Risiko Berkendara Jarak Jauh dengan Mobil Listrik Selain Kehabisan Baterai

Rabu, 08 Juli 2026 - 09:37 WIB
loading...
Risiko Berkendara Jarak...
Risiko Berkendara Jarak Jauh dengan Mobil Listrik. Foto /Daily
A A A
LONDON - Mengemudi jarak jauh dengan mobil listrik bukan sekadar masuk dan mengemudi sampai baterai hampir habis.

Tidak seperti mobil bensin, pengemudi harus merencanakan terlebih dahulu titik pengisian daya, stasiun pengisian daya yang kompatibel, jarak tempuh sebenarnya, dan faktor-faktor seperti cuaca, medan, dan kecepatan.

Tantangan terbesar dalam perjalanan jauh dengan kendaraan listrik seringkali terletak pada pengisian daya.

Stasiun pengisian daya tidak tersedia semudah SPBU di setiap pintu keluar jalan raya, dan tidak semua stasiun pengisian daya cocok untuk perjalanan yang membutuhkan kepatuhan terhadap jadwal.

Untuk perjalanan jauh, pengisian cepat DC hampir selalu menjadi pilihan yang paling praktis, kecuali jika kendaraan diisi daya semalaman di hotel atau saat berhenti lama.

Pengemudi juga tidak boleh berasumsi bahwa kendaraan mereka dapat menempuh jarak persis seperti yang diiklankan oleh Badan Perlindungan LingkunganAS(EPA). Jika kendaraan listrik diberi peringkat 300 mil per pengisian daya oleh EPA, itu tidak berarti kendaraan tersebut akan dengan mudah mencapai jarak tersebut sebelum perlu diisi ulang.

Pengujian Consumer Reports menunjukkan bahwa dalam banyak kasus, angka laboratorium EPA 10 hingga 20% lebih tinggi daripada kenyataan, bahkan dalam kondisi pengoperasian yang relatif menguntungkan.

Salah satu alasan pentingnya adalah pengujian EPA membatasi kecepatan hingga 60 mil per jam, sementara kecepatan di banyak jalan raya biasanya antara 65 dan 70 mil per jam, dan di beberapa tempat bahkan hingga 80 mil per jam. Semakin tinggi kecepatan, semakin cepat baterai terkuras.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dituduh Meniru Porsche...
Dituduh Meniru Porsche Taycan, Bos MG Kehilangan Muka
Strategi BYD Kuasai...
Strategi BYD Kuasai Pasar Otomotif yang Wajib Diwaspadai Jepang
Tesla Cybercab, Mobil...
Tesla Cybercab, Mobil Listrik Tanpa Setir Mulai Mengaspal
Ironi Polestar: Dirakit...
Ironi Polestar: Dirakit di Amerika, tapi Tetap Dilarang Karena Software China
GWM Tank 300 Facelift...
GWM Tank 300 Facelift Terungkap, Jangkauan EV 200 km Kemampuan Off-Road Ditingkatkan
Jelajahi Dataran Tinggi...
Jelajahi Dataran Tinggi dan Perkotaan, BYD M6 DM Media Challenge Buktikan Efisiensi Teknologi Dual Mode
ITS Dorong Mahasiswa...
ITS Dorong Mahasiswa Kembangkan Inovasi untuk Mendukung Kinerja PLN
Pemprov Jatim Dukung...
Pemprov Jatim Dukung BYD Tech-Culture Fest 2026
Gaikindo Minta Stimulus...
Gaikindo Minta Stimulus Semua Jenis Kendaraan, Tak Hanya Mobil Listrik
Rekomendasi
Bupati Kuansing Minta...
Bupati Kuansing Minta Jatah dari 914 Petani terkait Pengurusan Pelepasan Kawasan Hutan
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Terkoreksi 0,04 Persen di Level 5.984
Iran Sebut Sanksi AS...
Iran Sebut Sanksi AS yang Diperbarui Langgar MoU, Langkah itu Mulai Berlaku Penuh 17 Juli
Berita Terkini
Risiko Berkendara Jarak...
Risiko Berkendara Jarak Jauh dengan Mobil Listrik Selain Kehabisan Baterai
Dituduh Meniru Porsche...
Dituduh Meniru Porsche Taycan, Bos MG Kehilangan Muka
Baojun Yep Plus: SUV...
Baojun Yep Plus: SUV Kotak Listrik Mirip Suzuki Jimny Harga Rp200 Jutaan
Baojun Huajing S: Wuling...
Baojun Huajing S: Wuling Bikin Kejutan dengan SUV yang Mendekati Kelas Range Rover
Melihat Langsung Dapur...
Melihat Langsung Dapur Perakitan Baterai Wuling di Liuzhou China!
Satu-satunya di China!...
Satu-satunya di China! Ini Isi Laboratorium Rahasia Wuling yang Jarang Dilihat Masyarakat Umum
Infografis
AS Tepis Bisa Matikan...
AS Tepis Bisa Matikan Jet Tempur Siluman F-35 dari Jarak Jauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved