Target Produksi 2,5 Juta Mobil, Gaikindo Ingatkan Penyerapan Pasar

Selasa, 14 Maret 2017 - 00:09 WIB
Target Produksi 2,5...
Target Produksi 2,5 Juta Mobil, Gaikindo Ingatkan Penyerapan Pasar
A A A
JAKARTA - Sekjen Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara menyatakan, tidak sulit mencapai target produksi 2,5 juta unit pada 2020, seperti yang dicanangkan pemerintah. Hingga akhir 2016, kapasitas produksi mobil nasional sudah mencapai 2 juta unit, apalagi dengan masuknya Wuling.

Namun, yang perlu diperhatikan adalah penyerapan pasar. Saat ini, pasar mobil nasional hanya mampu menyerap 1,1 juta unit mobil per tahun dan ekspor mobil nasional hanya mencapai 200 ribuan unit.

“Artinya ada idle capacity 700.000 hingga 800.000 unit per tahun. Dengan pertumbuhan pasar domestik sebesar 5% per tahun, pasar hanya mampu menyerap 250.000 unit dalam lima tahun ke depan,” ujar Kukuh.

Dia menerangkan yang perlu dilakukan dalam jangka pendek adalah menggenjot ekspor dan didukung oleh peningkatan daya saing industri automotif nasional. Salah satunya dengan mengatasi hambatan-hambatan nontarif.

“Kalau soal tarif, banyak negara yang sudah menerapkan tarif 0%. Yang perlu diperhatikan sekarang adalah masalah nontarif-nya,” imbuhnya.

Non-tariff barrier itu di antaranya masalah safety mobil yang harus sesuai dengan standar negara tujuan ekspor. Termasuk dari sisi standar emisi gas buangnya.

Negara tujuan ekspor produk automotif asal Indonesia sudah menerapkan standar emisi kendaraan bermotor Euro 4. Kondisi ini menjadikan produsen automotif di Indonesia harus memiliki lini produksi berbeda dari lini produksi untuk kendaraan yang dipasarkan di dalam negeri.

“Contohnya di Australia sudah menerapkan Euro 6. Pasar Australia itu besar, mencapai 1,2 juta unit,” ungkap Kukuh.

Hal ini menjadi peluang bagi Indonesia. Pemerintah, lanjut dia, harus merumuskan kebijakan bersama dengan stakeholder automotif nasional. Apakah kalangan industri bersedia untuk melakukan investasi lagi dalam rangka memenuhi standar negara-negara tujuan ekspor.

Sebab investasi yang dilakukan pihak prinsipal hanya untuk memproduksi mobil-mobil yang mayoritas dijual di Indonesia, yakni mobil multi-purpose vehicle (MPV).
(dmd)
Berita Terkait
Gaikindo Sebut Belum...
Gaikindo Sebut Belum Ada PHK di industri Automotif
Industri Automotif Mulai...
Industri Automotif Mulai Optimistis
Gaikindo Ngaku Kemenperin...
Gaikindo Ngaku Kemenperin Dukung Usulan Insentif Pajak bagi Industri Mobil
GIIAS 2020 Batal, Gaikindo...
GIIAS 2020 Batal, Gaikindo Siapkan Pengganti Pameran di Jakarta
Selamatkan Industri...
Selamatkan Industri Automotif RI dari COVID-19, GIIAS 2020 Tetap Digelar?
Penjualan Melonjak 255,48%,...
Penjualan Melonjak 255,48%, Industri Automotif Mulai Ngebut
Berita Terkini
BMW iX xDrive45, Kemewahan...
BMW iX xDrive45, Kemewahan Sunyi Seharga Rp2,6 Miliar
Pelacak Bluetooth Android...
Pelacak Bluetooth Android dan iPhone Dijual Murah, Ini Harga dan Fitur Lengkapnya!
Pangkas BBM, PLN Borong...
Pangkas BBM, PLN Borong 500 Motor Listrik Polytron Fox 350 Buat Operasional Jawa Timur
BAIC Pasang Strategi...
BAIC Pasang Strategi Agresif di Indonesia, DP 10%, Potongan Rp50 Juta
Kasus Mobil Listrik...
Kasus Mobil Listrik Meledak Tinggi, Ahli Otomotif Angkat Bicara
Toyota Fortuner Generasi...
Toyota Fortuner Generasi Terbaru Resmi Diperkenalkan, Ini Tampangnya
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved