Penjualan Mobil Bisa Naik Jika Kondisi Ini Terjadi
Rabu, 09 Agustus 2017 - 21:02 WIB
Penjualan Mobil Bisa Naik Jika Kondisi Ini Terjadi
A
A
A
JAKARTA - PT Astra International Tbk (ASII) menyatakan, penjualan mobil nasional masih dalam kondisi datar-datar saja. Tidak ada kenaikan volume yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Presiden Direktur Astra International Prijono Sugiarto mengatakan, keadaan ini bisa saja berubah dengan beberapa syarat. Pertumbuhan ekonomi Indonesia dan harga komoditas jadi dua faktor utama yang bisa menaikkan penjualan mobil.
"Pertumbuhan ekonomi 5%-5,1%, enggak terlalu hebat tapi enggak buruk. Selama masih begini dan harga komoditas naik turun (akan datar saja), kalau ada garansi harga batu bara bisa USD95, sektor perumahan dan otomotif naik," ujarnya di Jakarta, Rabu (9/8/2017).
Namun, menurutnya tidak ada seorangpun yang bisa menggaransi harga komoditas. Sehingga, penjualan mobil tetap akan stagnan di bawah kapasitas produksi.
"Tapi enggak ada garansi, potensinya 93 dari 1.000 manusia di Indonesia membeli mobil tapi penjualan stagnan di 1.050.000-1.100.000 unit. Masalahnya, kapasitas sudah 2.000.000 unit, terakhir kapasitas Wulling 120.000 unit," kata Prijono.
Sementara Prijono menambahkan, dari tiga merk yang dipegang Astra Internasional, Daihatsu memiliki tingkat produksi tertinggi yakni 90% dari kapasitas pabrik. Sisanya Toyota 80% dan Honda 80%.
"Toyota dari kapasitas 250.000, produksi 200.000 atau 80%. Daihatsu kapasitas 530.000 dengan tingkat produksi 90%, Honda 75%-80%," pungkasnya.
Presiden Direktur Astra International Prijono Sugiarto mengatakan, keadaan ini bisa saja berubah dengan beberapa syarat. Pertumbuhan ekonomi Indonesia dan harga komoditas jadi dua faktor utama yang bisa menaikkan penjualan mobil.
"Pertumbuhan ekonomi 5%-5,1%, enggak terlalu hebat tapi enggak buruk. Selama masih begini dan harga komoditas naik turun (akan datar saja), kalau ada garansi harga batu bara bisa USD95, sektor perumahan dan otomotif naik," ujarnya di Jakarta, Rabu (9/8/2017).
Namun, menurutnya tidak ada seorangpun yang bisa menggaransi harga komoditas. Sehingga, penjualan mobil tetap akan stagnan di bawah kapasitas produksi.
"Tapi enggak ada garansi, potensinya 93 dari 1.000 manusia di Indonesia membeli mobil tapi penjualan stagnan di 1.050.000-1.100.000 unit. Masalahnya, kapasitas sudah 2.000.000 unit, terakhir kapasitas Wulling 120.000 unit," kata Prijono.
Sementara Prijono menambahkan, dari tiga merk yang dipegang Astra Internasional, Daihatsu memiliki tingkat produksi tertinggi yakni 90% dari kapasitas pabrik. Sisanya Toyota 80% dan Honda 80%.
"Toyota dari kapasitas 250.000, produksi 200.000 atau 80%. Daihatsu kapasitas 530.000 dengan tingkat produksi 90%, Honda 75%-80%," pungkasnya.
(wbs)