Investasikan Rp9,3 Triliun, Grab Ingin Punya Pusat R&D di Indonesia
Rabu, 15 Maret 2017 - 09:03 WIB
Investasikan Rp9,3 Triliun, Grab Ingin Punya Pusat R&D di Indonesia
A
A
A
JAKARTA - Layanan transportasi berbasis online, Grab menunjukkan komitmennya terhadap Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan melakukan investasi sebesar USD 700 juta atau sekitar Rp9,3 triliun di Indonesia
Dimana dana yang ada rencananya akan digunakan Grab untuk membangun pusat riset dan pengembangan (R&D) serta master plan Grab hingga 2020.
"Untuk pusat R&D, saat ini sedang dalam proses mencari lokasi, kerja sama dengan Universitas mana, dan dengan pihak ketiga yang punya akses dan sudah berinisiasi seperti ini (membangun pusat R&D)," ujar Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata, di Jakarta, Selasa (14/3/2017).
Hanya saja dalam hal ini Ridzki belum mau berbicara banyak terkait pusat R&D yang akan mereka bangun. Namun pembangunan pusat riset dan pengembangan merupakan wujud keseriusan Grab bila pasar Indonesia itu penting.
Saat ini pusat riset dan pengembangan Grab sendiri telah ada di Singapura, Seatle, dan Beijing. Hal serupa juga dilakukan Apple dengan membangun pusat R&D di Indonesia, hal ini dilakukan guna memenuhi aturan pemerintah Indonesia mengenai Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) untuk perangkat 4G.
Dimana dana yang ada rencananya akan digunakan Grab untuk membangun pusat riset dan pengembangan (R&D) serta master plan Grab hingga 2020.
"Untuk pusat R&D, saat ini sedang dalam proses mencari lokasi, kerja sama dengan Universitas mana, dan dengan pihak ketiga yang punya akses dan sudah berinisiasi seperti ini (membangun pusat R&D)," ujar Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata, di Jakarta, Selasa (14/3/2017).
Hanya saja dalam hal ini Ridzki belum mau berbicara banyak terkait pusat R&D yang akan mereka bangun. Namun pembangunan pusat riset dan pengembangan merupakan wujud keseriusan Grab bila pasar Indonesia itu penting.
Saat ini pusat riset dan pengembangan Grab sendiri telah ada di Singapura, Seatle, dan Beijing. Hal serupa juga dilakukan Apple dengan membangun pusat R&D di Indonesia, hal ini dilakukan guna memenuhi aturan pemerintah Indonesia mengenai Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) untuk perangkat 4G.
(wbs)