupakan koreksi dari target yang dicanangkan 6,3 juta unit kendaraan pada awal tahun. Adapun penjualan sampai akhir November 2016 sudah mencapai 5,9juta kendaraan sehingga ia optimistis target itu akan terpenuhi.
Senada dengan apa yang dilontarkan Gunadi, Mohammad Masykur, Asisten GM Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) sebagai salah satu pemain di industri sepeda motor tanah air menilai penjualan pada tahun depan tidak akan berbeda dengan tahun ini.
"Saya rasa masih akan sama. Tahun ini targetnya 2 juta tapi baru 1,4juta. Sampai akhir tahun mungkin 1,6 juta," tandasnya.
Dalam hal ini Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Gunadi Sindhuwinata yang memprediksi situasi pasar penjualan kendaraan roda dua pada 2017 masih cenderung dan tidak akan berbeda jauh dengan tahun ini.
Gunadi menilai, pasar yang stagnan masih akan terjadi meski ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan. Pasalnya pasar sepeda motor perlu waktu untuk kembali bergairah.
"2017 pertumbuhan ekonomi diprediksi 5,1 - 5,2 persen, jadi kemungkinan pasarnya stabil. Kalau penjualan tahun ini mencapai 6,1 juta termasuk ekspor, maka tahun depan kira-kira juga masih segitu," ujar Gunadi baru-baru ini, di Jakarta.
Meski begitu, Gunadi memprediksi penjualan akan mulai mengalami pertumbuhan di semester kedua 2017. Jika benar mengalami pertumbuhan, hal ini akan berdampak ke tahun-tahun berikutnya.
Bahkan Gunadi menambahkan, prediksi penjualan 6,1juta sepeda motor merupakan koreksi dari target yang dicanangkan 6,3 juta unit kendaraan pada awal tahun. Adapun penjualan sampai akhir November 2016 sudah mencapai 5,9juta kendaraan sehingga ia optimistis target itu akan terpenuhi.
Senada dengan apa yang dilontarkan Gunadi, Mohammad Masykur, Asisten GM Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) sebagai salah satu pemain di industri sepeda motor tanah air menilai penjualan pada tahun depan tidak akan berbeda dengan tahun ini.
"Saya rasa masih akan sama. Tahun ini targetnya 2 juta tapi baru 1,4juta. Sampai akhir tahun mungkin 1,6 juta," tandasnya.
(dol)