Enkripsi Bisa Kurangi Tingkat Perompakan di Samudra Hindia

Rabu, 11 Oktober 2017 - 21:07 WIB
Enkripsi Bisa Kurangi...
Enkripsi Bisa Kurangi Tingkat Perompakan di Samudra Hindia
A A A
ABU DHABI - Kawasan Samudra Hindia dihuni oeh banyak negara Asia dan Afrika yang mempunyai potensi konflik cukup besar. Konflik tersebut bisa disulut dengan berbagai hal. Salah satu contoh yang nyata adalah konflik antara Saudi dengan Qatar yang diawali dengan isu peretasan pada Qatar News Agency. Selain itu juga masalah perompakan menjadi pekerjaan rumah yang serius.

Kedua masalah tersebut tidak bisa lepas dari masalah keamanan siber di masing-masing negara. Standar keamanan siber yang masih belum tercapai dengan baik memudahkan adanya upaya spionase, perusakan dan pencurian infomasi.

Dalam acara Dialogue Indian Ocean di Abu Dhabi Selasa (10/10), pakar keamanan siber Pratama Persadha menjelaskan pentingnya negara-negara di kawasan Samudra Hindia membangun kekuatan siber bersama-sama. Menurutnya potensi konflik yang sudah besar di kawasan akan bertambah besar bila negara-negara di kawasan Samudra Hindia tidak menyamakan persepsi tentang pentingnya keamanan siber.

“Setiap negara perlu mempunyai badan siber dan juga pusat operasinya, bisa berupa Security Operation Center (SOC) yang berfungsi mendeteksi, menganalisa dan juga memperkuat pertahanan siber setiap negara. Jadi tidak hanya bereaksi saat ada peretasan saja,” jelas chairman lembaga riset keamanan siber CISSReC (Communication and Information System Security Reserach Centre) ini.

Pratama melanjutkan bahwa memang perhatian pada keamanan siber belum terlalu besar di negara-negara kawasan Samudra Hindia, buktinya negara sebesar Indonesia saja baru membentuk badan siber pada 2017.

“Bila setiap negara ini sudah ada badan siber dan SOC, bisa dilakukan kerjasama. Early warning system bisa dibangun bersama, bila ada serangan di satu negara, negara lain bisa langsung waspada, bahkan tidak menuup kemungkinan untuk ikut membantu. Jadi ada sharing information yang nanti bisa ditentukan bersama apa saja yang boleh dan tidak boleh dishare,” terang pria asal Blora Jawa Tengah ini.

Pratama juga melihat masih tingginya perompakan di kawasan Samudra Hindia karena para perompak ini juga menguasai teknologi. Minimal mereka memiliki scanner radio yang bisa memonitoring percakapan antar kapal yang melintas. Kapal-kapal ini seharusnya dilengkapi teknologi enkripsi pada radio yang digunakan agar perompak kesulitan memantau komunikasi mereka.

“Perompak ini juga tidak bekerja sendiri, ada pihak-pihak yang membantu menyuplai informasi. Pihak-pihak ini mengerti teknologi, bahkan peretasan bisa dilakukan bila memang diperlukan data yang penting yang tidak dimuat bebas di internet,” jelas Pratama yang menjadi salah satu panelis mewakili Indonesia dalam acara Indian Ocean Dialogue di Abu Dhabi 9-10 Oktober 2017.

Selama ini kapal tanker adalah salah satu objek yang paling sering disasar oleh perompak. Dengan adanya enkripsi dan penguatan pertahanan siber di setiap negara, diharapkan bisa mempersempit dan mempersulit perompak untuk mendapatkan informasi.

Acara Indian Ocean Dialogue 2017 diselenggarakan oleh IORA (Indian Ocean Rim Association) yang merupakan organisasi internasional yang terdiri atas negara-negara pesisir yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia. IORA adalah forum regional, bersifat tripartit, menghimpun perwakilan dari negara, bisnis, dan akademia, untuk mempromosikan kerja sama dan interaksi erat di antara mereka. Selain diwakili para akademisi dan praktisi terkait, turut hadir pula Kementrian Luar Negeri sebagai perwakilan pemerintah.
(wbs)
Berita Terkait
Indosat HiFi Air Hadirkan...
Indosat HiFi Air Hadirkan Internet Rumah Instan untuk Streaming hingga WFH
Tingkatkan Koneksi Internet...
Tingkatkan Koneksi Internet Saat Liburan, Passpod Luncurkan Program Internet KPK
Sinyal IM3 Terus Tersambung...
Sinyal IM3 Terus Tersambung Hingga ke Pulau Kecil
Memetakan Tanggung Jawab...
Memetakan Tanggung Jawab Platform Intermediary di Indonesia
Menkomdigi Meutya Hafid...
Menkomdigi Meutya Hafid Kunker Perdana ke NTT, Cek Jaringan Internet dan Dialog dengan Pelajar
Program Donasi Internet...
Program Donasi Internet Berbagi Tanpa Batas
Berita Terkini
Gemuruh Adrenalin Istora...
Gemuruh Adrenalin Istora dan Ketenangan Kabin G3+: Strategi Polytron Manjakan Atlet Bulu Tangkis Elite Dunia
Melirik Ambisi China...
Melirik Ambisi China di Sumatera: BYD Gelar Pesta Teknologi Tanpa Asap Knalpot
Bukan Garasi Pejabat...
Bukan Garasi Pejabat Biasa: Dua Harley, Tiga Jip Legendaris, dan Rompi Oranye Silmy Karim
Misteri Garasi Dadan...
Misteri Garasi Dadan Hindayana: Setengah Abad Usianya, Modis dan Estetik Mobilnya
Cuan Miliaran Tiap Hari...
Cuan Miliaran Tiap Hari dari Piring Anak Sekolah: Mengintip Garasi Eks Kepala BGN Dadan Hindayana
Sejarah Baru Gokart...
Sejarah Baru Gokart Listrik: 4 Pembalap Barcode Gokart Serbu Kejuaraan Dunia di Italia!
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved